Soekarno-Hatta dan Halim Serta Enam Bandara Lainnya Masih Berstatus Closed
Senin, 07 September 2026, 10:20 WIB
BISNISNEWS.id - AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.
Pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
Adapun pembaruan statusnya sebagai berikut:Adapun
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status CLOSED, mulai pukul 08.20 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, mulai pukul 08.30 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status CLOSED, mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), status CLOSED, mulai pukul 08.35 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status CLOSED, mulai pukul 08.37 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Sementara itu, Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026.
Penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan. (Syam)