Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

ANCAMAN KEAMANAN
Rabu, 24 Mei 2017 13:37 WIB

Pemerintahan Asia Tenggara Adakan Pertemuan Internasional Kontra Terorisme 


Indonesia mengadakan pertemuan internasional dalam upaya mengatasi masalah terorisme pada 10 Agustus 2016 di Bali. (photo: The Straits Times)

Bisnisnews.id - Pemerintah Asia Tenggara dan Pasifik akan mengadakan pertemuan koordinasi pada bulan Agustus, melawan ancaman keamanan oleh militan ISIS yang kembali ke tanah air dari medan perang Suriah dan Irak, pejabat Australia mengatakan pada hari Rabu.

Jaksa Agung, George Brandis mengatakan bahwa dia akan menjadi koordinator pertemuan puncak di Kota Manado, Indonesia, pada minggu terakhir bulan Agustus yang juga akan dihadiri oleh Malaysia, Filipina dan Selandia Baru. Yang lainnya adalah Wiranto, Menteri Koordinator urusan Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia 

"Fokus pertemuan perdana menteri regional mengenai kontra terorisme adalah kembalinya pejuang militan," Brandis mengatakan kepada komite Senat.

"Ini adalah masalah yang menjadi perhatian terbesar kepala menteri keamanan pemerintah dan negara-negara di wilayah tersebut dalam hal kontra terorisme," tambahnya, dikutip dari The Associated Press.

Ratusan militan kembali ke rumah mereka di kawasan Asia Pasifik karena ISIS kehilangan tanah di Suriah dan Irak. Pejabat khawatir bahwa mereka akan terus merencanakan pembunuhan di tanah air.

Brandis mengatakan, pejabat keamanan sekaligus pemimpin politik akan menghadiri pertemuan puncak tersebut untuk membantu membangun kerja sama operasional di wilayah tersebut.

Indonesia telah menyelenggarakan KTT kontraterorisme di masa lalu, termasuk pertemuan 20 negara di pulau resor Bali pada bulan Agustus tahun lalu.

Brandis, yang bertanggung jawab atas badan mata-mata utama Australia, terbang ke Washington pada bulan Maret untuk melakukan pembicaraan kontraterorisme dengan pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk direktur FBI James Comey, yang dipecat bulan ini.

"Perubahan administrasi di Amerika Serikat sama sekali tidak ada bedanya dengan kesiapan Amerika, khususnya berbagi informasi melalui intelijen komunitas Five Eyes dengan Australia," kata Brandis, mengacu pada jaringan intelijen lima negara yang juga mencakup Inggris, Kanada dan Selandia Baru. (marloft)


Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 23 November 2017
CANBERRA
Paksa Pengungsi Pergi, Polisi PNG Masuki Kamp Manus

Bisnisnews.id - Polisi Papua Nugini masuk ke kamp pengungsian yang dikelola oleh Australia pada hari Kamis 23 November dan memaksa ratusan orang meninggalkan pusat penahanan di pulau tersebut. Pencari suaka, yang telah dibarikade . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya