Belasan Kapal Evakuasi Penumpang KMP Batumandi Yang Terbakar di Merak
Selasa, 20 Oktober 2026, 22:44 WIB
BISNISNEWS.id - Evakuasi para penumpang dan awak kapal KMP Batumandi yang terbakar di alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore, melibatkan sekitar puluhan kapal pendukung.
Diantaranya, kapal TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006.
Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menyampaikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Disebutkan, hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Prioritas utama dalam penanganan kejadian ini, ungkapnya, memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
“Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat. Begitu menerima informasi kejadian, petugas segera melakukan koordinasi dengan VTS Merak, unsur pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan kebakaran secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Yogie.
Berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Pelabuhan Merak.
Petugas VTS segera menyampaikan informasi keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.
"Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara itu untuk sumber api masih harus didalami," ujar Yogie.
Yogie menegaskan bahwa proses penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tambahnya.
Yogie mengungkapkan penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Informasi mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi. (Syam)