Kemenhub Inisiasi Pengalihan Pesawat Dari China Ke Berbagai Negara Tujuan
Selasa, 04 Februari 2020, 06:08 WIB
BisnisNews.id -- Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Kemenhub akan segera menginisiasi pemanfaatan/ utilisasi pesawat terbang yang sebelumnya digunakan untuk dari dan tujuan penerbangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China guna digunakan ke daerah potensial lain seperti Australia dan Asia Barat seperti Nepal, India, atau Pakistan.
“(Pesawat itu dialihkan) Untuk tujuan negara – negara yang belum memiliki konektivitas maksimal bisa menjadi solusi penutupan penerbangan ke China saat ini. Masalah ini akan dibahas detail oleh Dirjen Perhubungan Udara,“ ujar Menhub Budi di Jakarta, Senin (3/2/2020).
Saat ini, tercatat lima maskapai nasional yang mengoperasikan penerbangan ke China yaitu Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Lion Air Group dan Sriwijaya Air. Dalam sepekan, ada puluhan penerbangan dari dan menuju China atau sebaliknya.
Sebagai informasi, lanjutnya, menyusul peningkatan skala epidemik virus Korona dan status darurat global yang ditetapkan WHO, dan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Terbatas pada Minggu 2 Ferbuari 2020, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memutuskan melakukan penundaan penerbangan sementara dari dan ke seluruh destinasi di China.
Dikatakan, penundaan penerbangan dari dan menuju China itu berlaku mulai hari Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
Dengan keputusan ini, seluruh maskapai Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari/ke seluruh destinasi di China sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.
Demikian pula maskapai asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.
Pemerintah meminta maskapai nasional maupun asing untuk mempersiapkan diri dengan tetap mengutamakan kepentingan konsumen dan menyampaikan rencana penundaan sedini mungkin sesuai prosedur yang berlaku agar kerugian penumpang dapat diminimalisir.(helmi)