Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Regulasi / / Berita

KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 17 Juli 2017 18:47 WIB

Diblokir, Telegram Hapus Konten Teroris



Bisnisnews.id - Pendiri Telegram, Pavel Durov mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan membuat tim moderator untuk menghapus konten yang berhubungan dengan teroris karena kekhawatiran terhadap propaganda ISIS.

Telegram akan membuat tim moderator untuk menghapus konten yang terkait dengan teroris di Indonesia, kata Pavel Durov pada hari Minggu (16/7/2017), setelah pemerintah mengancam memblokir aplikasi pesan terenkripsi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pada hari Jumat (14/7/2017) bahwa mereka akan memblokir akses ke Telegram jika perusahaan tersebut tidak mengembangkan prosedur untuk menghapus konten ilegal dari salurannya, yang menunjukkan kekhawatiran bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk menyebarkan propaganda radikal dan teroris. Sebagai langkah awal, Kominfo memerintahkan penyedia layanan untuk memblokir akses ke Telegram versi web.

Pada hari Minggu (16/7/2017), Durov mengatakan bahwa Telegram telah memblokir saluran yang dilaporkan oleh pemerintah, dan perusahaan tersebut akan mengambil langkah tambahan untuk menghapus konten ilegal.

"Kami membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan tentang budaya dan bahasa Indonesia untuk dapat memproses laporan tentang konten yang berhubungan dengan teroris, lebih cepat dan akurat," kata Durov seperti dikutip Associated Press.

Telegram telah menghadapi kritik dari otoritas pemerintah di seluruh dunia karena telah menyediakan platform terenkripsi yang menjadi aplikasi pilihan bagi para teroris. Durov secara terbuka menolak otoritas untuk mengakses pesan terenkripsi, dengan mengatakan bahwa mereka akan merusak privasi dan keamanan bagi jutaan pengguna.

"Telegram sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi, tapi kami bukan teman teroris. Sebenarnya, setiap bulan kami memblokir ribuan saluran publik yang terkait dengan ISIS," tambah Durov menurut The Wall Street Journal.

Polisi di Indonesia mengatakan bahwa tersangka militan telah mengaku menggunakan Telegram untuk mengkoordinasikan rencana serangan dan bahwa platform tersebut digunakan untuk membagikan instruksi pembuatan bom juga.

Pejabat di seluruh Asia Tenggara telah menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kehadiran milisi yang berafiliasi dengan ISIS, setelah sebuah kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan ISIS merebut kota Marawi di Filipina pada bulan Mei. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Aktivitas Arus Balik di Bandara Adi Sutjipto dan Sumarmo Lancar

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan pemantauan atus balilboemydik di  Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan  Bandara Adi Sumarmo Solo. "Hari ini secara marathon saya mengunjungi dua bandara . . .
Selengkapnya