Jumat, 28 Juli 2017

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

Kamis, 05 Januari 2017 21:31 WIB

Investor AS Mulai Bergerak Tinggalkan Kelapa Sawit


UNICEF melakukan penilaian bagaimana dampak budidaya kelapa sawit bagi anak-anak di Indonesia, 51% orang Indonesia buang air di tempat terbuka, 1 dari 5 anak putus sekolah, 5% anak usia 5-17 Indonesia kerja di perkebunan

Bisnisnews.id - Perusahaan keuangan utama di AS mulai melakukan langkaj divestasi dalam bisnis industri kelapa sawit  dan berharap investor lain akan mengikuti. Hal ini dilakukan karena tingkat kesadaran yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim.

Meskipun minyak sawit memiliki banyak kegunaan yang menguntungkan, produksinya telah mengakibatkan perusakan hutan dan hilangnya habitat bagi spesies langka. Perusakan hutan ditenggarai sebagai penyebab utama kedua perubahan iklim setelah pembakaran hutan.

Dalam laporan yang dirilis tahun lalu oleh Friends of the Earth, banyak perusahaan AS yang telah melakukan investasi besar-besaran dan mendapat keuntungan miliaran dolar lewat tebang habis hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Para pendana terbesar, salah satunya adalah Dimensional sebelumnya mengklaim bahwa investasi yang mereka lakukan itu berkelanjutan. Namun pada akhirnya, Dimensional yang mengelola investasi 445 milyar dollar ini, mendivestasi dua portofolio mereka yang semuanya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Bloomberg, Dimensional yang berbasis di Texas telah mencoba untuk meningkatkan kepercayaan dengan melakukan langkah divestasi dari industri yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Bloomberg juga menunjukkan bahwa saham-saham di perkebunan kelapa sawit secara konsisten jatuh lebih parah daripada saham lainnya, membuat divestasi jadi masuk akal karena alasan keuangan juga.

Namun, untuk Friends of the Earth AS, ini adalah awal yang penting. "Kami sangat senang bahwa Dimensional telah melepas investasi menuju deforestasi, dengan cara membersihkan beberapa portofolio-nya dengan perusahaan kelapa sawit bermasalah," kata Jeff Conant, juru kampanye senior hutan internasional.

"Ada lebih banyak yang harus dilakukan oleh Dimensional dan perusahaan investasi AS lainnya, tetapi ini langkah penting pertama untuk bergerak menjauh dari pendanaan praktek kelapa sawit yang merusak, " tambahnya.

Dimensional masih memiliki 27 reksa dana dengan aset lebih dari 700 miliar dollar yang diinvestasikan di lebih dari 44 perusahaan perkebunan kelapa sawit. FoE bekerja dengan Macroclimate akan membantu Dimensional untuk mencapai hasil yang maksimal sambil menghindari masalah keuangan akibat perubahan iklim.

" Jika investor pada skala global mengalihkan modal mereka dari perusahaan yang menyebabkan deforestasi ke alternatif lebih tahan iklim, risiko perubahan iklim berkurang, " kata Mark R Kriss, mitra dari Macroclimate.

Tidak ada keraguan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu pendorong pemanasan global, dan negara-negara Asia, khususnya Indonesia, telah dinobatkan sebagai salah satu pelanggar terburuk. Penelitian ilmiah yang diterbitkan pada bulan September jelas menunjukkan kerusakan yang bisa disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit, demikian artikel Climate News Network menuliskan.

Terlepas dari usaha Uni Eropa melabeli barang yang mengandung minyak kelapa sawit alternatif, tetap itu adalah sebuah perjuangan berat, karena hampir setengah dari semua produk supermarket mengandung minyak dari sumber berkelanjutan. (marloft/syam)


Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 28 Juli 2017
LAPORAN KEUANGAN
Kinerja Dua Maskapai Alami Penurunan

Bisnisnews.id - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) melaporkan penurunan laba bersih 8,6 persen untuk kuartal pertama tahun buku 2017-18 dibandingkan tahun lalu, katanya dalam rilis berita pada hari Kamis (27/7/2017). . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
KIM JONG NAM
Dua Tersangka Akan Mengaku Tidak Bersalah

Bisnisnews.id - Dua wanita yang dituduh meracuni saudara pemimpin Korea Utara di bandara akan mengaku tidak bersalah saat berada di pengadilan Malaysia pada hari Jumat 28 Juli, kata pengacara mereka. Warga Indonesia, Siti Aisyah . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
HUB INTERNASIONAL
Lomba Hub Global, Bandara Singapura dan Hong Kong Terancam

Bisnisnews.id - Selama beberapa dekade, Singapura dan Hong Kong telah menjadi titik transit utama yang menghubungkan wisatawan Asia ke dan dari seluruh dunia. Tapi sekarang, banyaknya bandara hub internasional di Asia yang melakukan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Kamis, 27 Juli 2017
E COMMERCE
Amazon Masuki Asia Tenggara, Dimulai Dari Singapura

Bisnisnews.id - Amazon meluncurkan layanan pengiriman ekspres di Singapura pada hari Kamis 27 Juli, raksasa ritel online AS pertama ke Asia Tenggara dan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Alibaba China. Aplikasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Kamis, 27 Juli 2017
STRATEGI MASKAPAI
Miliki 12 Anak Perusahaan, AirAsia Akan Konsolidasi Jadi One AirAsia

Bisnisnews.id - CEO AirAsia, Tony Fernandes telah mengatakan bahwa dia ingin mengintegrasikan semua operasi maskapai tersebut ke dalam satu entitas penerbangan tunggal. "Saya mencoba menyatukan AirAsia menjadi satu maskapai menjadi . . .
Selengkapnya