Jumat, 28 Juli 2017

Home/ Industri / Perbankan / Berita

Rabu, 05 Juli 2017 08:40 WIB

Rupiah Diprediksi Bakal  Terus Melemah  



Bisnisnews.id -  Pelepasan misil rudal Korea Utara dan naiknya nilai dolar AS menjadi pemicu sulitnya Rupiah menguat. Nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada kisaran level support 13.415 dan resisten 13.395.

Pengaruh lain peluncuran misil Korea Utara yang telah menyulut ketegangan juga ikut mempengaruhi indeks saham  Asia.

Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada mengakui, bahwa ketegangan politik kawasan berpengaruh besar terhadap nilai tukar  mata uang di Asia.

" Meningkatnya potensi ketegangan politik kawasan berpengaruh," kata, Rabu (5/7/2017).

Pengaruh lain yang ikut menyulut ialah
pernyataan Bank Sentral Australia yang telah diantisipasi sebelumnya berimbas pada pelemahan dolar Australia.

Kondisi itu makin menambah terdepresiasinya sejumlah mata uang Asia dan sekitarnya terhadap dolar AS dan Rupiah pun ikut terkena imbasnya.

Pengaruh eksternal yang menyebabkan melemahnya nilai tukar Rupiah itu juga diprediksi akan terus berlanjut. Dimana permintaan dolar AS  akan meningkat setelah di pekan sebelumnya mengalami pelemahan.

Pengaruh positsif dalam negeri juga tidak berpengaruh banyak untuk mendongkrak nilai tukar Rupiah.

Pergerakan dolar AS  yang cenderung menguat dibarengi harga minyak mentah yang kembali melemah membuat laju Rupiah berpotensi kembali tertahan.

Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran support 13.420 dan resisten 13.369. (Adhitio/Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 28 Juli 2017
LAPORAN KEUANGAN
Kinerja Dua Maskapai Alami Penurunan

Bisnisnews.id - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) melaporkan penurunan laba bersih 8,6 persen untuk kuartal pertama tahun buku 2017-18 dibandingkan tahun lalu, katanya dalam rilis berita pada hari Kamis (27/7/2017). . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
KIM JONG NAM
Dua Tersangka Akan Mengaku Tidak Bersalah

Bisnisnews.id - Dua wanita yang dituduh meracuni saudara pemimpin Korea Utara di bandara akan mengaku tidak bersalah saat berada di pengadilan Malaysia pada hari Jumat 28 Juli, kata pengacara mereka. Warga Indonesia, Siti Aisyah . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
HUB INTERNASIONAL
Lomba Hub Global, Bandara Singapura dan Hong Kong Terancam

Bisnisnews.id - Selama beberapa dekade, Singapura dan Hong Kong telah menjadi titik transit utama yang menghubungkan wisatawan Asia ke dan dari seluruh dunia. Tapi sekarang, banyaknya bandara hub internasional di Asia yang melakukan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
E COMMERCE
Amazon Masuki Asia Tenggara, Dimulai Dari Singapura

Bisnisnews.id - Amazon meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura pada hari Kamis 27 Juli, raksasa ritel online AS pertama ke Asia Tenggara dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Alibaba China. Aplikasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
STRATEGI MASKAPAI
Miliki 12 Anak Perusahaan, AirAsia Akan Konsolidasi Jadi One AirAsia

Bisnisnews.id - CEO AirAsia, Tony Fernandes telah mengatakan bahwa dia ingin mengintegrasikan semua operasi maskapai tersebut ke dalam satu entitas penerbangan tunggal. "Saya mencoba menyatukan AirAsia menjadi satu maskapai menjadi . . .
Selengkapnya