Maskapai Citilink Perkuat Alat Ptoduksi Dengan 43 Pesawat
Kamis, 30 Juli 2026, 18:38 WIB
BISNISNEWS.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dukung penguatan alat produksi Maskapai Citilink terhadap agenda transformasi Garuda Indonesia Group terus menunjukkan progres konkret.
Hingga akhir Juni 2026, Citilink berhasil mengoperasikan 43 armada, atau meningkat dari 25 armada pada akhir Juni 2025.
Peningkatan jumlah armada yang beroperasi tersebut menjadi bagian dari penguatan alat produksi Garuda Indonesia Group, khususnya pada segmen penerbangan berbiaya terjangkau atau low-cost carrier (LCC).
Langkah ini memperkuat kapasitas operasional Citilink dalam memperluas konektivitas, meningkatkan produktivitas jaringan penerbangan, serta menangkap peluang pertumbuhan pasar LCC nasional.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menyampaikan bahwa kesiapan 43 armada mencerminkan kemajuan nyata dari agenda transformasi Citilink yang dijalankan secara terintegrasi dengan arah penguatan Garuda Indonesia Group.
“Pengoperasian 43 armada hingga akhir Juni 2026 merupakan capaian penting dalam penguatan alat produksi Citilink. Dengan dukungan strategis Danantara terhadap transformasi Garuda Indonesia Group, kami dapat mengakselerasi kesiapan armada dan meningkatkan kapasitas operasional untuk melayani pertumbuhan mobilitas masyarakat,” ujar Darsito.
“Penguatan ini menjadi fondasi bagi Citilink untuk meningkatkan daya saing pada pasar LCC, memperluas konektivitas antardaerah, serta menghadirkan layanan penerbangan yang aman, andal, dan tepat waktu secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Sejalan dengan peningkatan jumlah armada yang beroperasi, Citilink mencatat kenaikan ratarata frekuensi penerbangan menjadi 221 penerbangan per hari pada Semester I 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan rata-rata 183 penerbangan per hari pada Semester II 2025.
Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut menunjukkan optimalisasi utilisasi armada Citilink dalam memperkuat kapasitas layanan, meningkatkan fleksibilitas perjalanan, serta menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada berbagai rute strategis. (Syam)