Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Nusantara / Berita

PAPUA TIMUR
Kamis, 03 Agustus 2017 00:42 WIB

Polisi Tembaki Penduduk Tak Bersenjata, Satu Orang Tewas



Bisnisnews.id - Polisi menembaki penduduk desa asli Papua, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, termasuk dua anak. Konfrontasi terjadi setelah pekerja sebuah perusahaan di daerah terpencil menolak untuk membawa penduduk desa yang sekarat ke rumah sakit.

Parlemen Deiyai ​​di Papua timur telah meminta penangkapan perwira yang terlibat dalam penembakan tersebut pada hari Selasa (1/8/2017) dan penarikan brigade mobil.

Kepala distrik, Fransiskus Bobii, mengatakan pada hari Rabu (2/8/2017) bahwa satu orang terbunuh dan dia berusaha menenangkan ketegangan antara polisi dan penduduk desa.

Laporan polisi mengatakan seorang pria berusia 28 tahun ditembak dan meninggal seketika. Dikatakan empat orang lainnya luka-luka namun Santon Tekege, imam Katolik di Deiyai dan seorang penduduk desa yang menyaksikan penembakan tersebut, Elias Pakage, mengatakan jumlah korban luka ada tujuh termasuk dua anak.

"Tidak ada tembakan peringatan sama sekali," kata Pakage. "Petugas segera menembaki penduduk desa yang tidak bersenjata."

Berdasarkan informasi dari kepolisian dan Pakage, konflik terjadi setelah manajer sebuah perusahaan konstruksi di daerah tersebut menolak membawa penduduk desa yang tidak sadar ke rumah sakit yang sekitar satu jam perjalanan jauhnya, karena takut disalahkan jika orang tersebut meninggal dalam perjalanan .

Beberapa jam kemudian, dengan pria tersebut tampaknya tewas, penduduk desa mengkonfrontasi para pekerja tersebut dan menculik satu orang, kata polisi. Polisi pergi ke desa tersebut dan mengatakan diserang oleh batu dan panah sehingga ditanggapi dengan tembakan peringatan, kata polisi, tanpa menjelaskan penyebab kematian dan luka-luka.

Pakage membantah pernyataan polisi tersebut.

"Kami tidak menculik pekerja, itu tidak benar, itu hanya alasan mereka menyerang kami," katanya.

Dilansir dari berita nasional Miami Herald, pemuda desa memang melemparkan batu ke polisi namun tidak ada anak panah, sementara satu pekerja yang ketakutan melarikan diri dari perusahaan namun dirawat dengan baik dan kemudian kembali ke perusahaan tersebut, kata Pakage.

Pemerintah membatasi media melaporkan kejadian di dua provinsi paling timur ini, terutama wartawan asing, terlepas dari pengumuman Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 bahwa media bebas melakukan perjalanan ke sana. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya