Pelindo Berikan Diskon Minimal 20 Persen Bagi Pelayaran Yang Masuk Program Pendulum
Selasa, 20 Oktober 2026, 17:32 WIB
BISNISNEWS.id - PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) berikan insentif berupa diskon minimal 20 persen kepada pelayaran yang masuk pada delapan koridor pada program Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP).
Insentif itu diberikan kepada pelayaran untuk pelayanan muat peti kemas isi dengan target rasio yang ditetapkan pada masing-masing pelabuhan PINP.
Dimana, target rasio tersebut berbeda di setiap pelabuhan, berkisar antara 45 hingga 90 persen.
Pendulum ini, menurut Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar dikembangkan untuk menjawab persoalan distribusi kargo dan peti kemas antardaerah.
Fokusnya, bukan hanya membentuk jalur dari barat ke timur, tetapi bagaimana menyeimbangkan kargo dan peti kemas.
Dengan skema ini, ungkap Achmad agar kargo dan peti kemas dapat bergerak lebih seimbang dengan tarif yang lebih efisien, sehingga secara keseluruhan dapat membantu menurunkan ongkos logistik.
PINP yang telah diluncurkan secara bersama - sama pada 17 Oktober 2026 di Pelindo Tower Jakarta, dirancang untuk mengurangi ketidakseimbangan arus kargo antardaerah sekaligus mengoptimalkan pergerakan peti kemas agar kapasitas angkut dalam jaringan pelayaran domestik dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Peran operator pelayaran dan pemilik kargo pada program PINP ini sangat strategis dalam pemerataan distribusi barang sekaligus memperkuat jaringan layanan pelayaran domestik yang terintegrasi, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Lollan Andy Sutomo Panjaitan yang secara bersama-sama meluncurkan PINP
menyampaikan dukungannya, agar pendulum yang diinisiasi oleh PELINDO menjadi salah satu upaya mendorong sistem logistik nasional yang semakin efektif dan efisien.
“Kami hadir di sini tentunya memberikan dukungan terhadap program ini. Cara-cara baru seperti ini membutuhkan kolaborasi dan koordinasi dari semua pihak. Dari sisi pemerintah, kami berharap agar roda perekonomian dan logistik Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Lollan.
Pendulum ini membutuhkan kolaborasi Pelindo dengan perusahaan pelayaran, pemilik kargo, serta para pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jaringan layanan pelayaran domestik yang semakin terintegrasi.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang menambahkan bahwa PINP dijalankan melalui penerapan berthing window untuk menciptakan kepastian jadwal dan meningkatkan keandalan operasi pelabuhan, kebijakan transshipment di pelabuhan hub Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, serta integrasi dengan Container Consolidation Centre (CCC) pada setiap simpul kargo dalam jaringan pendulum untuk meningkatkan kelancaran arus barang.
"Ke depan, seluruh layanan Pelindo secara end-to-end akan terintegrasi dalam satu sistem yang juga terhubung dengan sistem eksternal terkait. Selain itu, Pelindo akan mendorong skema join slot dan join marketing bersama perusahaan pelayaran untuk meningkatkan konsolidasi kargo pada masing-masing simpul pendulum,” tambah Farid.
Koridor tersebut masih dapat dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari perusahaan pelayaran dan pemilik kargo.
Perusahaan pelayaran yang mengikuti PINP dapat memperoleh insentif berupa diskon minimal 20 persen untuk pelayanan muat peti kemas isi apabila kapal memenuhi target rasio muatan peti kemas isi yang ditetapkan pada masing-masing pelabuhan PINP. Target rasio tersebut berbeda di setiap pelabuhan, berkisar antara 45 hingga 90 persen.
“Untuk mendukung program tersebut, Pelindo berkomitmen mengoptimalkan tingkat pelayanan operasional sesuai Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG), serta memastikan kesiapan infrastruktur dan suprastruktur untuk mendukung kegiatan bongkar muat di pelabuhan PINP,” tambah Achmad.
Melalui PINP, Pelindo mendorong kepastian jadwal pelayanan kapal, peningkatan utilisasi terminal dan armada, serta efisiensi rantai pasok pada koridor yang dilayani. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan peti kemas domestik, memudahkan pemilik kargo memperoleh layanan, serta menekan biaya logistik melalui pemanfaatan kapasitas angkut dan layanan pelabuhan secara lebih optimal.
“Kita perlu mencoba cara-cara baru untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Program ini tentu akan terus kita uji dan evaluasi, dengan tetap membuka masukan dan koreksi dari seluruh pihak. Tujuan kita satu, bagaimana secara bersama-sama dapat menurunkan biaya logistik dan menyelesaikan berbagai persoalan kepelabuhanan secara nyata,” tutur Achmad.
Berikut Ini Delapan Koridor Pendulum Pelayaran Domestik, yaitu:
1. Koridor 1: Makassar – Kendari – Sorong
2. Koridor 2: Tanjung Perak – Ambon – Sorong
3. Koridor 3: Tanjung Perak – Kupang – Ambon
4. Koridor 4: Makassar – Kijing – Kuala Tanjung
5. Koridor 5: Tanjung Emas – Makassar – Banjarmasin
6. Koridor 6: Tanjung Priok – Kijing – Kuala Tanjung
7. Koridor 7: Belawan – Banjarmasin – Tanjung Perak – Ambon
8. Koridor 8: Balikpapan – Bitung
(Syam)