Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

PERUBAHAN IKLIM
Kamis, 05 Januari 2017 21:31 WIB

Investor AS Mulai Bergerak Tinggalkan Kelapa Sawit


UNICEF melakukan penilaian bagaimana dampak budidaya kelapa sawit bagi anak-anak di Indonesia, 51% orang Indonesia buang air di tempat terbuka, 1 dari 5 anak putus sekolah, 5% anak usia 5-17 Indonesia kerja di perkebunan

Bisnisnews.id - Perusahaan keuangan utama di AS mulai melakukan langkaj divestasi dalam bisnis industri kelapa sawit  dan berharap investor lain akan mengikuti. Hal ini dilakukan karena tingkat kesadaran yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim.

Meskipun minyak sawit memiliki banyak kegunaan yang menguntungkan, produksinya telah mengakibatkan perusakan hutan dan hilangnya habitat bagi spesies langka. Perusakan hutan ditenggarai sebagai penyebab utama kedua perubahan iklim setelah pembakaran hutan.

Dalam laporan yang dirilis tahun lalu oleh Friends of the Earth, banyak perusahaan AS yang telah melakukan investasi besar-besaran dan mendapat keuntungan miliaran dolar lewat tebang habis hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Para pendana terbesar, salah satunya adalah Dimensional sebelumnya mengklaim bahwa investasi yang mereka lakukan itu berkelanjutan. Namun pada akhirnya, Dimensional yang mengelola investasi 445 milyar dollar ini, mendivestasi dua portofolio mereka yang semuanya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Bloomberg, Dimensional yang berbasis di Texas telah mencoba untuk meningkatkan kepercayaan dengan melakukan langkah divestasi dari industri yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Bloomberg juga menunjukkan bahwa saham-saham di perkebunan kelapa sawit secara konsisten jatuh lebih parah daripada saham lainnya, membuat divestasi jadi masuk akal karena alasan keuangan juga.

Namun, untuk Friends of the Earth AS, ini adalah awal yang penting. "Kami sangat senang bahwa Dimensional telah melepas investasi menuju deforestasi, dengan cara membersihkan beberapa portofolio-nya dengan perusahaan kelapa sawit bermasalah," kata Jeff Conant, juru kampanye senior hutan internasional.

"Ada lebih banyak yang harus dilakukan oleh Dimensional dan perusahaan investasi AS lainnya, tetapi ini langkah penting pertama untuk bergerak menjauh dari pendanaan praktek kelapa sawit yang merusak, " tambahnya.

Dimensional masih memiliki 27 reksa dana dengan aset lebih dari 700 miliar dollar yang diinvestasikan di lebih dari 44 perusahaan perkebunan kelapa sawit. FoE bekerja dengan Macroclimate akan membantu Dimensional untuk mencapai hasil yang maksimal sambil menghindari masalah keuangan akibat perubahan iklim.

" Jika investor pada skala global mengalihkan modal mereka dari perusahaan yang menyebabkan deforestasi ke alternatif lebih tahan iklim, risiko perubahan iklim berkurang, " kata Mark R Kriss, mitra dari Macroclimate.

Tidak ada keraguan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu pendorong pemanasan global, dan negara-negara Asia, khususnya Indonesia, telah dinobatkan sebagai salah satu pelanggar terburuk. Penelitian ilmiah yang diterbitkan pada bulan September jelas menunjukkan kerusakan yang bisa disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit, demikian artikel Climate News Network menuliskan.

Terlepas dari usaha Uni Eropa melabeli barang yang mengandung minyak kelapa sawit alternatif, tetap itu adalah sebuah perjuangan berat, karena hampir setengah dari semua produk supermarket mengandung minyak dari sumber berkelanjutan. (marloft/syam)


Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Kedutaan Amerika Pindah Ke Yerusalem Akhir 2019

Bisnisnews.id - Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem pada akhir 2019 dalam sebuah pidato hari Senin 22 Januari ke parlemen Israel. Saat Pence berbicara, Presiden Palestina . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
EKONOMI GLOBAL
Terdorong Reformasi Pajak AS, IMF Revisi Prospek Ekonomi Dunia

Bisnisnews.id - Perekonomian global pulih secara bersamaan dengan kecepatan lebih kuat, dan akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari pemotongan pajak AS, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Senin 22 Januari. Dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 22 Januari 2018
UMKM
AP I Gelar Pameran dan Peragaan Busana Daerah

Bisnisnews.id – Manajemen PT Angkasa Pura I menggelar  peragaan busana  pakaian daerah yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peragaan  busana diselenggarakan di ruang tunggu domestik Bandara . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONGRES
Menhub Ajak Mahasiswa Membangun Indonesia

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
BPIH
Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Naik 2,58 Persen

Bisnisnews.id - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan bakal naik sebesar 2,58 persen. Usulan kenaikan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan . . .
Selengkapnya