Sabtu, 25 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KEAMANAN PENERBANGAN
Kamis, 18 Mei 2017 19:23 WIB

Perluas Larangan Elektronik, IATA Peringatkan Uni Eropa dan AS


Negosiasi Eropa terhadap larangan elektronik AS berhasil - setidaknya untuk saat ini. Pakar industri perjalanan telah memperingatkan bahwa larangan laptop pada penerbangan dari Eropa ke AS bisa membuat bencana ekonomi.

Bisnisnews.id - Asosiasi penerbangan IATA telah meminta Komisi Eropa dan pemerintah AS untuk menerapkan langkah-langkah tambahan keamanan bandara daripada memperluas kontroversi larangan perangkat elektronik di dalam kabin penerbangan, seperti dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam suratnya ke komisaris transportasi Uni Eropa, Violeta Bulc dan sekretaris keamanan negara AS, John Kelly, Direktur Jenderal IATA, Alexandre de Juniac memperingatkan anggotanya memiliki keprihatinan serius mengenai dampak negatif perluasan larangan elektronik di kabin pesawat pada penumpang, penerbangan komersial dan ekonomi global .

Asosiasi tersebut memperkirakan bahwa perluasan larangan terbang dari Eropa akan memiliki dampak negatif yang jauh lebih tinggi dari apa yang sudah ada. Mengutip potensi kesulitan bagi penumpang dan maskapai penerbangan, Juniu menegaskan bahwa penumpang bisnis memilih membatalkan perjalanan daripada laptop diperiksa karena risiko terhadap informasi rahasia.

Sebagai gantinya, dia mengusulkan beberapa langkah alternatif yang akan meningkatkan keamanan sekaligus mengurangi dampak pada maskapai penerbangan dan penumpang kami. Ini termasuk pemeriksaan deteksi peledak secara acak. "Staf keamanan dapat memeriksa perangkat secara visual untuk mengetahui tanda-tanda gangguan dan menanyakan penumpang mengenai tujuan membawa perangkat", kata Juniac.

Dia menambahkan bahwa petugas pendeteksi perilaku dapat ditempatkan untuk patroli baik darat maupun udara dengan anjing yang berfungsi sebagai penghalang. Sementara itu, program traveler terpercaya bisa digunakan untuk mengidentifikasi penumpang berisiko tinggi.

De Juniac mengakui bahwa otoritas negara mungkin perlu menerapkan langkah-langkah keamanan sebagai tanggapan terhadap intelijen ancaman yang kredibel. Tapi dia mengatakan, "Kami mendesak semua regulator untuk mempertimbangkan dampak tindakan tersebut terhadap penumpang, ekonomi dan maskapai penerbangan." (marloft)


Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
SAUDI VS IRAN
Putra Mahkota Saudi Juluki Pemimpin Iran 'Hitler Baru'

Bisnisnews.id - Pangeran mahkota Arab Saudi telah memanggil pemimpin tertinggi Iran sebagai Hitler Timur baru, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Menyinggung kekuatan regional yang berkembang di Iran, Mohammed . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
BREXIT
Uni Eropa Beri Inggris Waktu 10 Hari Selesaikan 3 Perkara

Bisnisnews.id - Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan pada hari Jumat 25 November bahwa kesepakatan Brexit pada bulan Desember mungkin saja terjadi tapi menjadi tantangan besar dan memberi Theresa May 10 hari untuk bertindak. Tusk . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
KTT BRUSSELS
Musuhan Dengan Rusia, UE Pengaruhi Enam Negara Bekas Soviet

Bisnisnews.id - Uni Eropa berjanji untuk memperdalam hubungan dengan enam negara bekas Uni Soviet pada hari Jumat 25 November, sebagai upaya melawan pengaruh Rusia, namun memperingatkan mereka bahwa negara-negara tersebut tidak . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
TERORIS
Serangan Masjid Di Sinai Mesir Bunuh 235 orang

Bisnisnews.id - Penyerang bersenjata pada hari Jumat 25 November membunuh setidaknya 235 jamaah dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di provinsi Sinai Utara. Sebuah ledakan bom menghancurkan masjid Rawda kira-kira 40 . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 24 November 2017
ZIMBABWE
Mnangagwa Dilantik Sebagai Presiden

Bisnisnews.id - Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe setelah sebelumnya dipecat oleh pemimpin yang digulingkan Robert Mugabe. Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe pada hari Jumat 24 November, . . .
Selengkapnya