Selasa, 22 Agustus 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Regulasi / / Berita

KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 17 Juli 2017 18:47 WIB

Diblokir, Telegram Hapus Konten Teroris



Bisnisnews.id - Pendiri Telegram, Pavel Durov mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan membuat tim moderator untuk menghapus konten yang berhubungan dengan teroris karena kekhawatiran terhadap propaganda ISIS.

Telegram akan membuat tim moderator untuk menghapus konten yang terkait dengan teroris di Indonesia, kata Pavel Durov pada hari Minggu (16/7/2017), setelah pemerintah mengancam memblokir aplikasi pesan terenkripsi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pada hari Jumat (14/7/2017) bahwa mereka akan memblokir akses ke Telegram jika perusahaan tersebut tidak mengembangkan prosedur untuk menghapus konten ilegal dari salurannya, yang menunjukkan kekhawatiran bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk menyebarkan propaganda radikal dan teroris. Sebagai langkah awal, Kominfo memerintahkan penyedia layanan untuk memblokir akses ke Telegram versi web.

Pada hari Minggu (16/7/2017), Durov mengatakan bahwa Telegram telah memblokir saluran yang dilaporkan oleh pemerintah, dan perusahaan tersebut akan mengambil langkah tambahan untuk menghapus konten ilegal.

"Kami membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan tentang budaya dan bahasa Indonesia untuk dapat memproses laporan tentang konten yang berhubungan dengan teroris, lebih cepat dan akurat," kata Durov seperti dikutip Associated Press.

Telegram telah menghadapi kritik dari otoritas pemerintah di seluruh dunia karena telah menyediakan platform terenkripsi yang menjadi aplikasi pilihan bagi para teroris. Durov secara terbuka menolak otoritas untuk mengakses pesan terenkripsi, dengan mengatakan bahwa mereka akan merusak privasi dan keamanan bagi jutaan pengguna.

"Telegram sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi, tapi kami bukan teman teroris. Sebenarnya, setiap bulan kami memblokir ribuan saluran publik yang terkait dengan ISIS," tambah Durov menurut The Wall Street Journal.

Polisi di Indonesia mengatakan bahwa tersangka militan telah mengaku menggunakan Telegram untuk mengkoordinasikan rencana serangan dan bahwa platform tersebut digunakan untuk membagikan instruksi pembuatan bom juga.

Pejabat di seluruh Asia Tenggara telah menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kehadiran milisi yang berafiliasi dengan ISIS, setelah sebuah kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan ISIS merebut kota Marawi di Filipina pada bulan Mei. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Agustus 2017
ASIAN GAMES
Bendera Indonesia Terbalik, Situs Web Malaysia Diserang

Bisnisnews.id - Peretas Indonesia mengklaim telah menyerang beberapa situs web Malaysia karena bendera Indonesia dicetak terbalik dalam buku panduan acara olah raga regional. Kesalahan tersebut memicu kemarahan di Indonesia selama . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Agustus 2017
KECELAKAAN KAPAL
Kapal AS Tabrakan Dengan Kapal Tanker, 10 Awak Hilang

Bisnisnews.id - Kapal rudal USS John S. McCain yang rusak signifikan pada lambungnya merapat pada Senin 21 Agustus di pangkalan angkatan laut Singapura setelah tabrakan dengan kapal tanker minyak. Beberapa kapal dari beberapa . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Agustus 2017
KAMPANYE KESELAMATAN
Kerjasama Yang Baik Dapat Menurunkan Angka Kecelakaan

Bisnisnews.id-Persiapan yang baik akan mengurangi resiko kecelakaan, sehingga perlu ada kerjasama yang baik antara masyarakat dan instansi terkait lainnya. "Pelaksanaan Kampanye ini menunjukkan rasa tanggung jawab dan bentuk . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Agustus 2017
IBADAH HAJI 2017
Satu Jamaah Calon Haji Palopo Meninggal Dunia

Bisnisnews.id-Abdul Ghani bin Abdul Hamid, jemaah calon haji Indonesia asal Sulawesi Tengah meninggal dunia di Mekkah Arab Saudi, Sabtu 19/8/3017 pukul 19.30 waktu setempat. Abdul Ghani Bin Abdul Hafid Tang (69) jamaah Kloter . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Agustus 2017
BALAP SEPEDA
GPN 2017 Dapat Apresiasi Walikota Dan Masyarakat Palopo

Binisnews.id - Gowes Pesona Nusantara (GPN) 2017 diharapkan bisa membangkitkan semangat beroleharaga masyarakat Palopon, Sulawesi Selatan. Selain untuk kesehatan, melalui kegiatan ini masyarakat bisa meningkatkan rasa kebersamaan.GPN . . .
Selengkapnya