Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KEAMANAN PENERBANGAN
Kamis, 18 Mei 2017 19:23 WIB

Perluas Larangan Elektronik, IATA Peringatkan Uni Eropa dan AS


Negosiasi Eropa terhadap larangan elektronik AS berhasil - setidaknya untuk saat ini. Pakar industri perjalanan telah memperingatkan bahwa larangan laptop pada penerbangan dari Eropa ke AS bisa membuat bencana ekonomi.

Bisnisnews.id - Asosiasi penerbangan IATA telah meminta Komisi Eropa dan pemerintah AS untuk menerapkan langkah-langkah tambahan keamanan bandara daripada memperluas kontroversi larangan perangkat elektronik di dalam kabin penerbangan, seperti dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam suratnya ke komisaris transportasi Uni Eropa, Violeta Bulc dan sekretaris keamanan negara AS, John Kelly, Direktur Jenderal IATA, Alexandre de Juniac memperingatkan anggotanya memiliki keprihatinan serius mengenai dampak negatif perluasan larangan elektronik di kabin pesawat pada penumpang, penerbangan komersial dan ekonomi global .

Asosiasi tersebut memperkirakan bahwa perluasan larangan terbang dari Eropa akan memiliki dampak negatif yang jauh lebih tinggi dari apa yang sudah ada. Mengutip potensi kesulitan bagi penumpang dan maskapai penerbangan, Juniu menegaskan bahwa penumpang bisnis memilih membatalkan perjalanan daripada laptop diperiksa karena risiko terhadap informasi rahasia.

Sebagai gantinya, dia mengusulkan beberapa langkah alternatif yang akan meningkatkan keamanan sekaligus mengurangi dampak pada maskapai penerbangan dan penumpang kami. Ini termasuk pemeriksaan deteksi peledak secara acak. "Staf keamanan dapat memeriksa perangkat secara visual untuk mengetahui tanda-tanda gangguan dan menanyakan penumpang mengenai tujuan membawa perangkat", kata Juniac.

Dia menambahkan bahwa petugas pendeteksi perilaku dapat ditempatkan untuk patroli baik darat maupun udara dengan anjing yang berfungsi sebagai penghalang. Sementara itu, program traveler terpercaya bisa digunakan untuk mengidentifikasi penumpang berisiko tinggi.

De Juniac mengakui bahwa otoritas negara mungkin perlu menerapkan langkah-langkah keamanan sebagai tanggapan terhadap intelijen ancaman yang kredibel. Tapi dia mengatakan, "Kami mendesak semua regulator untuk mempertimbangkan dampak tindakan tersebut terhadap penumpang, ekonomi dan maskapai penerbangan." (marloft)


Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya