Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

OPERASI GABUNGAN
Rabu, 24 Mei 2017 15:58 WIB

Penyelundupan Narkoba di Soetta Kembali Marak



Bisnisnews.id-Penyelundupan narkotika jenis shabu melalui bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng kembali marak. Hasil operasi petugas gabungan dalam beberapa hari ini menangkap WNA asal Afrika Selatan yang membawa shabu seberat 1.268 gram.

Operasi dengan sandi LIONFISH ASEAN 2017 ini digelar  Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, dan AVSEC (Aviation Security) bandara Soekaro-Hatta, Tangerang itu dilakukan untuk menangkal masuknya barang-barang haram.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari,  Rabu (24/5/201) mengatakan, tertangkangkapnya WNA asal Afrika Selatan itu berawal dari informasi akurat interpol.

Dimana, seorang pria  dengan inisial ORM (42) tersebut berhasil ditangkap
BNN, beserta Interpol, Bea Cukai, Imigrasi, dan Avsec Bandara Soetta.

Arman mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi dari Interpol bahwa akan ada WNA asal Afrika Selatan yang berupaya menyelundupkan narkotika jenis shabu, datang dari Singapura melalui Terminal 2D Bandara Soetta.

"Pada saat mendarat, tersangka langsung kami amankan dan dibawa ke salah satu rumah sakit umum di daerah Jakarta Utara. Ketika dilakukan rontgen, petugas mendapati tersangka menyembunyikan puluhan kapsul berisi Shabu di dalam perutnya," kata Arman di Terminal 2D, Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (24/5/2017).

Dijelaskan,  sebanyak 70 kapsul berisi shabu dengan berat total 1,268 gram yang dikeluarkan dari dalam tubuh tersangka. Dari pengakuannya kepada petgas, tersangka ORM dikendalikan oleh dua orang berinisial E dan MO dari Afrika.

"Dalam pengakuannya tersangka, ia diminta untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia dengan upah 1000 dolar dan menunggu perintah selanjutnya untuk bertemu dengan penerima barang setibanya  di Indonesia," ungkapnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku juga akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Karena barang buktinya diatas satu kilogram maka tersangka terancam dengan hukuman seumur hidup hingga hukuman mati," jelasnya.(Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Kedutaan Amerika Pindah Ke Yerusalem Akhir 2019

Bisnisnews.id - Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem pada akhir 2019 dalam sebuah pidato hari Senin 22 Januari ke parlemen Israel. Saat Pence berbicara, Presiden Palestina . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
EKONOMI GLOBAL
Terdorong Reformasi Pajak AS, IMF Revisi Prospek Ekonomi Dunia

Bisnisnews.id - Perekonomian global pulih secara bersamaan dengan kecepatan lebih kuat, dan akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari pemotongan pajak AS, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Senin 22 Januari. Dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 22 Januari 2018
UMKM
AP I Gelar Pameran dan Peragaan Busana Daerah

Bisnisnews.id – Manajemen PT Angkasa Pura I menggelar  peragaan busana  pakaian daerah yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peragaan  busana diselenggarakan di ruang tunggu domestik Bandara . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONGRES
Menhub Ajak Mahasiswa Membangun Indonesia

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
BPIH
Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Naik 2,58 Persen

Bisnisnews.id - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan bakal naik sebesar 2,58 persen. Usulan kenaikan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan . . .
Selengkapnya