Senin, 25 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Kesra / Berita

CATATAN MENHUB
Selasa, 04 Juli 2017 12:17 WIB

Mudik Lebaran Tahun Ini Kondusif, Kecelakaan Dibawah 60 Persen


Menhub Budi Karya Sumadi

Bisnsnews.id-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengataan, kegiatan mudik lebaran 1438 Hijriah/2017 kondusif dan lancar, meskipun ada catatan. Diantaraya, angka kecelakaan masih terjadi, namun prosentasenya di bawah 60 persen.

Kendati demikian Menhub memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Yaitu Kepolisian, Kementerian PUPR, PT Jasa Marga, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Pertamina, pemerintah daerah, Basaras dan wartawan.

"Alhamdulillah mudik tahun ini lancar dan ada beberapa indikasi positif. Kami sangat menghargai dan mengapresiasi para stakeholder yang terlibat, termasuk wartawan," kata Menhub, selasa (4/7/2017) di Jakarta.

Kata menhub Budi, ndikasi positif pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini adalah angka kecelakaan yang tidak mencapai 60 persen dari jumlah kecelakaan pada masa angkutan Lebaran tahun lalu. Pertumuhan angkutan udara melampaui 10 persen, tingkat keterisian angkutan laut jarak pendek mencapai 80 pesen, dan penurunan angka pemudik dengan kendaraan pribadi.

"Angka kecelakaan turun banyak sekali maksimal yang sekarang ini tidak sampai 60% dari jumlah kecelakaan pada masa angkutan lebaran tahun lalu jadi saya apresiasi yang dilakukan oleh Polri, (kecelakaan) yang paling banyak terjadi di angkutan darat, dan itu terjadinya bukan di jalan nasional tapi malah di jalan daerah di tingkat dua seperti truk, dan sebagainya,"jelasnya. 

Dengan adanya peningkatan pertumbuhan penumpang angkutan udara yang melampaui 10 persen dalam dua tahun ini, Menhub berpendapat ada peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat disamping peningkatan pelayanan operator bandara dan maskapai yang telah berhasil mengurangi tingkat delay.

Pada moda laut, Menhub mengakui jumlah penumpang angkutan laut khususnya jarak jauh belum maksimal. Akan tetapi Menhub optimis untuk angkutan laut jarak pendek seperti rute Jakarta – Semarang dari kapasitas sebanyak 20 ribu penumpang, tingkat keterisiannya sudah mencapai 80%.

Terkait moda kereta api, Menhub mengatakan, permintaan tinggi sekali tidak sebanding dengan supply. Untuk itu pemerintah saat ini akan membangun kereta api dengan peningkatan kecepatan mencapai 150 kilometer/jam. Dengan kereta ini jarak 700 kilometer dapat ditempuh dalam waktu 4,5 jam, tanpa berhenti.

"Pemerintah akan membangun kereta api dengan peningkatan kecepatan mencapai 150 kilometer/jam dari Jakarta-Surabaya yang kapasitasnya bisa meningkat tiga kali lipat dari sekarang,"jelasnya.(Syam S)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 25 September 2017
TRAGEDI KEMANUSIAAN
Memberi Makan Ribuan Pengungsi,  Bangladesh Berharap Bantuan Internasional

Bisnisnews.id-Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan, saat ini Bangladesh sangat membutuhkan bantuan internasional, untuk memberi makan dan melindungi 436.000 orang Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
AIRNAV INDONESIA
Gunung Agung Status AWAS, Sejumlah Penerbangan ke Bali Akan Dialihkan 

Bisnisnews.id-Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) akan mengalihkan sejumlah rute penerbangan tujuan bandara I Gusti Ngurahrai Bali ke sejumlah bandara, menyusul ancaman letusan . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Minggu, 24 September 2017
Nobar Pertandingan  KPK Vs DPR,  Makin Tegang ....

Oleh: Baba Makmun Penulis adalah wartawan senior, tinggal di kawasan Pejaten Timur Jaksel. Bisnisnews.id-Ibarat tengah nonton bareng (nobar) pertandingan sepakbola, 'duel' Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lawan Komisi Pemberantasan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 24 September 2017
SATWA LANGKA
Tiongkok  Pinjamkan  Giant Panda ke  Indonesia Untuk Dikembangbiakan

Bisnisnews.id-Tiongkok pinjamkan sepasang satwa Giant Panda kepada pemerintah Indonesia untuk dikembangbiakan di Taman Safari Indonesia. Giant Panda merupakan salah satu satwa kategori Appendix I CITES yang merupakan satwa endemik . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 24 September 2017
TES RUDAL
AS Tuduh Iran Dan Korut Kerjasama Kembangkan Nuklir

Bisnisnews.id - Presiden Trump menuduh Iran berkolaborasi dengan Korea Utara untuk memperkuat teknologi rudal mereka dalam tweet-nya pada Sabtu 23 Agustus, mengkritik kesepakatan nuklir 2015 antara AS, Iran dan lima negara kuat . . .
Selengkapnya