Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

DUGAAN SUAP
Jumat, 13 Oktober 2017 15:52 WIB

Menhub Batal Hadir Memenuhi Panggilan Penyidik KPK


Mantan Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono

Bisnisnews.id-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi batal datang memenuhi panggilan  penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini (Jumat, 13/10/2017) sebagai saksi untuk tersangka Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan dan Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono dalam kasus suap.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Baitul Ihwan dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, saat bersamaan Menhub menghadiri kegiatan para Menteri Transportasi negara-negara ASEAN. Acara tersebut digelar di Singapura, sejak Kamis (12/10/2017).

"Jadi pada prinsipnya, Menhub siap membantu KPK," jelas  Ihwan.

Ihwan menegaskan bahwa pihaknya telah memberi tahu  penyidik KPK dan akan menjadwalkan ulang. "Kami sudah memberitahu penyidik KPK. Nanti akan dijadwalkan," jelasnya.

Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati sebelumnya menjelaskan, penyidik KPK hari ini ( Jumat 13/10/2017) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai saksi  perkara suap untuk melemgkapi berkas penyidikan tersangka Adiputra Kurniawan dan  Antonius Tonny Budiono.

Selain memanggil Menhub Budi,  penyidik KPK juga memanggil saksi lain yaitu  Komas Susyawati dan Oscar Budiono dari swasta.

Dirjen Perhubungan Laut A.Tonny Budiono ditangkap KPK pada Rabu (23/8). Dia diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

KPK mengamankan 33 tas berisi uang dengan berbagai jenis mata uang dengan total Rp 18,9 miliar. Ada 7 mata uang, yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), poundsterling (GBP), dong Vietnam (VND), euro, ringgit Malaysia (RM), dan rupiah (IDR).

Selain itu, KPK mengamankan empat kartu ATM yang salah satunya tersisa saldo Rp 1,174 miliar. ATM itu disiapkan untuk membayar 'setoran' kepada Tonny. Total Rp 20 miliar ini merupakan barang bukti terbanyak yang diamankan KPK dari operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam penggeledahan terakhir, diamankan sekitar 50 barang yang terdiri dari keris, tombak, dan batu cincin dari mes perwira Ditjen Hubla Bahtera Suaka, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. (Rayza/Syam S)



Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya