Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KONSUMEN
Sabtu, 13 Januari 2018 00:03 WIB

Susu Lactalis Perancis Terkontaminasi Salmonela


Emmanuel Besnier (AFP)

Bisnisnews.id - Emmanuel Besnier, anggota keluarga di balik salah satu kelompok susu terbesar dunia sering disebut miliarder tak terlihat, tidak diketahui oleh publik Prancis dan bahkan oleh karyawannya sendiri, kini harus menghadapi masyarakat terkait skandal salmonela.

Tapi sebuah protes bahwa perusahaan tersebut menyembunyikan wabah salmonella di pabrik yang memproduksi susu bubuk membuat Besnier, CEO yang jarang menunjukkan wajahnya di depan umum, dipanggil kementerian keuangan Prancis pada hari Jumat 12 Januari.

Dibuat pada tahun 1933 oleh kakek Besnier, susu Lactalis telah menjadi raksasa industri dengan penjualan tahunan sekitar 20,6 miliar dolar.

Dengan 246 lokasi produksi di 47 negara, produknya membentang sepanjang lorong supermarket.

Dua dari merek tersebut, susu bayi Picot dan Milumel, menjadi subyek kekacauan internasional dan ditarik pada pertengahan Desember setelah puluhan anak-anak jatuh sakit.

Sebanyak 35 anak di Prancis telah jatuh sakit akibat kontaminasi salmonella, mendorong juru bicara perusahaan, Michel Nalet untuk meminta maaf sekali lagi kepada orang tua pada hari Kamis 11 Januari.

Otoritas kesehatan Prancis mengatakan pada hari Jumat bahwa seorang anak di Spanyol juga jatuh sakit setelah minum susu bayi Lactalis, sementara kasus lain sedang diselidiki di Yunani.

Nalet juga mengatakan bahwa Lactalis berkolaborasi baik dengan pejabat Prancis, sebuah klaim yang ditolak oleh menteri ekonomi Prancis yang semakin jengkel, Bruno Le Maire, pada hari Jumat.

"Jika ada kolaborasi yang sempurna, saya tidak perlu menandatangani perintah pada tanggal 9 Desember yang menuntut penarikan kembali lebih dari 600 pengiriman susu bayi," kata Le Maire kepada televisi Prancis.

Menteri Pertanian Stephane Travert mengatakan bahwa dia berharap Besnier akan mengatasi kontaminasi tersebut di depan publik setelah pertemuannya dengan pejabat kementerian keuangan.

"Saya pikir itulah yang diharapkan warga negara kita," katanya seperti dikutip dari AFP. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya