Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

ANCAMAN KEAMANAN
Rabu, 24 Mei 2017 13:37 WIB

Pemerintahan Asia Tenggara Adakan Pertemuan Internasional Kontra Terorisme 


Indonesia mengadakan pertemuan internasional dalam upaya mengatasi masalah terorisme pada 10 Agustus 2016 di Bali. (photo: The Straits Times)

Bisnisnews.id - Pemerintah Asia Tenggara dan Pasifik akan mengadakan pertemuan koordinasi pada bulan Agustus, melawan ancaman keamanan oleh militan ISIS yang kembali ke tanah air dari medan perang Suriah dan Irak, pejabat Australia mengatakan pada hari Rabu.

Jaksa Agung, George Brandis mengatakan bahwa dia akan menjadi koordinator pertemuan puncak di Kota Manado, Indonesia, pada minggu terakhir bulan Agustus yang juga akan dihadiri oleh Malaysia, Filipina dan Selandia Baru. Yang lainnya adalah Wiranto, Menteri Koordinator urusan Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia 

"Fokus pertemuan perdana menteri regional mengenai kontra terorisme adalah kembalinya pejuang militan," Brandis mengatakan kepada komite Senat.

"Ini adalah masalah yang menjadi perhatian terbesar kepala menteri keamanan pemerintah dan negara-negara di wilayah tersebut dalam hal kontra terorisme," tambahnya, dikutip dari The Associated Press.

Ratusan militan kembali ke rumah mereka di kawasan Asia Pasifik karena ISIS kehilangan tanah di Suriah dan Irak. Pejabat khawatir bahwa mereka akan terus merencanakan pembunuhan di tanah air.

Brandis mengatakan, pejabat keamanan sekaligus pemimpin politik akan menghadiri pertemuan puncak tersebut untuk membantu membangun kerja sama operasional di wilayah tersebut.

Indonesia telah menyelenggarakan KTT kontraterorisme di masa lalu, termasuk pertemuan 20 negara di pulau resor Bali pada bulan Agustus tahun lalu.

Brandis, yang bertanggung jawab atas badan mata-mata utama Australia, terbang ke Washington pada bulan Maret untuk melakukan pembicaraan kontraterorisme dengan pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk direktur FBI James Comey, yang dipecat bulan ini.

"Perubahan administrasi di Amerika Serikat sama sekali tidak ada bedanya dengan kesiapan Amerika, khususnya berbagi informasi melalui intelijen komunitas Five Eyes dengan Australia," kata Brandis, mengacu pada jaringan intelijen lima negara yang juga mencakup Inggris, Kanada dan Selandia Baru. (marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya