Selasa, 19 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

ENERGI
Selasa, 20 Februari 2018 11:30 WIB

BBM Satu Harga Disalurkan Pada 73 Titik



Bisnisnews.id  - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas)  Fansurullah Asa mengatakan dalam tahun 2018 ini BBM satu harga akan disalurkan melalui  73 titik lokasi.

Prioritas utama ialah wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dan Indonesia timur di Papua dan Papua Barat.

Disebutkan, dari  73 titik yang ditargetkan pada tahun ini, 67 lokasi akan dibangun PT Pertamina dan enam titik lainnya oleh PT AKR Corporindo.

Lokasi penyalur BBM Satu Harga yang sudah selesai pembangunannya dan siap diresmikan sekitar dua pekan mendatang, yaitu berada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

"Tahun ini kami usulkan awalnya cuma 54 lokasi, tetapi setelah bertemu Pertamina dan swasta, dinaikkan menjadi 73 titik," kata Ifan,  panggilan akrab  Fansullah Asa Senin (19/2/2018)  seperti dilansir Antaranews saat menemui Ketua MPR RI Zulkifili Hasan, di Kompleks DPR/ MPR Jakarta.

Selama 2017, BPH Migas mencatat pembangunan SPBU penyalur BBM Satu Harga mencapai 57 titik yang terdiri dari 54 titik oleh Pertamina dan tiga titik oleh AKR Corporindo.

Dalam audiensi dengan Ketua MPR, BPH Migas juga mengusulkan adanya subpenyalur BBM Satu Harga untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi serta memastikan harga BBM yang dijual sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Ifan memaparkan rasio jumlah penduduk Indonesia dengan SPBU yang tersedia tidak sebanding, padahal idealnya satu SPBU melayani 35 ribu orang dengan rata-rata radius 300 kilometer. Sedangkan, saat ini Indonesia baru mempunyai sekitar 7.000 SPBU.

Menurut dia, pembangunan subpenyalur BBM lebih efisien karena hanya membutuhkan biaya investasi sekitar Rp50 juta sampai dengan Rp100 juta yang dikelola melalui sistem koperasi atau badan usaha milik desa (Bumdes).

"Jumlah penduduk begitu banyak. Kalau dipaksakan bangun SPBU tidak ada yang mau karena tidak masuk keekonomiannya. Balik modal bisa 20 tahun misalnya, belum lagi biaya angkut Pertamina. Maka itu, muncul subpenyalur," jelasnya. (Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Persija, Persebaya dan Persib Dipertemukan di Stadion PTIK

Bisnisnews.id – Berita baik kali ini datang dari tim Ibu Kota Persija Jakarta, dimana laga Macan Kemayoran kala berhadapan dengan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung kini telah ditetapkan akan bergulir di Stadion Perguruan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Harapan FOSBI Anak Indonesia Tampil di Piala Dunia

Bisnisnews.id - Ketua Umum Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI), Zuchli Imran Putra dan Sekretaris Umum, Anwar Sadat, mengajak masyarakat yang kini tengah merayakan  Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, ikut menghadirkan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
KECELAKAAN KAPAL
KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Puluhan Korban Belum Ditemukan

Bisnisnews.id  -  Musibah tenggelamnya kapal penumpang kembali terulang. Kali ini menimpa kapal KM Sinar Bangun  yang membawa 80 orang penumpang di perairan Danau Toba  Parapat Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik Dari Sumatera Ke Jawa Melalui Merak Tercatat 125.194 Penumpang

 Bisnisnews.id -  Sampai  H+1  atau Senin (18/6/2018)? jumlah pemudik yang sudah  kembali menyeberang  dari Sumatera ke Pulau Jawa  dengan berbagai tujuan  diantaranya Jakarta tercatat  . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ARUS BALIK
KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Lepas Keberangkatan Pemudik Kembali Ke Jakarta

Bisnisnews.id -  KM. Dobonsolo berangkatkan 1.006 orang pemudik gratis  dan 407 unit sepeda motor  yang akan kembali ke Jakarta dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (18/6/2018). . . .
Selengkapnya