Jumat, 25 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Metropolitan / Jabodetabek / Berita

DESTINASI WISATA
Jumat, 20 April 2018 18:44 WIB

Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir



Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan kumuh.

Pelabuham di bawah pengendalian  Indonesia Port Corporation (IPC) atau Pelindo II itu terkesan bukan lagi kawasan pelabuhan heritage karena terdapat  gunungan pasir dan aktivitas bongkar muat truk pasir  yang diduga menjadi penyebab rusaknya jalan.

Humas PT IPC  Sofyan Gumelar mengakui Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan heritage oleh Pemda DKI Jakarta. Namun, kata Sofyan,  kegiatan pelabuhan sebagai bongkar muat tetap berjalan.

"Memang Sunda Kelapa sebagai pelabuhan heritage tapi tetap ada sisi komersialnya sebagai pelabuhan," jelas Sofyan.

Ditanya soal  kumuhnya pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan heritage karena adanya kegiatan  pangkalan pasir,  dikatakan tidak tahu  kalau ada kegiatan seperti itu.

Pelabuhan tertua yang sudah ditetapkan  sebagai destinasi wisata Jakarta idealnya bersih dan nyaman. Sunda Kelapa dijadikan pelabuhan heritage karena memiliki nilai sejarah  sebagai awal berdirinya kota Batavia diabad ke lima hingga menjadi kota Jakarta seperti sekarang ini.

Di pelabuhan ini sebelumnya  sangat menarik perhatian wisatawan  lokal dan asing dengan hamparan pantai dan kapal Pelayaran rakyat (Pelra) atau phinisi. Namun sekarang ini, nyaris tidak ada wisatawan berkunjung.

Sekarang ini di pelabuhan heritage itu hanya ramai  oleh puluhan truk tronton mengangkut pasir keluar masuk pelabuhan mengakibatkan jalan di pelabuhan banyak rusak berlubang dan licin saat hujan.

Gunungan pasir asal Bangka ini terlihat sangat mencolok menghampar di lahan ratusan meter persegi Pelabuhan antar pulau kelas III yang telah berjalan tiga tahun.

Pelabuhan rakyat Sunda Kelapa yang semula diperuntukan untuk kegiatan bongkar muat kapal rakyat atau pelabuhanan pengumpan hanya tinggal sebagian saja.

Menurut sejumlah sumber,  ijin yang diberikan awalnya hanya setahun pada Desember 2015 dan diputuskan oleh KSOP Sunda Kelapa bersama Pelindo II tidak akan diperpanjang kontrak penggunaan lahan untuk penimbunan pasir.

Sejumlah perusahaan pelayaran rakyat (Pelra)/kapal kayu menduga ada oknum Pelindo II memperkaya diri dari aktivitas lapak pasir dari Kepulauan Belitung Bangka tersebut.

Dalam kontraknya dengan Pelindo ll tercatat kesepakatan pembayaran kuota pasir 20 ribu M3 setiap bulan. Namun, tiap bulannya volume pasir yang masuk lima sepuluh kali lipat sehingga fee luar kontraknya mencapai ratusan juta rupiah untuk oknum pejabat Pelindo II caban Sunda Kelapa.

General Manager Pelabuhan Sunda Kelapa yang dimintai konfirmasi terkait keberadaan pangkalan pasir  melalui twlepon genggamnya (phonsel) tidak merespon. (Syam S)

 

Arena  -  Kamis, 24 Mei 2018
PEMUDA
Kirab Pemuda 2018 Siap Bergulir 5 Septermber Mendatang

Bisnisnews.id – Untuk mematangkan persiapan Kirab Pemuda 2018, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kirab Pemuda 2018 bersama perwakilan 34 provinsi, dan 100 perwakilan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 24 Mei 2018
ATLET
Menpora Berjanji Tambahkan Anggaran Peralatan Layar

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyetujui penambahan anggaran perlatan untuk Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) jelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.   "Kami . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 24 Mei 2018
TRANSPORTASI
Naik Transjakarta Gratis Selama Asian Games 2018

Bisnisnews.id – Panitia pelaksana Asian Games (INASGOC) berserta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menggelar rapat progres persiapan pesta olahraga bangsa Asia yang akan bergulir 86 hari lagi.   Rapat yang dipimpin . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 24 Mei 2018
INVESTIGASI
Rusia Bertanggung Jawab Di Balik Serangan MH17

Bisnisnews.id - Peneliti internasional telah menyimpulkan bahwa rudal yang menyerang Malaysia Airlines MH17 empat tahun lalu berasal dari unit militer yang berbasis di Rusia. Misil ditembakkan oleh angkatan bersenjata Rusia yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 24 Mei 2018
DIPLOMASI
Trump Tarik Diri Dari KTT Korut

Bisnisnews.id - Presiden AS Donald Trump telah membatalkan pertemuan KTT dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengatakan dunia telah "kehilangan peluang besar untuk perdamaian abadi". Dia mengatakan keputusannya adalah karena . . .
Selengkapnya