Hadapi Curah Hujan Ekstrem, KAI Siagakan Alat Berat dan Matrial Silokasi Rawan
Jumat, 30 Januari 2026, 13:48 WIB
BISNISNEWS.id - Hadapi cuaca ekstrem, berupa hujan dengan intensitas tinggi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) lakukan antisipasi dengan menemoatkan sejumlah alat berat pada lokasi rawan banjir dan longsor.
Selai itu juga dilakukan penguatan pada lintasan yang sebelumnya terken terjangan banjir, dengan bersiaga oenuh, melalui sistem AMUS ( Alat Material Untuk Siaga
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa KAI telah menyiagakan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem manajemen krisis secara terpadu melalui skema Manajemen Alat Material Untuk Siaga (AMUS).
“KAI terus melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem, khususnya yang berisiko menimbulkan banjir di jalur kereta api. Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama kami, dan seluruh jajaran di lapangan telah disiagakan untuk merespons setiap potensi gangguan secara cepat dan terukur,” ujar Anne.
Sebanyak 355 tenaga ekstra, 861 Petugas Jaga Lintasan (PJL) ekstra, serta Petugas Penjaga Daerah Rawan ekstra yang ditempatkan pada titik-titik dengan tingkat kerawanan tinggi di berbagai wilayah operasional.
“Para petugas ini bekerja dengan sistem siaga 24 jam dan terbagi dalam tiga shift, sehingga pengawasan terhadap kondisi jalur rel dapat dilakukan secara kontinu, baik siang maupun malam,” jelas Anne.
Selain penguatan sumber daya manusia, KAI juga menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di sejumlah lokasi strategis.
Menurut Anne, keberadaan AMUS membuat KAI tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dan preventif dalam mengelola risiko cuaca ekstrem.
“Melalui AMUS, setiap potensi gangguan sudah dipetakan, lengkap dengan skenario penanganannya. Ini membuat respons di lapangan lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih aman bagi perjalanan kereta api,” tambahnya. (Syam)