Pemerintah Menyiapkan 39 Lokasi Untuk Membangun Bandara Baru
Senin, 29 Juni 2026, 07:48 WIB
BISNISNEWS.id - Indonesia membutuhkan jaringan bandar udara yang andal untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bandara menjadi sangat penting dan strategis bagi Indonesia yang memiliki ribuan pulau besar dan kecil.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F. Laisa mengatakan, diperlukan sumber daya manusia (SDM) kebandarudaraan sebagai fondasi m3mbangun fan merawat bandar udara yang aman, modern, dan berdaya saing global.
Pemerintah telah menetapkan sebanyak 39 lokasi yang siap dibangun bandara baru untuk melengkapi 257 bandar udara yang saat ini sudah beroperasi, sebagaimana tercantum dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional.
Dengan dibangunnya 39 bandra baru, nantinya Indonesia memiliki total bandara seluruh Indonesia termasuk di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebanyak 296 bandar udara.
" Ke depan, pembangunan bandar udara tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim," kata Lukman, pada saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Sabtu 27 Juni 2026 lalu.
Lukman menjelaskan bahwa pembangunan bandar udara di Indonesia telah dilakukan pada berbagai kondisi geografis yang kompleks, mulai dari kawasan rawa, tanah gambut, pesisir pantai, pegunungan, hingga pulau-pulau kecil. Berbagai tantangan tersebut berhasil diatasi melalui penerapan teknologi rekayasa dan inovasi konstruksi yang terus berkembang.
Keberhasilan pembangunan bandar udara, unhkapnya tidak terlepas dari peran para ahli di berbagai bidang, mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, pengawasan, hingga pengoperasian bandar udara.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi kebandarudaraan nasional.
"Saya berharap IABI menjadi rumah besar bagi para ahli bandar udara Indonesia, melahirkan SDM yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence serta mampu berkontribusi tidak hanya dalam pembangunan bandar udara di Indonesia, tetapi juga pada berbagai proyek kebandarudaraan di tingkat regional maupun global," jelasnya. (Syam)