Rabu, 18 Oktober 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

JELANG LEBARAN
Sabtu, 17 Juni 2017 12:32 WIB

Mentan dan Mendag Blusukan Pasar



Bisnisnews.id- Jelang lebaran, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat  Sabtu (17/6/2017) blusukan ke sejumlah pasar. Ketiga pejabat negara itu masuk pasar untuk memastikan harga sembako stabil.

Lokasi pertama yabg dikunjungi ialah Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta. Ketiganya datang dan didampingi perwakilan Bulog dan beberapa BUMD DKI Jakarta seperti PD Pasar Jaya dan Darmajaya.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan stok sembako aman samoai lebaran dan bisa dikendalikan. Stok beras di Cipinang 39.767 ton. Batas amannya di atas 30 ribu ton.

"Cadangan beras di food station terbilang aman. Alhamdulillah bulan puasa tahun ini harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil," kata Djarot Saiful Hidayat di Food Station Cipinang.

 Demikian juga stok gula pasir sebesar 432 ton dan minyak goreng 422 ribu liter. Menurut dia, kestabilan harga komoditas pada tahun 2017 terjadi atas sinergi dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan sejumlah BUMD pasar induk.

Pemerintah tidak ingin harga produk-produk pertanian jatuh di bawah harga acuan, seperti harga cabai keriting dan bawang merah yang turun terlalu tajam.

 Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai DKI Jakarta menjadi barometer terhadap kestabilan harga di kota dan kabupaten lain.

"Melihat kondisi di DKI Jakarta, begitu terjadi kekurangan akan ada gejolak di daerah lain. Beras, gula, bawang indikatornya sangat dilihat dan ditentukan dari pasar induk. Peranan 'food station' memang luar biasa dalam keseimbangan ini,"kata Menteri Enggar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin ketersediaan beras cukup aman hingga Januari 2018. Namun ia meminta agar Bulog menyerap cabai merah keriting dan bawang merah yang turun terlalu tajam agar petani tidak dirugikan.

"Pesan kami cabai harus diserap. Cabai di daerah Sumatera harganya ada Rp2.000. Ini menyedihkan di saat harga cabai naik Rp100 ribu. Bawang merah harganya di Brebes Rp11 ribu. Kalo tidak diantisipasi, dampaknya akan terjadi tahun depan," jelasnya. (Adhitio)

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas

Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas. Serangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 18 Oktober 2017
PENDAPATAN NEGARA
Pariwisata Penyumbang Devisa Terbesar di 2019

Bisnisnews.id-Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dengan nilai mencapai 24 miliar dolar AS melampaui sektor migas dan minyak kelapa sawit . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 18 Oktober 2017
Gaya "Unik" Sandiaga Uno di Acara Syukuran  ....

Bisnisnews.id-Keunikan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam acara Selametan Jakarta, saat dirinya sengaja mencopot satu per satu atribut pakaian dinas upacara (PDU) yang dikenakannya. Kemudian Sandi memberikan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 17 Oktober 2017
TOL LAUT
KM Sabuk Nusantara 93 Milik Ditjen Hubla Diluncurkan

Bisnisnews.id-Steadfast Marine  selesaikan pembangunan kapal perintis ke tujuh dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 17 Oktober 2017
RETORIKA
Korut : Perang Rudal Dapat Dimulai Kapan Saja

Bisnisnews.id - Wakil Duta Besar PBB untuk Korea Utara memperingatkan Senin 16 Oktober bahwa situasi di semenanjung Korea telah mencapai titik sentuh dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja. Kim In-ryong mengatakan kepada . . .
Selengkapnya