Buntut Pemblokiran Barcode BBM Subsidi, APTRINDO : Pertamina Harus Bijak dan Selektif
Kamis, 23 April 2026, 15:40 WIB
BISNISNEWS.id - Para pelaku usaha angkutan logistik geram terhadap sikap Pertamina yanq melakukan pemblokiran barcode pembelian BBM solar subsidi secara sepihak.
Tindakan pemblokiran barcode secara sepihak yang dilakukan sejak Februari 2026 tersebut, menurut Ketua Umum APTRINDO Gemilang Tarigan berdampak langsung terhadap kelancaran arus barang.
Setidaknya, ungkap Tarigan, truk logistik anggota APTRINDO yang terdampak pemblokiran sekitar 500 unit tersebut, berimbas kepada kelancaran angkutan barang.
"Di Jakarta, jumlah truk logistik yang terkena pemblokiran Barcode sekitar 500 unit. Belum lagi di daerah lain, karena peblokiran ini dilakukn menyeluruh, akibatnya banyak anggota APTRINDO di daerah terkena dampaknya," kata Tarigan, di kantornya, Kamis (23/4/2026).
Tariga meminta Pertamina, untuk lebih bijak dan selektif dalam mengambil tindakan pemblokiran. " Kalau tujuannya untuk untuk mengamankan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, sebaiknya dilakukan secara selektif jangan dibikin glondongan gini," tegasnya.
Dikatakan, akibat kebijakan Pertamina tersebut, banyak pemilik barang mengeluh karena kesulitan mendapatkan angkutan. " Sekarang yang kesulitan bukan hanya pemilik truk, tapi juga pemilik barang dan sopir, karena tidak bisa bekerja, sebab truk mereka terparkir digarasi dan jalan-jalan karena tidak bisa isi BBM," jelasnya.
Berdasarkan informasi, sekarang ini banyak sopir truk menganggur, dan berencana melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di sejumlah provinsi di Indonesia.
Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan para sopir truk dalam waktu dekat ini akan terjadi di Surabaya. " Pastinya, yang marah bukan kami para pemilik truk, tapi sopir karena gara-gara terkena blokir, mereka tidak bisa kerja," tegas Tarigan.
Selain itu, dampak pemblokiran ini juga akan berimbas pada ongkos angkutan barang. Tarigan mengingatkan Pertamina, jangan sampai gara-gara pemblokiran ini, daya beli masyarakat menurun dan pertumbuhan ekonomi merosot.
Barcode sendiri merupakan persyaratan wajib yang harus ditunjukkan kepada petugas SPBU saat membeli BBM subsidi. Sekarang banyak truk angkutan barang tidak bisa mengisi BBM Solar subsidi karena terkena blokir.
Tariga mengusulkan, Pertamina segera membuka blokir Barcode kendaraan angkutan barang, jangan sampai masalah ini terus berlarut-larut dan menimbulkan kegaduhan.
Aksi yang dilakukan para sopir truk se Jawa Timur tersebut, dikhawatirkan menular ke daerah lain, sebab, yang terkena pemblokiran ini merata di seluruh provinsi di Indonesia. (Syam)