Sabtu, 18 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Kesra / Berita

CATATAN MENHUB
Selasa, 04 Juli 2017 12:17 WIB

Mudik Lebaran Tahun Ini Kondusif, Kecelakaan Dibawah 60 Persen


Menhub Budi Karya Sumadi

Bisnsnews.id-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengataan, kegiatan mudik lebaran 1438 Hijriah/2017 kondusif dan lancar, meskipun ada catatan. Diantaraya, angka kecelakaan masih terjadi, namun prosentasenya di bawah 60 persen.

Kendati demikian Menhub memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Yaitu Kepolisian, Kementerian PUPR, PT Jasa Marga, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Pertamina, pemerintah daerah, Basaras dan wartawan.

"Alhamdulillah mudik tahun ini lancar dan ada beberapa indikasi positif. Kami sangat menghargai dan mengapresiasi para stakeholder yang terlibat, termasuk wartawan," kata Menhub, selasa (4/7/2017) di Jakarta.

Kata menhub Budi, ndikasi positif pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini adalah angka kecelakaan yang tidak mencapai 60 persen dari jumlah kecelakaan pada masa angkutan Lebaran tahun lalu. Pertumuhan angkutan udara melampaui 10 persen, tingkat keterisian angkutan laut jarak pendek mencapai 80 pesen, dan penurunan angka pemudik dengan kendaraan pribadi.

"Angka kecelakaan turun banyak sekali maksimal yang sekarang ini tidak sampai 60% dari jumlah kecelakaan pada masa angkutan lebaran tahun lalu jadi saya apresiasi yang dilakukan oleh Polri, (kecelakaan) yang paling banyak terjadi di angkutan darat, dan itu terjadinya bukan di jalan nasional tapi malah di jalan daerah di tingkat dua seperti truk, dan sebagainya,"jelasnya. 

Dengan adanya peningkatan pertumbuhan penumpang angkutan udara yang melampaui 10 persen dalam dua tahun ini, Menhub berpendapat ada peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat disamping peningkatan pelayanan operator bandara dan maskapai yang telah berhasil mengurangi tingkat delay.

Pada moda laut, Menhub mengakui jumlah penumpang angkutan laut khususnya jarak jauh belum maksimal. Akan tetapi Menhub optimis untuk angkutan laut jarak pendek seperti rute Jakarta – Semarang dari kapasitas sebanyak 20 ribu penumpang, tingkat keterisiannya sudah mencapai 80%.

Terkait moda kereta api, Menhub mengatakan, permintaan tinggi sekali tidak sebanding dengan supply. Untuk itu pemerintah saat ini akan membangun kereta api dengan peningkatan kecepatan mencapai 150 kilometer/jam. Dengan kereta ini jarak 700 kilometer dapat ditempuh dalam waktu 4,5 jam, tanpa berhenti.

"Pemerintah akan membangun kereta api dengan peningkatan kecepatan mencapai 150 kilometer/jam dari Jakarta-Surabaya yang kapasitasnya bisa meningkat tiga kali lipat dari sekarang,"jelasnya.(Syam S)

 

Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
DOPING
WADA Tetap Suspensi Rusia

Bisnisnews.id - Badan Anti-Doping Dunia tetap suspensi sementara Rusia pada hari Kamis (16/11/2017), meningkatkan kemungkinan larangan untuk ikut pada Olimpiade Musim Dingin Februari di Pyeongchang. Pertemuan Dewan WADA di Seoul . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 18 November 2017
LIBANON
Tuduh Saudi Tahan PM, Hariri Lakukan Perjalanan Ke Prancis

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri akan berkunjung ke Prancis dalam beberapa hari mendatang, sebuah sumber kepresidenan Prancis mengatakan pada hari Rabu (15/11/2017), setelah Beirut menuduh Arab Saudi menahannya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 17 November 2017
INFRASTRUKTUR
KEMENKEU: Tiga Sumber Pendanaan Pembangunan

Bisnisnews.id -  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan sumber pembiayaan infrastruktur nasional bukan melulu bertumpu pada APBN namun juga dari BUMN dan swasta.  Diperlukan inovasi pembiayaan agar publik bisa . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 17 November 2017
POLITIK
Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI

Bisnisnews.id - Pemerintah Inggris mendukung wilayah Papua dan Papua Barat tetap berada dalam kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, di Sorong, Kamis, mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 17 November 2017
KUDETA
Sang Istri Grace, Pemicu Jatuhnya Robert Mugabe

Bisnisnews.id - Presiden tertua di dunia, Robert Mugabe akhirnya turun tahta juga setelah militer mengambil alih kekuasaan secara paksa dan langsung mengendalikan pemeritahan Zinbabwe. Sedangkan Mugabe dan keluarganya dijamin . . .
Selengkapnya