Rabu, 25 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Otomotif / Berita

KORPORASI JEPANG
Jumat, 27 Oktober 2017 16:45 WIB

Seperti Nissan, Mobil Subaru Diinspeksi Staf Tak Bersertifikat


Subaru mengakui staf yang tidak bersertifikat memeriksa kendaraan selama lebih dari 30 tahun (AFP)

Bisnisnews.id - Staf Subaru yang tidak bersertifikat telah melakukan inspeksi kendaraan di beberapa pabrik selama puluhan tahun, laporan media mengatakan pada hari Jumat 27 Oktober. Produsen mobil ini menjadi perusahaan Jepang terbaru yang terkena skandal.

Investigasi internal menemukan bahwa praktik tersebut telah berlangsung selama 30 tahun yang tampaknya sama seperti yang terjadi pada Nissan, menurut kantor berita Kyodo News dan media Jepang lainnya.

Laporan tersebut membuat saham Subaru turun lebih dari 3,0 persen pada awal perdagangan sebelum mengakhiri sesi pagi di 17,50 dolar, turun 1,93 persen.

Juru bicara Subaru di Tokyo menolak untuk mengomentari laporan tersebut dan mengatakan bahwa produsen mobil tersebut masih melakukan penyelidikan internal mengenai masalah tersebut.

Seorang eksekutif Subaru mengatakan beberapa inspeksi di dua pabrik di barat laut Tokyo dilakukan oleh pekerja yang belum mendapatkan sertifikasi, kata Kyodo.

"Praktik ini telah dilakukan lebih dari 30 tahun," kata eksekutif tersebut.

Hingga 300.000 kendaraan bisa terpengaruh, kata harian bisnis Nikkei.

Subaru menjual sekitar satu juta kendaraan setiap tahunnya.

Berita tersebut muncul setelah Nissan mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya akan menarik 1,21 juta mobil di pasar dalam negeri setelah muncul kasus bahwa staf yang tidak memenuhi syarat melakukan pemeriksaan akhir terhadap kendaraan sebelum dikirim ke dealer dan konsumen.

Pengakuan itu terjadi saat produseb baja besar asal Jepang Kobe Steel mengatakan bahwa mereka telah memalsukan data secara sistematis pada beberapa produk yang dikirim ke ratusan klien. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN
Maskapai Asing Kuasai 52 Persen Pasar Indonesia

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, harusnya penerbangan merah putih menjadi raja di Asia Tenggara (Asean). Mengingat jumlah penduduk Indonesia 41 persen dari total penduduk Asean dan pasar yang sangat . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN USAHA
AP II Hormati Putusan Majelis KPPU, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) menegaskan, pihaknya menghormati putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, Selasa (24/4/2018), terkait dugaan praktik monopoli dalam Pelayanan Kargo . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
BILATERAL
Indonesia Jadi Tuan Rumah SOMY ke-9 2018

Bisnisnews.id –  Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY) ke-9 pada 2-5 Mei 2018 di Hotel Grand Sahid, Jakarta.   Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
KPPU
AP II Kembali Tersandung Praktek Monopoli di Bandara Kualanamu, Denda Rp 6,5 Miliar

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) kembali tersandung jeratan hukum praktek monopoli layanan kargo udara di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang Sumatera Utara, menyusul putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
TINJU
Daud Kembali Masuk ke Jalur Perebutan Juara Dunia

Bisnisnews.id – Petinju kebanggan Indonesia Daud Yordan sukses menundukan petinju asal Rusia Pavel malikov di DIVS, Ekaterinburg, Minggu 22 April 2018. Atas kemenangan tersebut daud sukses meraih gelar juara kelas ringan . . .
Selengkapnya