Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KONSUMEN
Sabtu, 13 Januari 2018 00:03 WIB

Susu Lactalis Perancis Terkontaminasi Salmonela


Emmanuel Besnier (AFP)

Bisnisnews.id - Emmanuel Besnier, anggota keluarga di balik salah satu kelompok susu terbesar dunia sering disebut miliarder tak terlihat, tidak diketahui oleh publik Prancis dan bahkan oleh karyawannya sendiri, kini harus menghadapi masyarakat terkait skandal salmonela.

Tapi sebuah protes bahwa perusahaan tersebut menyembunyikan wabah salmonella di pabrik yang memproduksi susu bubuk membuat Besnier, CEO yang jarang menunjukkan wajahnya di depan umum, dipanggil kementerian keuangan Prancis pada hari Jumat 12 Januari.

Dibuat pada tahun 1933 oleh kakek Besnier, susu Lactalis telah menjadi raksasa industri dengan penjualan tahunan sekitar 20,6 miliar dolar.

Dengan 246 lokasi produksi di 47 negara, produknya membentang sepanjang lorong supermarket.

Dua dari merek tersebut, susu bayi Picot dan Milumel, menjadi subyek kekacauan internasional dan ditarik pada pertengahan Desember setelah puluhan anak-anak jatuh sakit.

Sebanyak 35 anak di Prancis telah jatuh sakit akibat kontaminasi salmonella, mendorong juru bicara perusahaan, Michel Nalet untuk meminta maaf sekali lagi kepada orang tua pada hari Kamis 11 Januari.

Otoritas kesehatan Prancis mengatakan pada hari Jumat bahwa seorang anak di Spanyol juga jatuh sakit setelah minum susu bayi Lactalis, sementara kasus lain sedang diselidiki di Yunani.

Nalet juga mengatakan bahwa Lactalis berkolaborasi baik dengan pejabat Prancis, sebuah klaim yang ditolak oleh menteri ekonomi Prancis yang semakin jengkel, Bruno Le Maire, pada hari Jumat.

"Jika ada kolaborasi yang sempurna, saya tidak perlu menandatangani perintah pada tanggal 9 Desember yang menuntut penarikan kembali lebih dari 600 pengiriman susu bayi," kata Le Maire kepada televisi Prancis.

Menteri Pertanian Stephane Travert mengatakan bahwa dia berharap Besnier akan mengatasi kontaminasi tersebut di depan publik setelah pertemuannya dengan pejabat kementerian keuangan.

"Saya pikir itulah yang diharapkan warga negara kita," katanya seperti dikutip dari AFP. (marloft)

Baca Juga

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 23 April 2018
PILPRES
Jokowi: Jangan Recoki Degan Urusan Elektabilitas

Bisnisnews.id - Presiden Joko Widodo menngatakan, dirinya masih sangat fokus memimpin pemerintahan dan meneyelesaikan pekerjaan yang belum selesai dan jangan direcoki oleh beragam elektabilitas. "Saya masih fokus konsentrasi pada . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
7.000 Personil Polri Diterjunkan Amankan Demo Ojek Daring di DPR/MPR

Bisnisnews.id - Polda Metro Jaya menurunkan 7.000 personil untuk mengamankan aksi unjuk rasa pengemudi ojek daring (online) di depan Gedung DPR/MPR RI Senin (23/4/2018). Kelompok massa bernama Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia . . .
Selengkapnya