Senin, 21 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KEAMANAN PENERBANGAN
Kamis, 18 Mei 2017 19:23 WIB

Perluas Larangan Elektronik, IATA Peringatkan Uni Eropa dan AS


Negosiasi Eropa terhadap larangan elektronik AS berhasil - setidaknya untuk saat ini. Pakar industri perjalanan telah memperingatkan bahwa larangan laptop pada penerbangan dari Eropa ke AS bisa membuat bencana ekonomi.

Bisnisnews.id - Asosiasi penerbangan IATA telah meminta Komisi Eropa dan pemerintah AS untuk menerapkan langkah-langkah tambahan keamanan bandara daripada memperluas kontroversi larangan perangkat elektronik di dalam kabin penerbangan, seperti dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam suratnya ke komisaris transportasi Uni Eropa, Violeta Bulc dan sekretaris keamanan negara AS, John Kelly, Direktur Jenderal IATA, Alexandre de Juniac memperingatkan anggotanya memiliki keprihatinan serius mengenai dampak negatif perluasan larangan elektronik di kabin pesawat pada penumpang, penerbangan komersial dan ekonomi global .

Asosiasi tersebut memperkirakan bahwa perluasan larangan terbang dari Eropa akan memiliki dampak negatif yang jauh lebih tinggi dari apa yang sudah ada. Mengutip potensi kesulitan bagi penumpang dan maskapai penerbangan, Juniu menegaskan bahwa penumpang bisnis memilih membatalkan perjalanan daripada laptop diperiksa karena risiko terhadap informasi rahasia.

Sebagai gantinya, dia mengusulkan beberapa langkah alternatif yang akan meningkatkan keamanan sekaligus mengurangi dampak pada maskapai penerbangan dan penumpang kami. Ini termasuk pemeriksaan deteksi peledak secara acak. "Staf keamanan dapat memeriksa perangkat secara visual untuk mengetahui tanda-tanda gangguan dan menanyakan penumpang mengenai tujuan membawa perangkat", kata Juniac.

Dia menambahkan bahwa petugas pendeteksi perilaku dapat ditempatkan untuk patroli baik darat maupun udara dengan anjing yang berfungsi sebagai penghalang. Sementara itu, program traveler terpercaya bisa digunakan untuk mengidentifikasi penumpang berisiko tinggi.

De Juniac mengakui bahwa otoritas negara mungkin perlu menerapkan langkah-langkah keamanan sebagai tanggapan terhadap intelijen ancaman yang kredibel. Tapi dia mengatakan, "Kami mendesak semua regulator untuk mempertimbangkan dampak tindakan tersebut terhadap penumpang, ekonomi dan maskapai penerbangan." (marloft)


Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Mourinho: Chelsea Juara Piala FA Dengan 9 Pemain Bertahan

Bisnisnews.id – Tumpulnya lini serang Manchester United, dikonfirmasi oleh sang pelatih Jose Mourinho akibat dari hilangnya sosok Romelu Lukaku pada saat pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley, (19/5/2018).   “Agak . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Klopp Dambakan Pertemuan Dengan Zidane

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengaku bahwa dirinya sudah tidak sabar menghadapai Real Madrid yang ditukangi Zinedine Zidane dalam final Liga Champions 2017/2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
MASKAPAI ASING
Ethopian Terbangi Langit Jakarta Mulai 17 Juli 2018

Bisnisnews.id - Ethiopian Airlines akan meluncurkan layanan tiga kali seminggu ke Jakarta pada 17 Juli. Rute tersebut akan diterbangkan oleh pesawat B787-8 Dreamliner mewakili koneksi pertama antara Afrika dan Indonesia. CEO Ethiopian . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018
MUBALIG
Menag Dinilai Salah Langkah Soal 200 Nama Penceramah

Bisnisnews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didesak segera menarik kembali 200 nama para mubaligh atau peceramah yang telah dirlisnya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
INFRASTRUKTUR
Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Potensi Wisata di Padang

Bisnisnews.id - Pemerintah mendorong, seluruh potensi pariwisata di Sumatera Barat atau padang harus dikembangkan, seiring perbaikan infrastruktur di kota itu dalam menunjang kelacaran logistik dan perekonomian masyarakat. Terkait . . .
Selengkapnya