Sabtu, 18 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

PERUBAHAN IKLIM
Kamis, 05 Januari 2017 21:31 WIB

Investor AS Mulai Bergerak Tinggalkan Kelapa Sawit


UNICEF melakukan penilaian bagaimana dampak budidaya kelapa sawit bagi anak-anak di Indonesia, 51% orang Indonesia buang air di tempat terbuka, 1 dari 5 anak putus sekolah, 5% anak usia 5-17 Indonesia kerja di perkebunan

Bisnisnews.id - Perusahaan keuangan utama di AS mulai melakukan langkaj divestasi dalam bisnis industri kelapa sawit  dan berharap investor lain akan mengikuti. Hal ini dilakukan karena tingkat kesadaran yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim.

Meskipun minyak sawit memiliki banyak kegunaan yang menguntungkan, produksinya telah mengakibatkan perusakan hutan dan hilangnya habitat bagi spesies langka. Perusakan hutan ditenggarai sebagai penyebab utama kedua perubahan iklim setelah pembakaran hutan.

Dalam laporan yang dirilis tahun lalu oleh Friends of the Earth, banyak perusahaan AS yang telah melakukan investasi besar-besaran dan mendapat keuntungan miliaran dolar lewat tebang habis hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Para pendana terbesar, salah satunya adalah Dimensional sebelumnya mengklaim bahwa investasi yang mereka lakukan itu berkelanjutan. Namun pada akhirnya, Dimensional yang mengelola investasi 445 milyar dollar ini, mendivestasi dua portofolio mereka yang semuanya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Bloomberg, Dimensional yang berbasis di Texas telah mencoba untuk meningkatkan kepercayaan dengan melakukan langkah divestasi dari industri yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Bloomberg juga menunjukkan bahwa saham-saham di perkebunan kelapa sawit secara konsisten jatuh lebih parah daripada saham lainnya, membuat divestasi jadi masuk akal karena alasan keuangan juga.

Namun, untuk Friends of the Earth AS, ini adalah awal yang penting. "Kami sangat senang bahwa Dimensional telah melepas investasi menuju deforestasi, dengan cara membersihkan beberapa portofolio-nya dengan perusahaan kelapa sawit bermasalah," kata Jeff Conant, juru kampanye senior hutan internasional.

"Ada lebih banyak yang harus dilakukan oleh Dimensional dan perusahaan investasi AS lainnya, tetapi ini langkah penting pertama untuk bergerak menjauh dari pendanaan praktek kelapa sawit yang merusak, " tambahnya.

Dimensional masih memiliki 27 reksa dana dengan aset lebih dari 700 miliar dollar yang diinvestasikan di lebih dari 44 perusahaan perkebunan kelapa sawit. FoE bekerja dengan Macroclimate akan membantu Dimensional untuk mencapai hasil yang maksimal sambil menghindari masalah keuangan akibat perubahan iklim.

" Jika investor pada skala global mengalihkan modal mereka dari perusahaan yang menyebabkan deforestasi ke alternatif lebih tahan iklim, risiko perubahan iklim berkurang, " kata Mark R Kriss, mitra dari Macroclimate.

Tidak ada keraguan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu pendorong pemanasan global, dan negara-negara Asia, khususnya Indonesia, telah dinobatkan sebagai salah satu pelanggar terburuk. Penelitian ilmiah yang diterbitkan pada bulan September jelas menunjukkan kerusakan yang bisa disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit, demikian artikel Climate News Network menuliskan.

Terlepas dari usaha Uni Eropa melabeli barang yang mengandung minyak kelapa sawit alternatif, tetap itu adalah sebuah perjuangan berat, karena hampir setengah dari semua produk supermarket mengandung minyak dari sumber berkelanjutan. (marloft/syam)


Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
DOPING
WADA Tetap Suspensi Rusia

Bisnisnews.id - Badan Anti-Doping Dunia tetap suspensi sementara Rusia pada hari Kamis (16/11/2017), meningkatkan kemungkinan larangan untuk ikut pada Olimpiade Musim Dingin Februari di Pyeongchang. Pertemuan Dewan WADA di Seoul . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 18 November 2017
LIBANON
Tuduh Saudi Tahan PM, Hariri Lakukan Perjalanan Ke Prancis

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri akan berkunjung ke Prancis dalam beberapa hari mendatang, sebuah sumber kepresidenan Prancis mengatakan pada hari Rabu (15/11/2017), setelah Beirut menuduh Arab Saudi menahannya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 17 November 2017
INFRASTRUKTUR
KEMENKEU: Tiga Sumber Pendanaan Pembangunan

Bisnisnews.id -  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan sumber pembiayaan infrastruktur nasional bukan melulu bertumpu pada APBN namun juga dari BUMN dan swasta.  Diperlukan inovasi pembiayaan agar publik bisa . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 17 November 2017
POLITIK
Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI

Bisnisnews.id - Pemerintah Inggris mendukung wilayah Papua dan Papua Barat tetap berada dalam kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, di Sorong, Kamis, mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 17 November 2017
KUDETA
Sang Istri Grace, Pemicu Jatuhnya Robert Mugabe

Bisnisnews.id - Presiden tertua di dunia, Robert Mugabe akhirnya turun tahta juga setelah militer mengambil alih kekuasaan secara paksa dan langsung mengendalikan pemeritahan Zinbabwe. Sedangkan Mugabe dan keluarganya dijamin . . .
Selengkapnya