Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Otomotif / Berita

KORPORASI JEPANG
Jumat, 27 Oktober 2017 16:45 WIB

Seperti Nissan, Mobil Subaru Diinspeksi Staf Tak Bersertifikat


Subaru mengakui staf yang tidak bersertifikat memeriksa kendaraan selama lebih dari 30 tahun (AFP)

Bisnisnews.id - Staf Subaru yang tidak bersertifikat telah melakukan inspeksi kendaraan di beberapa pabrik selama puluhan tahun, laporan media mengatakan pada hari Jumat 27 Oktober. Produsen mobil ini menjadi perusahaan Jepang terbaru yang terkena skandal.

Investigasi internal menemukan bahwa praktik tersebut telah berlangsung selama 30 tahun yang tampaknya sama seperti yang terjadi pada Nissan, menurut kantor berita Kyodo News dan media Jepang lainnya.

Laporan tersebut membuat saham Subaru turun lebih dari 3,0 persen pada awal perdagangan sebelum mengakhiri sesi pagi di 17,50 dolar, turun 1,93 persen.

Juru bicara Subaru di Tokyo menolak untuk mengomentari laporan tersebut dan mengatakan bahwa produsen mobil tersebut masih melakukan penyelidikan internal mengenai masalah tersebut.

Seorang eksekutif Subaru mengatakan beberapa inspeksi di dua pabrik di barat laut Tokyo dilakukan oleh pekerja yang belum mendapatkan sertifikasi, kata Kyodo.

"Praktik ini telah dilakukan lebih dari 30 tahun," kata eksekutif tersebut.

Hingga 300.000 kendaraan bisa terpengaruh, kata harian bisnis Nikkei.

Subaru menjual sekitar satu juta kendaraan setiap tahunnya.

Berita tersebut muncul setelah Nissan mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya akan menarik 1,21 juta mobil di pasar dalam negeri setelah muncul kasus bahwa staf yang tidak memenuhi syarat melakukan pemeriksaan akhir terhadap kendaraan sebelum dikirim ke dealer dan konsumen.

Pengakuan itu terjadi saat produseb baja besar asal Jepang Kobe Steel mengatakan bahwa mereka telah memalsukan data secara sistematis pada beberapa produk yang dikirim ke ratusan klien. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
PENGANGGURAN
Ciptakan Entrepreuner, Facebook Latih 65,000 Orang Perancis

Bisnisnews.id - Facebook mengatakan pada hari Senin 22 Januari bahwa mereka akan melatih 65.000 orang Prancis dalam keterampilan digital secara gratis, untuk membantu wanita dan pengangguran memulai bisnisnya dan bisa kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya