Penerbangan Terancam Cybercrime, AirNav Indonesia Siapkan Tim Hacker

Kamis, 13 November 2025, 17:21 WIB
Penerbangan Terancam Cybercrime,  AirNav Indonesia  Siapkan Tim Hacker
Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standar AirNav Indonesia, Capt. Nur Cahyo Purnomo (kiri) bersama Direktur Operasi Setio Anggoro (kanan) di Ciwidey, Bandung, saat berlangsungnya Media Gathering 12-14 Nopember 2025. Capt. Nur Cahyo Purnomo pastikan kemampuan ketahanan keamanan jaringan siber AirNav Indonesia, dalam menangkal beragam serangan.

BISNISNEWS.id - Transformasi digital  di sektor transportasi udara menghadapi musuh baru dan kerap mengganggu penerbangan. Serangan para penjahat siber (cybercrime) mulai merambah ke bandara, yang bukan saja menyerang  maskapai internasional tapi juga domestik

Cybercrime umumnya melakukan kegiatan  peretasan (hacking) dengan tujuan tertentu, seperti  pencurian data (data breach), penipuan online (phishing), bahkan ada yang  sengaja melakukan penyebaran  virus.

Kendati diakui banyak pihak, saat ini serangannya di dalam negeri baru sebatas perubahan jadwal penerbangan, namun tidak menutup kemungkinan para penjahat siber itu akan menyerang sisi ruang udara di bagian navigasi pengaturan udara.

Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standar AirNav Indonesia, Capt. Nur Cahyo Purnomo membenarkan potensi ancaman itu.

Kekhawatiran tersebut, ungkapnya, menjadi sangat serius dan harus segera diantipasi dengan menyiapkan garda pengamanan khusus wilayah udara, yakni tim  Cyber Security Insident  Response Team (CSIRT).

Pasukan ini memiliki tugas pokok, menangani insiden dan  serangan siber di lingkungan yang berdampak kepada sistem kenavigasian penerbangan.

Tim  khusus yang memiliki keahlian teknis  tertinggi  di bidang komputer dan jaringan atau Hacker ini, ungkap Capt. Nur Cahyo Purnomo, diberikan pendidikan khusus, untuk mengamankan jaringan yang dimiliki AirNav Indonesia.

" Tim hacker yang kami kirim mengikuti pendidikan khusus ini adalah hacker yang bekerja untuk meningkatkan keamanan sistem, dari serangan hacker jahat yang akan membobol  kita punya pertahanan," jelasnya.

Capt. Nur Cahyo menyebutkan, sejumlah langkah strategis yang dilakukan, menjadi bukti kehandalan pertahanan jaringan. " Berdasarkan evaluasi cyber security maturity level perum LPPNPI telah mencapai level 4. Kami berkolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara atau  BSSN dalam pertukaran informasi  ancaman dan pencegahan insiden siber," jelasnya.

Dalam dunia siber dikenal  ada white hat hacker dan  black hat hacker. " Hacker yang kami sekolahkan adalah hacker baik, sebagai garda terdepan melakukan pengamanan perangkat jaringan, sehingga pelayanan kenavigasian penerbangan tetap aman," ungkapnya.

Seperti diketahui, black hat hacker kerapkali melakukan peretasan (hacking) dengan motif jahat, yang kerjanya melakukan kejahatan.  Tapi ada juga  hacker yang bekerja berdasarkan pesanan misalnya mencuri data atau informasi rahasia, mencuri uang, menghancurkan sistem atau data serta ada pula yang menguji keamanan sistem sebuah lembaga atau perusahaan.

Bandara dan Maskapai Korban Hacker

Berdasarkan data, sejumlah bandara dan maskapai  di dunia yang pernah menjadi korban hacker , diantaranya Amsterdam Schiphol.

Bandara Amsterdam Schipol ini  menjadi target hacker yang menyamar sebagai maskapai penerbangan besar. Hacker tersebut berusaha mengelabui bisnis agar terlibat dalam komunikasi palsu dengan pemasok dan mitra.

Maskapai nasional Jepang, yakni  Japan Airlines,  sistemnya berhasil diretas, yang berakibat  terjadinya  delay atau penundaan penerbangan domestik dan internasional di bandara-bandara Jepang.

Peristiwa mengenaskan yang menimbulkan korban jiwa akibat Cybercrime atau  black hat hacker menimpa  bandara Internasional Muhammad Ali, Louisville, sebuah  pesawat kargo UPS meledak dan jatuh setelah lepas landas, menewaskan tiga orang dan melukai 11 lainnya.

Cybercrime juga terjadi pada sejumlah lembaga pemerintah, perbankan  dan penerbangan di Indonesia. Diantaranya, serangan Ransomware pada Bank Syariah Indonesia (2022) yang menyebabkan gangguan layanan. BRI  pada 2021, menimpa data kartu kredit BRI Life. Data pelanggan BRI Life dikabarkan bocor dan dijual di internet.

Pada 2019 Bank Mandiri juga mengalami serangan phishing menargetkan beberapa nasabah Bank Mandiri. Pada 2016, maskapai Citilink  diretas. Berdasarkan informasi pelakunya adalah  remaja 19 tahun.

Selain itu, BPJS  Kesehatan pada 2021 sempat mengalami kebocoran data. Pada 2019 peretasan juga dialami  Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Situs KPU diserang oleh peretas yang mencoba mengubah data hasil pemilu.

(Syam)

Populer Industri

Berita Industri

Bank BSN Tingkatkan Sinergi Antarbank untuk Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

17/10/2026, 22:02 WIB

BISNISNEWS.id - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperkuat sinergi dan peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan