Ruas Jalan Layang MBZ Masih Didominasi Kendaraan Keluar Kota
Sabtu, 17 Januari 2026, 20:26 WIB
BISNISNEWS.id - Periode libur panjang akhir pekan, PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (PT JJC) mencatat pergerakan kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) cukup tinggi.
Arus kendaraan itu meninggalkan Jakarta mulai terlihat ramai memasuki Tol Layang MBZ sejak Jumat 16 Januari 2026 tepatnya pada hari H libur Isra Mikraj 2026.
Berdasarkan hasil rekapitulasi volume lalu lintas harian, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang MBZ tercatat sebanyak 39.932 kendaraan, meningkat 89,11 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang berada di angka 21.116 kendaraan.
Angka ini mencerminkan masih tingginya aktivitas perjalanan masyarakat yang memanfaatkan momentum libur panjang.
Sementara itu, volume kendaraan menuju Jakarta tercatat sebanyak 27.330 kendaraan, mengalami kenaikan 28,67 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 21.240 kendaraan.
Dibandingkan dengan arus meninggalkan Jakarta, peningkatan kendaraan menuju Jakarta relatif lebih sedikit, menandakan mayoritas pengguna jalan masih berada dalam fase perjalanan liburan keluar Jakarta.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ pada Jumat, 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 67.262 kendaraan atau meningkat 58,50 persen dari lalu lintas normal sebanyak 42.356 kendaraan.
Peningkatan tersebut mencerminkan optimalnya pemanfaatan Ruas Jalan Layang MBZ sebagai bagian dari jaringan jalan tol dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Isra Mikraj 2026.
PT JJC terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif serta memastikan kesiapan layanan operasional guna menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan selama periode libur Isra Mikraj 2026.
Terkait kelancaran dan keamanan PT JJC mengimbau pengguna jalan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan.
Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kecukupan daya listrik dan bahan bakar minyak (BBM), serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan.(Mut/Syam)