PELNI Logistics Proyeksikan Laba Konsolidasi Sebesar Rp.34,60 Miliar, Captive Market Seluruh Indonesia
Rabu, 14 Januari 2026, 22:23 WIB
BISNISNEWS.id - PELNI Logistics proyeksikan pendapatan periode 2026 sebesar Rp 568,446 miliar, naik 115,71 persen pada prognosa 2025 yaitu 77,85 persen dari rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP).
Dari sisi perolehan laba, anak usaha PT PELNI bidang logistik ini memproyeksikan target sebesar Rp 34,60 miliar atau 111,78 persen pada 2025 sebesar 56,87 persen dari RKAP.
Direktur Utama PELNI Logistics Sukendra mengaku optimis, seluruh proyeksi tersebut akan terwujud, menyusul dilakukannya ekspansi usaha lewat sejumlah kolaborasi dengan perusahaan BUMN maupun swasta.
Dia menyebut, misalnya kolaborasi dengan PT POS INDONESIA untuk jasa pengiriman barang hingga ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk ke kawasan tertinggal, terluar, terdepan dan perbatasan (3 TP).
" Kami juga bermain pada sejumlah proyek, misalnya proyek jalan tol. Salah satu yang kami kirim seperti matrial split, batu dan pasir, " ungkap Sukendra, Kamis (14/1/2026) di Jakarta.
Kolaborasi yang dilakukan itu, menjadi pendukung penuh perweroan dalam mendongkrak pendapatan usaha dari sektor captive market, yang BN pendistribusiannya sesuai dengan kontrak yang telah diteken dengan pemilik barang.
" Ruang kapal pasti ada, dan tidak perlu menunggu, karena yang kami layani adalah kapal-kapal PELNI, yang totalnya sebanyak 85 unit, baik kapal penumpang maupun barang atau tol laut, kapasitasnya tanpa batas atau maksimum," ungkapnya.
Bongkar Muat
PELNI Logistics yang merupakan evolusi dari PT PBM Sarana Bandar Nasional ini, dari sisi kinerja bongkar muat (PBM) tahun 2026 ini memproyeksikan target 56.482 TEUs .
Target ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat peran sebagai pilar konektivitas logistik maritim nasional, khususnya dalam mendukung distribusi barang antarpulau dan pemerataan ekonomi di wilayah 3T.
Target bongkar muat 56.482 TEUs itu ditopang oleh penguatan bisnis captive yakni kapal penumpang, kapal tol laut, dan bisnis non-captive.
“Dari bisnis captive atau kapal penumpang, bongkar muat ditargetkan mencapai 20.462 TEUs. Lalu, dari bisnis non-captive, kami menargetkan mencapai 5.168 TEUs. Sedangkan kapal tol laut dapat mencapai 30.852 TEUs. Kami berharap ini dapat tercapai sepanjang tahun,” ujar Sukendra.
Selain peti kemas, PELNI Logistics juga menyasar pertumbuhan signifikan pada layanan general cargo, angkutan kendaraan, dan ternak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis logistik.
Pada 2026, PELNI Logistics membidik volume general cargo mencapai lebih dari 427 ribu ton/m³, yang berasal dari layanan bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non-captive.
Sementara itu, untuk angkutan kendaraan, perusahaan menargetkan pengelolaan mencapai 14.464 unit, seiring meningkatnya mobilitas logistik dan distribusi kendaraan antarpulau.
Di segmen angkutan ternak, PELNI Logistics menargetkan pengangkutan mencapai 13.207 ternak sepanjang 2026. Layanan ini menjadi bagian penting dari dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional dan konektivitas logistik komoditas strategis, khususnya dari wilayah timur Indonesia.
Depo Petikemas
Dari sisi infrastruktur, PELNI Logistics terus memperkuat kapasitas depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional.
Pada 2026, perusahaan menargetkan dapat mengoperasikan depo container di Jakarta, Surabaya, dan Bitung dengan menampung kapasitas lebih dari 17 ribu TEUs.
Optimalisasi depo dilakukan melalui peningkatan standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta penambahan dan peremajaan armada container.
Sukendra menyampaikan bahwa target operasional 2026 dirancang secara realistis namun progresif, dengan tetap mengedepankan efisiensi, tata kelola yang prudent, dan keberlanjutan bisnis.
“Kami melihat prospek pertumbuhan logistik maritim nasional masih sangat kuat. Oleh karena itu, PELNI Logistics fokus pada penguatan layanan bongkar muat, pengembangan depo container, serta sinergi dengan induk usaha dan mitra strategis untuk menangkap peluang pasar,” tutupnya.
Dengan jaringan 39 cabang, 12 terminal point, serta pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor bongkar muat dan logistik maritim, PELNI Logistics optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap sistem logistik nasional yang efisien, andal, dan inklusif.(Syam)