Senin, 24 Juli 2017

Home/ Opini / / Berita

Sabtu, 08 Juli 2017 11:40 WIB

Jakarta Ubah Kebijakan, Manfaat 3 in 1 Baru Terasa


(Photo: Dita Alangkara / Associated Press)

Bisnisnews.id - Perubahan kebijakan di Jakarta secara tidak sengaja mengajarkan pengemudi manfaat lebih car pooling atau biasa dikenal 3 in 1.

Definisi sederhana Car pooling adalah 'berbagi perjalanan dalam satu arah tujuan'. Berbagi berarti menggunakan kendaraan secara bersama-sama dan menanggung biaya bahan bakar/tol secara bersama-sama. Selain lebih hemat, sistem ini dapat menekan jumlah penggunaan kendaraan pribadi.

Ketika kendaraan di jalan utama menuju kawasan bisnis Jakarta diharuskan memiliki 3 penumpang pada jam sibuk, dibutuhkan sekitar 2,8 menit untuk bergerak sejauh 1 kilometer antara pukul 7 pagi dan 8 malam dengan kecepatan sekitar 13 mil per jam. Pada saat puncak kemacetan, pengemudi bisa menunggu hingga 4,4 menit untuk jarak hanya 1 kilometer.

Sekarang para ekonom memiliki bukti bahwa kebijakan carpool di Jakarta berjalan dengan baik. Ketika tiba-tiba dibatalkan, lalu lintas berubah jadi mengerikan.

Dengan menggunakan data Google Maps yang dikumpulkan dari ponsel Android, periset dari Harvard dan MIT menghitung bahwa kecepatan bolak balik melambat 0,98 menit per kilometer pada pagi hari dan ditambah 2,5 menit per kilometer di malam hari. Artinya terjadi 46 persen peningkatan waktu komuter di pagi hari dan 87 persen di malam hari, menurut laporan di jurnal Science edisi Jumat.

Hasil akhirnya, kendaraan sebelum ada pembatasan carpools, merangkak sepanjang 19,2 km per jam pada pagi hari, nassnya dalam perjalanan pulang mereka bahkan tidak mencapai 11,2 km per jam.

Ekonom MIT dan penulis studi Benjamin Olken menggambarkannya sebagai hanya sedikit lebih cepat daripada jalan kaki.

Kebijakan carpooling di Jakarta pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992. Mobil-mobil pribadi di Jalan Sudirman harus memiliki tiga atau lebih penumpang antara jam 7 pagi - 10 pagi dan antara pukul 16.30 - 7 malam. Pelanggaran 3 in 1 didenda maksimal 500 ribu rupiah.

"Kebijakan itu belum tentu populer," tulis penulis penelitian tersebut. Banyak orang Indonesia merasa skeptis bahwa peraturan tersebut kemacetan, terutama karena pengemudi bisa mengatasinya dengan menyewa joki.

Hal tersebut mendorong gubernur Jakarta untuk mengakhiri kebijakan carpool 3 in 1 pada bulan Maret 2016. Perubahan tersebut, katanya, akan mulai berlaku dalam waktu sekitar seminggu.

Itu adalah skenario sempurna untuk apa yang oleh para ekonom disebut sebagai eksperimen alami. Olken dan rekan penulisnya, Rema Hanna dari Sekolah Dokumenter Harvard dan Gabriel Kreindler dari MIT mulai melakukan riset.

Dua hari setelah kebijakan baru diumumkan, mereka mulai mengumpulkan data lalu lintas pengemudi di Jalan Sudirman. Mereka juga mengumpulkan data pengemudi di dua jalan alternatif Jalan Sudirman yang tidak pernah mengikuti kebijakan carpool. Data Google Maps diambil sebagai sampel, setiap 10 menit selama lebih dari sebulan.

Tidak hanya lalu lintas di jalan utama memburuk setelah peraturan carpool diangkat, namun juga memburuk pada rute alternatif di tengah hari dan pada jam sibuk malam hari, hasil temuan para periset itu.

Penjelasan paling sederhana untuk data tersebut adalah bahwa ada lebih banyak lalu lintas di seluruh kota begitu carpools tidak lagi dibutuhkan, menurut penelitian tersebut.

Para peneliti kemudian memperluas analisis dan memasukkan Jalan Gatot Subroto, jalur 3 in 1 lainnya dan 8 jalan alternatif. Sekali lagi, lalu lintas memburuk tidak hanya di jalan Gatot Subroto, tetapi juga di jalan alternatif, di mana penundaan meningkat 21 persen pada siang hari dan 29 persen pada jam sibuk malam hari serta 34 persen pada jam berikutnya.

Para ekonom tampaknya terkejut dengan besarnya efek samping, yang menurut mereka cukup luar biasa dan jauh lebih besar daripada Los Angeles, yaitu ketika pemogokan pekerja angkutan umum di 2003 atau London, dimana pengemudi harus membayar biaya kemacetan untuk berkendara di pusat kota antara jam 7 pagi dan 6 sore.

Insentif yang berbeda untuk carpooling baru-baru ini disarankan oleh para periset di University of Waterloo. Bissan Ghaddar, seorang ahli dalam riset operasi menganalisis lewat Twitter tentang mobil penumpang potensial dan menemukan jaringan sosial, ciri kepribadian, dan lokasi geo masing-masing orang. Mereka kemudian menggunakan model perjodohan untuk mensimulasikan bagaimana perilaku carpooler yang kompatibel di dua kota besar. Total penggunaan mobil turun sebesar 57 persen di Roma dan 40 persen di San Francisco, tulis mereka dalam Riset Transportasi Sub C.

"Sebagai carpooler itu sendiri, saya tidak bisa melebih-lebihkan pentingnya kompatibilitas." kata Ghaddar. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya