Pesawat Perintis PK-RCY Dibakar di Lapter Balinggama, Papua Pegunungan
Kamis, 02 Juli 2026, 13:35 WIB
BISNISNEWS.id - Pegunungan Jayawijaya Papua semakin tidak aman, pagi ini, Kamis (2/7/2026)
sebuah pesawat perintis milik PT AMA dengan registrasi PK-RCY yang baru saja mendarat dibakar.
Insiden pembakaran yang diperkirakan terjadi pada pukul 09.15 WIT di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan,
Dalam insiden pembakaran pesawat tersebut, pilot pesawat Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa satu orang pilot dan tujuh penumpang.
Pesawat perintis milik PT AMA dengan registrasi PK-RCY dilaporkan mendarat di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT.
Tidak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area sekitar lapter tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang tidak kondusif.
Sebelum penerbangan dilaksanakan, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik.
Namun demikian, berdasarkan laporan awal, tidak terdapat penyampaian informasi mengenai situasi keamanan dari Lapangan Terbang Balinggama sebelum pesawat mendarat.
Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga telah menerima laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena yang menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia. Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang.
Saat ini, PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena dan instansi terkait masih melakukan pendalaman serta verifikasi kronologi kejadian untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini serta akan terus berkoordinasi dengan operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memperoleh informasi yang akurat serta memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan sesuai ketentuan. (Syam)