Strategis ASDP Hadapi Lonjakan 5,8 Juta Penumpang dan Barang Saat Mudik Lebaran 1447 H di Lintasan Utama
Selasa, 03 Maret 2026, 18:56 WIB
BISNISNEWS.id – Antisipasi pergerakan pemudik Lebaran 2026/1447 H yang diprediksi bakal melonjak hingga 5,8 juta orang, yang akan bergerak melintasi sejumlah lintasan penyeberangan.
Secara umum infrastruktur pada sejumlah libtasan penyeberangan utama sudah siap. Bahkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat pelayanannya di dua lintasan strategis pada empat pelabuhan utama, yakni
Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa pembagian pelabuhan telah disiapkan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengurai kepadatan di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai hingga Lembar.
Strategi berbasis golongan kendaraan diterapkan agar distribusi arus penyeberangan lebih merata dan penumpukan dapat dicegah sejak awal.
Mengacu pada SKB tertanggal 5 Februari 2026, pada arus mudik 13–20 Maret 2026 lintasan Merak–Bakauheni diatur untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, IVb tetap melalui Merak.
Truk golongan I, II, III, Vb dan VIb (dua sumbu) melalui Ciwandan. Sementara truk VIb (tiga sumbu), VII, VIII, IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone bila terkena pembatasan operasional. Skema serupa diterapkan pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian tujuan Sumatera dan Jawa.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB pada 13–29 Maret 2026, layanan diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan kecil.
Kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan.
Alternatif trayek Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar juga disiapkan untuk mendukung distribusi logistik menuju NTB.
Operasional penyeberangan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi di Ketapang (18 Maret 17.00–20 Maret 06.00), Gilimanuk (19 Maret 05.00–20 Maret 06.00), Lembar (18 Maret 21.00–20 Maret 01.30), dan Padangbai (19 Maret 04.00–20 Maret 11.30).
Untuk menjaga kelancaran, diterapkan delaying system melalui buffer zone di berbagai ruas tol dan non-tol menuju pelabuhan utama, serta pembatasan radius pembelian tiket: 4,71 km dari Merak; 4,24 km dari Bakauheni; 2,65 km dari Ketapang dan 2 km dari Gilimanuk.
Distribusi Merata
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan armada: 28–33 kapal per hari di Merak–Bakauheni. 9–12 kapal Ciwandan–Wika Beton, 10–12 kapal BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu serta 28–32 kapal di Ketapang–Gilimanuk.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, dan peningkatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.
Selama periode mudik Lebaran 2026 ini. ASDP menerapkan stimulus ekonomi dari oemerintah di sektor transportasi berupa diskon tarif jasa kepelabuhanan sebesar 100 persen atau setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.
Diskon berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.
Kebijakan single tarif juga diberlakukan di Merak (13 Maret 12.00 WIB–20 Maret 15.00 WIB) dan Bakauheni (23 Maret 00.00 WIB–29 Maret 24.00 WIB) bagi golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan lebih merata.
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya.
Pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen. Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, ASDP optimistis mobilitas masyarakat tetap lancar sekaligus menjaga konektivitas logistik selama arus mudik dan balik.
ASDP mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau website Ferizy sejak H-60, tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket, serta pastikan ketika membeli tiket agar mengisi data identitas secara lengkap dan benar demi akurasi manifest serta keselamatan pelayaran.
“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” tutur Heru. (Mut/Syam)