INFRASTRUKTUR

Progres Proyek Galangan Kapal STL di Kawasan BCL Capai 70 Persen, Juni Siap Operasi

Rabu, 10 Januari 2024, 15:50 WIB
Progres Proyek Galangan Kapal STL di Kawasan  BCL Capai 70 Persen, Juni Siap Operasi
Salah satu sudut proyek Galangan kapal STL di CBL. Nampak alat berat tengah melakukan proses pengerukan dan pembuatan tanggul di bibir sungai, untuk mengurangi masuknya air di saat musim penghujan (dok STL)

BISNISNEWS.id - Progres pembangunan galangan kapal milik  PT. Solo Trans  Logistik (STL)  di kawasan Bekasi Cikarang Laut (BCL)  telah mencapai 70 persen dan diperkirakan rampung pada triwulan pertama 2024.

Galangan yang berada di atas lahan  seluas 5000 meter  persegi tersebut, selain difungsikan merawat kepal sendiri, juga kapal dari perusahaan pelayaran lain yang berada di seputaran Pelabuhan tanjung Priok dan Patimban.

Sebagai perusahaan jasa kapal distribusi BBM, PT. STL  saat ini mengoperasikan  sebanyak 15 unit kapal tanker jenis  Self Propelled Oil Barge (SPOB) dengan rata-rata kapasitas  angkut  700 kilo liter per unit kapal.

Galangan yang diprioritaskan untuk merawat  kapal sendiri tersebut menurut  Direktur Utama PT. STL,  Capt. Ridwan M.Mar, dalam tahun ini, proyek dengan investasi awal Rp 15 miliar sudah bisa beroperasi.

" Masih ada sisa pekerjaan sekitar 30 persen, kami berharap sih bisa rampung di pertengahan tahun. Setidaknya dalam tahun ini sudah bisa beroperasi," kata Capt. Ridwan, melalui pesan singkatnya, Rabu (10/1/2024).

Dikatakan, sisa pekerjaan pada  proyek galangan  CBL yang sekarang ini tengah diselesaikan berupa pembuatan  landasan.

" Kendala kami kan sekarang musim hujan, kiriman air dari Bogor masuk ke proyek dan banjir, agar pekerjaan terus berjalan, proses yang kamu lakukan sekarang ini adalah pengeringan dengan menyedot air dan membuat tanggul sehingga air tak masuk ke ke lokasi landasan," kata Capt.Ridwan.

Dengan dioperasikannya  galangan CBL ini, ungkap Capt.Ridwan, nantinya perusahaan bisa menghemat biaya perawatan kapal hingga 60 persen. Selain itu, ketergantungan terhadap galangan luar tidak terjadi lagi

Karena untuk perawatan kapal di galangan lain, selain biayanya jauh lebih tinggi juga daftar tunggu masuk galangan.

" Karena ini kita punya sendiri, ya prioritas dong kapal kita, " jelasnya. Penghematan sebesar 60 persen, bisa dialokasikan untuk pengembangan usaha.

Galangan seluas 5000 meter persegi, dengan lokasi yang cukup strategis tersebut,   ungkap Capt. Ridwan, cukup ideal melayani kapal-kapal sendiri dengan panjang rata-rata  50 meter.

PT.STL merupakan  anak usaha  PT. SHA Solo, yakni,  perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaan kapal (ship management), kini menjadi perusahaan yang dipercaya pasar terutama pemilik tanker jenis SPOB untuk mendistribusikan  bahan bakar minyak (BBM).

Galangan yang dibangun sejak pertengahan 2023 tersebut,  dimulai dengan pekerjaan  konstruksi, d3ngan menanam  sejumlah tiang pancang, yang dibuat khusus dengan kedalaman maksimal untuk menahan kapal saat akan masuk dok.

Ship management yang ditawarkan, selain pengoperasian juga  teknis kapal meliputi perawatan, persiapan docking, penyediaan suku cadang, perbekalan, pengawakan, asuransi, dan sertifikasi kelaiklautan kapal.

Sementara untuk teknis perawatan kapal tanker umumnya meliputi pump rooms, ruang muatan, bunker, dan sisetem pipa ventilasi termasuk peralatan keselamatannya dan pengujian ketahanan insulasi terhadap instalasi listrik di daerah berbahaya.

Perawatan rutin kapal jenis SPOB ini, ungkap Capt Ridwan, menjadi kebutuhan mendasar dalam menjaga kelaiklautan kapal saat melakukan bongkar dan muat.

Perusahaan jasa pengelolaan dan distribusi BBM yang berkantor pusat di Jakarta, tepatnya di Gedung The Kensington Office Tower Lt. 9 Jakarta Utara, yang telah beroperasi sejak tahun 2013, berambisi untuk menguasai pangsa pasar dalam negeri di sektor pengelolaan kapal tanker.

Sebagai perusahaan jasa manajemen kapal,  PT Solo Trans Logistik sejak awal berkomitmen memberikan kemudahan bagi perusahaan yang memerlukan jasa Supply BBM moda laut di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Marauke

RegulasiL

Terkait kewajiban perawatan kapal, ada peraturan yang telah dirilis oleh
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/I/4/DJPL-14 tentang Pengedokan (Pelimbungan) Kapal Berbendera Indonesia.

Beleid yang ditandatangani Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Bobby R. Mamahit (saat itu)  pada 30 Januari 2014, hingga kini masih berlaku dengan mengadopsi sistem Under Water Inspection Liu Drydocking (UWILD).

Yakni,  kegiatan survei bagian lambung kapal pada posisi di bawah air, tanpa harus dry docking di  galangan. Kegiatan ini wajib dilakukan oleh profesional yang telah mengantongi sertifikasi dari lembaga berwenang.

Metode survei  ini bisa juga dilakukan untuk  kapal yang  dilengkapi anchor mooring, seperti floating storage  & offloading ( FSO) dan seterusnya.

Dengan metode ini, kapal  yang mengacu pada aturan sebelumnya wajib naik dok setiap 30 bulan, waktunya bisa diperpanjang hingga 10 tahun.

Secara ekonomis, tentu ini akan sangat menguntungkan pemilik kapal , sedangkan pemerintah juga diuntungkan karena terjaminnya suplai  BBM. (Syam)

Populer Industri

Berita Industri

Apsec Bandara Soekarno Hatta Atasi Perselisihan Dua Orang di Area Check In T3

16/06/2026, 14:11 WIB

BISNISNEWS.id - Aviation Security (Avsec)  Bandara Internasional Soekarno - Hatta kerja cepat atasi perselisihan  dua orang