Kamis, 24 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

PERUBAHAN IKLIM
Kamis, 05 Januari 2017 21:31 WIB

Investor AS Mulai Bergerak Tinggalkan Kelapa Sawit


UNICEF melakukan penilaian bagaimana dampak budidaya kelapa sawit bagi anak-anak di Indonesia, 51% orang Indonesia buang air di tempat terbuka, 1 dari 5 anak putus sekolah, 5% anak usia 5-17 Indonesia kerja di perkebunan

Bisnisnews.id - Perusahaan keuangan utama di AS mulai melakukan langkaj divestasi dalam bisnis industri kelapa sawit  dan berharap investor lain akan mengikuti. Hal ini dilakukan karena tingkat kesadaran yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim.

Meskipun minyak sawit memiliki banyak kegunaan yang menguntungkan, produksinya telah mengakibatkan perusakan hutan dan hilangnya habitat bagi spesies langka. Perusakan hutan ditenggarai sebagai penyebab utama kedua perubahan iklim setelah pembakaran hutan.

Dalam laporan yang dirilis tahun lalu oleh Friends of the Earth, banyak perusahaan AS yang telah melakukan investasi besar-besaran dan mendapat keuntungan miliaran dolar lewat tebang habis hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Para pendana terbesar, salah satunya adalah Dimensional sebelumnya mengklaim bahwa investasi yang mereka lakukan itu berkelanjutan. Namun pada akhirnya, Dimensional yang mengelola investasi 445 milyar dollar ini, mendivestasi dua portofolio mereka yang semuanya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Bloomberg, Dimensional yang berbasis di Texas telah mencoba untuk meningkatkan kepercayaan dengan melakukan langkah divestasi dari industri yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Bloomberg juga menunjukkan bahwa saham-saham di perkebunan kelapa sawit secara konsisten jatuh lebih parah daripada saham lainnya, membuat divestasi jadi masuk akal karena alasan keuangan juga.

Namun, untuk Friends of the Earth AS, ini adalah awal yang penting. "Kami sangat senang bahwa Dimensional telah melepas investasi menuju deforestasi, dengan cara membersihkan beberapa portofolio-nya dengan perusahaan kelapa sawit bermasalah," kata Jeff Conant, juru kampanye senior hutan internasional.

"Ada lebih banyak yang harus dilakukan oleh Dimensional dan perusahaan investasi AS lainnya, tetapi ini langkah penting pertama untuk bergerak menjauh dari pendanaan praktek kelapa sawit yang merusak, " tambahnya.

Dimensional masih memiliki 27 reksa dana dengan aset lebih dari 700 miliar dollar yang diinvestasikan di lebih dari 44 perusahaan perkebunan kelapa sawit. FoE bekerja dengan Macroclimate akan membantu Dimensional untuk mencapai hasil yang maksimal sambil menghindari masalah keuangan akibat perubahan iklim.

" Jika investor pada skala global mengalihkan modal mereka dari perusahaan yang menyebabkan deforestasi ke alternatif lebih tahan iklim, risiko perubahan iklim berkurang, " kata Mark R Kriss, mitra dari Macroclimate.

Tidak ada keraguan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu pendorong pemanasan global, dan negara-negara Asia, khususnya Indonesia, telah dinobatkan sebagai salah satu pelanggar terburuk. Penelitian ilmiah yang diterbitkan pada bulan September jelas menunjukkan kerusakan yang bisa disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit, demikian artikel Climate News Network menuliskan.

Terlepas dari usaha Uni Eropa melabeli barang yang mengandung minyak kelapa sawit alternatif, tetap itu adalah sebuah perjuangan berat, karena hampir setengah dari semua produk supermarket mengandung minyak dari sumber berkelanjutan. (marloft/syam)


Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 23 Mei 2018
SINERGI BUMN
AP II dan AirNav Indonesia Tandatangani Kerjasama Jasa Kebandarudaraan

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (Persero) agau AP II bersinergi dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding . . .
Selengkapnya

 

Info Pasar  -  Rabu, 23 Mei 2018
PERDAGANGAN
harga Minyak Mentah Menurun

Bisnisnews.id - Harga minyak AS melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga tahun di sesi sebelumnya. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 23 Mei 2018
NAVIGASI
Bandara Kertajati Majalengka Siap Melayani Angkutan Haji

Bisnisnews.id - Sisi udara Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka siap operasi. Dalam jangka pendek yang akan dilayani ialah angkutan mudik lebaran dan pelayanan haji 2018. Direktur Utama AirNav Indonesia Novie . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Mei 2018
MASTER
Games yang Melahirkan Seorang Utut Adianto

Bisnisnews.id – Buku pecatur legendaris Amerika Serikat, Bobby Fischer, yang berjudul My 60 Memorable Games ternyata memiliki sejarah dan cerita panjang yang melahirkan seorang atlet catur kebanggaaan Indonesia Utut Adianto.    Ada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Mei 2018
BOLA
Evan Dimas Berharap Kontrak Luis Milla Diperpanjang

Bisnisnews.id – Pemain timnas Indonesia U-23 Evan Dimas Darmono menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung Luis Milla Aspas terkait perpanjangan kontrak dirinya oleh PSSI. Seperti diketahui kontrak Milla akan habis setelah . . .
Selengkapnya