Sepanjang Januari 2026, KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara
Senin, 02 Februari 2026, 11:07 WIB
Sepanjang Januari 2026, KAI Angkut 983.036 Ton Barang Non Batu Bara
BISNISNEWS.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengunumkan, sepanjang Januari 2026 telah mengangkut 983.036 ton barang non batu bara.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel.
Kereta api dinilai konsisten menghadirkan kepastian waktu tempuh, kapasitas angkut besar, serta pola operasional yang terukur, sehingga menjadi pilihan logistik yang kompetitif bagi berbagai sektor industri.
Adapun komoditas yang diangkut KAI meliputi semen, petikemas, BBM, hasil perkebunan, serta barang ritel. Keragaman muatan ini menandakan fleksibilitas layanan KAI dalam menjawab kebutuhan distribusi lintas sektor, mulai dari industri dasar, energi, hingga pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Anne menjelaskan bahwa angkutan semen dan hasil perkebunan berkontribusi penting bagi kelancaran pasokan material pembangunan dan komoditas unggulan daerah.
Di sisi lain, layanan petikemas dan ritel berperan menjaga kesinambungan distribusi barang konsumsi, terutama pada koridor-koridor logistik utama yang menghubungkan pusat produksi dan pasar.
Dari aspek energi, angkutan BBM oleh KAI mendukung ketahanan pasokan nasional melalui pola pengiriman yang terjadwal dan terkontrol.
Moda kereta api memungkinkan pengangkutan dalam volume besar dengan tingkat efisiensi yang stabil, sehingga membantu menjaga ketersediaan energi bagi sektor transportasi, industri, dan rumah tangga.
Lebih lanjut, kinerja angkutan barang KAI berkontribusi pada pengurangan beban lalu lintas jalan raya. Peralihan distribusi ke jalur rel membantu menekan kepadatan angkutan darat, meningkatkan keselamatan transportasi, serta mendukung upaya efisiensi biaya logistik secara agregat di tingkat nasional.
Anne menambahkan bahwa KAI terus memperkuat layanan angkutan barang melalui optimalisasi sarana, prasarana, serta kolaborasi dengan mitra logistik. Pengembangan terminal, peningkatan keandalan rangkaian, dan integrasi antarmoda menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan.
“Ke depan, KAI berkomitmen melanjutkan penguatan angkutan barang sebagai salah satu pilar bisnis perusahaan. Dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan pasar, KAI menargetkan layanan logistik yang semakin relevan, efisien, dan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kelancaran distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Anne. (Syam)