Jumat, 28 Juli 2017

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

Rabu, 24 Mei 2017 15:58 WIB

Penyelundupan Narkoba di Soetta Kembali Marak



Bisnisnews.id-Penyelundupan narkotika jenis shabu melalui bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng kembali marak. Hasil operasi petugas gabungan dalam beberapa hari ini menangkap WNA asal Afrika Selatan yang membawa shabu seberat 1.268 gram.

Operasi dengan sandi LIONFISH ASEAN 2017 ini digelar  Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, dan AVSEC (Aviation Security) bandara Soekaro-Hatta, Tangerang itu dilakukan untuk menangkal masuknya barang-barang haram.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari,  Rabu (24/5/201) mengatakan, tertangkangkapnya WNA asal Afrika Selatan itu berawal dari informasi akurat interpol.

Dimana, seorang pria  dengan inisial ORM (42) tersebut berhasil ditangkap
BNN, beserta Interpol, Bea Cukai, Imigrasi, dan Avsec Bandara Soetta.

Arman mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi dari Interpol bahwa akan ada WNA asal Afrika Selatan yang berupaya menyelundupkan narkotika jenis shabu, datang dari Singapura melalui Terminal 2D Bandara Soetta.

"Pada saat mendarat, tersangka langsung kami amankan dan dibawa ke salah satu rumah sakit umum di daerah Jakarta Utara. Ketika dilakukan rontgen, petugas mendapati tersangka menyembunyikan puluhan kapsul berisi Shabu di dalam perutnya," kata Arman di Terminal 2D, Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (24/5/2017).

Dijelaskan,  sebanyak 70 kapsul berisi shabu dengan berat total 1,268 gram yang dikeluarkan dari dalam tubuh tersangka. Dari pengakuannya kepada petgas, tersangka ORM dikendalikan oleh dua orang berinisial E dan MO dari Afrika.

"Dalam pengakuannya tersangka, ia diminta untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia dengan upah 1000 dolar dan menunggu perintah selanjutnya untuk bertemu dengan penerima barang setibanya  di Indonesia," ungkapnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku juga akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Karena barang buktinya diatas satu kilogram maka tersangka terancam dengan hukuman seumur hidup hingga hukuman mati," jelasnya.(Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 28 Juli 2017
LAPORAN KEUANGAN
Kinerja Dua Maskapai Alami Penurunan

Bisnisnews.id - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) melaporkan penurunan laba bersih 8,6 persen untuk kuartal pertama tahun buku 2017-18 dibandingkan tahun lalu, katanya dalam rilis berita pada hari Kamis (27/7/2017). . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
KIM JONG NAM
Dua Tersangka Akan Mengaku Tidak Bersalah

Bisnisnews.id - Dua wanita yang dituduh meracuni saudara pemimpin Korea Utara di bandara akan mengaku tidak bersalah saat berada di pengadilan Malaysia pada hari Jumat 28 Juli, kata pengacara mereka. Warga Indonesia, Siti Aisyah . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
HUB INTERNASIONAL
Lomba Hub Global, Bandara Singapura dan Hong Kong Terancam

Bisnisnews.id - Selama beberapa dekade, Singapura dan Hong Kong telah menjadi titik transit utama yang menghubungkan wisatawan Asia ke dan dari seluruh dunia. Tapi sekarang, banyaknya bandara hub internasional di Asia yang melakukan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
E COMMERCE
Amazon Masuki Asia Tenggara, Dimulai Dari Singapura

Bisnisnews.id - Amazon meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura pada hari Kamis 27 Juli, raksasa ritel online AS pertama ke Asia Tenggara dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Alibaba China. Aplikasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
STRATEGI MASKAPAI
Miliki 12 Anak Perusahaan, AirAsia Akan Konsolidasi Jadi One AirAsia

Bisnisnews.id - CEO AirAsia, Tony Fernandes telah mengatakan bahwa dia ingin mengintegrasikan semua operasi maskapai tersebut ke dalam satu entitas penerbangan tunggal. "Saya mencoba menyatukan AirAsia menjadi satu maskapai menjadi . . .
Selengkapnya