Munas APTRINDO ke-III, Dorong Modernisasi Sistem Logistik Nasional Non-Odol
Rabu, 20 Mei 2026, 14:07 WIB
BISNISNEWS.id - Armada logistik memiliki andil besar dalam mendongkrak perekonomian nasional, yang bergerak penuh pada seluruh lini
dalam mendistribusikan seluruh bahan baku dalam menggenjot pertumbuhan.
Penegasan itu disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan di selah-selah Musyawarah Nasional (Munas) Aptrindo ke III di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
" Karenanya, kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan besar industri transportasi. Tetapi kita harus menjadi pelaku utama perubahan itu sendiri," tegasnya.
Dikatakan, ketika industri membutuhkan bahan baku, pelabuhan bergerak, ekspor dan impor berjalan, ' disitulah insan transportasi hadir menjaga denyut ekonomi bangsa,".
Munas, yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum ini juga diharapkan mampu melahirkan program-program yang konkret, realistis dan berpihak pada semua anggota Aptrindo.
Kedepannya, lanjut Gemilang, Aptrindo harus semakin kuat dalam memberikan perlindungan kepada anggota dengan memperjuangkan regulasi yang adil, kepastian usaha, efisiensi biaya logistik, dan keberlangsungan dunia transportasi nasional.
Untuk itu, harus fokus pada modernisasi dan digitalisasi transportasi, peningkatan kesejahteraan pengusaha dan pengemudi, serta memperkuat solidaritas dan persatuan organisasi, serta mendorong sistem logistik nasional yang lebih sehat dan efisien.
"Kita ingin distribusi nasional tidak terpusat di satu titik saja, tetapi tumbuh merata dan kuat di seluruh Indonesia agar biaya logistik semakin kompetitif," jelasnya.
Gemilang memaparkan, ditengah tantangan ekonomi global, kenaikan biaya operasional, persoalan regulasi, isu bahan bakar minyak (BBM), pajak kendaraan, pembatasan operasional, hingga tekanan terhadap dunia logistik nasional juga masih membayangi iklim usaha logistik.
"Namun hingga kini, kita tetap berdiri tegak sebagai tulang punggung distribusi Indonesia," ucapnya.
Ketum Aptrindo, yang juga menjadi calon tunggal dalam pemilihan pengurus tersebut, memaparkan, tantangan kedepan memang tidak ringan, namun sejarah membuktikan bahwa insan transportasi adalah pribadi-pribadi tangguh.
"Bahkan, kita sudah melewati krisis ekonomi, pandai, lonjakan harga spare part, kemacetan jalan, depo, Pelabuhan, hingga berbagai perubahan kebijakan, dan pembatasan, namun sampai hari ini kita tetap bertahan," paparnya.
Karena itu, Gemilang mengajak seluruh anggota Aptrindo, jangan kehilangan semangat, jangan berhenti berjuang dan jangan pernah merasa sendiri. Organisasi ini (Aptrindo) juga harus menjadi rumah besar perjuangan bersama.Tempat kita saling menguatkan, saling membantu dan saling menjaga.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Muiz Thohir, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Rustam Efendi, Direktur Pelayanan dsn Perizinan Berusaha Sektor Non Industri Raharjo Siswohartono,
Selain itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang mewakili pengurus KADIN Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), BPH Migas, serta asosiasi pelaku usaha lainnya.
Zero ODOL
Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Muiz Thohir, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Munas Aptrindo ke-3. Apalagi, tema Munas sangat sejalan dengan program pemerintah dalam menciptakan efisiensi logistik nasional.
"Kami mengapresiasi atas terselenggaranya Munas ini. Munas inj diharapkan menjadi wadah dalam membahas berbagai isu terbari terkait angkutan barang," kata Muiz yang mewakili Menhub dalam sambutannya.
Dia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus membenahi sejumlah regulasi, sistem, dan standar operasional angkutan barang.
Kemenhub juga mengajak para pelakuk usaha truk, khusunya anggota Aptrindo untuk membangun sinergi dalam mensukseskan program zero over dimension dan over load atau ODOL 2027.
Terkait program zero ODOL tersebut, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Irjen Pol Drs. Agus Suryo Nugroho, SH, M.Hum, menyampaikan masaalah kelayakan kendaraan sebagai salah satu poin penting dari lima pilar keselamatan dalam lalu lintas.
"Kelayaakan kendaraan merupakan salah satu pilar penting dalam keselamatan lalu lintas. Karena itu, masalah ODOL harus menjadi perhatian bersama. Apalagi, sesuai dengan UU, over dimensi adalah kejahatan lalu lintas sementara over load adalah pelanggaran lalu lintas," tegas Kakorlantas.
Ketua Panitia Munas ke 3 Aprindo, Gagan Gartika Eryana mengatakan, mengatakan Munas ini hadiri oleh 24 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan 42 DPC Aptrindo di Indonesia.
Munas bertema 'Sinergi Pengusaha Truk Indonesia dalam Penguatan Ekosistem Logistik Cerdas: Inovasi dan Peremajaan Armada Berbasis Teknologi guna Mewujudkan Ketahanan Logistik Nasional' itu juga di rangkai dengan gala dinner pada 19 Mei 2026, kemudian dilaksanakan Talkshow, Pameran dan Sidang Munas pada 20 Mei 2026. (Syam)