Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

ANCAMAN KEAMANAN
Rabu, 24 Mei 2017 13:37 WIB

Pemerintahan Asia Tenggara Adakan Pertemuan Internasional Kontra Terorisme 


Indonesia mengadakan pertemuan internasional dalam upaya mengatasi masalah terorisme pada 10 Agustus 2016 di Bali. (photo: The Straits Times)

Bisnisnews.id - Pemerintah Asia Tenggara dan Pasifik akan mengadakan pertemuan koordinasi pada bulan Agustus, melawan ancaman keamanan oleh militan ISIS yang kembali ke tanah air dari medan perang Suriah dan Irak, pejabat Australia mengatakan pada hari Rabu.

Jaksa Agung, George Brandis mengatakan bahwa dia akan menjadi koordinator pertemuan puncak di Kota Manado, Indonesia, pada minggu terakhir bulan Agustus yang juga akan dihadiri oleh Malaysia, Filipina dan Selandia Baru. Yang lainnya adalah Wiranto, Menteri Koordinator urusan Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia 

"Fokus pertemuan perdana menteri regional mengenai kontra terorisme adalah kembalinya pejuang militan," Brandis mengatakan kepada komite Senat.

"Ini adalah masalah yang menjadi perhatian terbesar kepala menteri keamanan pemerintah dan negara-negara di wilayah tersebut dalam hal kontra terorisme," tambahnya, dikutip dari The Associated Press.

Ratusan militan kembali ke rumah mereka di kawasan Asia Pasifik karena ISIS kehilangan tanah di Suriah dan Irak. Pejabat khawatir bahwa mereka akan terus merencanakan pembunuhan di tanah air.

Brandis mengatakan, pejabat keamanan sekaligus pemimpin politik akan menghadiri pertemuan puncak tersebut untuk membantu membangun kerja sama operasional di wilayah tersebut.

Indonesia telah menyelenggarakan KTT kontraterorisme di masa lalu, termasuk pertemuan 20 negara di pulau resor Bali pada bulan Agustus tahun lalu.

Brandis, yang bertanggung jawab atas badan mata-mata utama Australia, terbang ke Washington pada bulan Maret untuk melakukan pembicaraan kontraterorisme dengan pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk direktur FBI James Comey, yang dipecat bulan ini.

"Perubahan administrasi di Amerika Serikat sama sekali tidak ada bedanya dengan kesiapan Amerika, khususnya berbagi informasi melalui intelijen komunitas Five Eyes dengan Australia," kata Brandis, mengacu pada jaringan intelijen lima negara yang juga mencakup Inggris, Kanada dan Selandia Baru. (marloft)


Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya