Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

UNI EROPA
Senin, 19 Juni 2017 16:42 WIB

Tertunda Lama, Negosiasi Brexit Akhirnya Dimulai


Anggota protokol mengubah bendera Uni Eropa dan Inggris sebelum kedatangan Negosiator Brexit Michel Barnier dan Menlu Inggris David Davis di markas besar Uni Eropa, Brussels, 19 Juni 2017. (AP Photo/Virginia Mayo)

Bisnisnews.id - Setelah hampir setahun, akhirnya Inggris pada hari Senin 19 juni 2016 membuka negosiasi dengan Uni Eropa (UE) tentang rencana meninggalkan blok tersebut yang dijadwalkan pada 2019, yng hasil akhirnya tidak dapat diprediksi.

Tim perunding UE yang dipimpin oleh Michel Barnier telah siap berbulan-bulan, Inggris sempat terhenti prosesnya dua tahun pada 29 Maret. Pada pemilihan awal bulan ini, di mana Perdana Menteri Theresa May kehilangan mayoritas malah menambahkan masalah.

"Masalah besar kami adalah kami tidak memiliki gambaran, tidak tahu sama sekali apa yang Inggris inginkan," kata Manfred Weber dari Jerman, ketua kelompok EPP dari Demokrat. "Negara-negara Uni Eropa lainnya bersatu, namun Inggris dalam kekacauan," katanya dikutip dari Associated Press.

Pemerintah May menyatakan bahwa pihaknya yakin dapat mencapai kesepakatan untuk kepentingan seluruh Inggris." Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya juga mencari kompromi terbaik.

Menteri Luar Negeri Austria, Sebastian Kurz mengatakan, "Jika kita tidak berhasil, kedua belah pihak akan kalah."

Negosiator Inggris, David Davis dan dari Uni Eropa, Barnier memiliki satu isu penting selama minggu-minggu pertama perundingan yaitu membangun kepercayaan setelah berbulan-bulan tawar menawar mengenai jumlah tagihan akhir yang harus dibayar Inggris untuk bisa keluar EU

Setelah referendum 23 Juni 2016 untuk meninggalkan EU, 27 negara lainnya juga ingin memulai perundingan keluar sesegera mungkin sehingga mereka bisa bekerja untuk masa depan mereka sendiri, namun Inggris tampak linglung oleh langkahnya sendiri. Citra Inggris menjadi disfungsional saat berhadapan dengan negosiator UE yang jauh lebih siap.

Namun, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson tetap optimis hari ini dan berpikir bahwa perundingan Brexit akan menghasilkan sebuah resolusi dengan keuntungan dan kehormatan bagi kedua belah pihak.

Johnson meminta orang untuk melihat masa depan lebih jauh. Pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg dia berkata, "Dalam jangka panjang, ini akan bagus untuk Inggris dan bagus untuk seluruh Eropa." (marloft)


 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya