Senin, 20 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Maritim / Berita

MANAJEMEN RISIKO
Kamis, 09 Februari 2017 23:38 WIB

Masalah Terus Berlanjut Untuk Industri Pelayaran Global



Bisnisnews.id - Keadaan industri pelayaran global saat ini digambarkan sebagai badai sempurna. Sebelas dari 12 perusahaan pelayaran terbesar telah melaporkan kerugian besar tahun lalu, sebagian banyak yang di ambang kebangkrutan.

Ketika Hanjin Shipping mengajukan kebangkrutan pada bulan September tahun lalu, puluhan kapal, ribuan awak, dan miliaran dolar kargo terlantar di pelabuhan di seluruh dunia. Kegagalan pengirim kontainer ketujuh terbesar di dunia ini mempengaruhi korporat global yang bergantung pada kapal sebagai bagian dari rantai pasokan global mereka. kematian Hanjin dianggap sebagian orang sebagai tanda pertumpahan darah dalam industri pelayaran global.

Transportasi maritim adalah tulang punggung dari perdagangan internasional dan ekonomi global. Sekitar 80 persen dari volume perdagangan global dan lebih dari 70% nilai perdagangan dibawa lewat laut dan ditangani pelabuhan seluruh dunia.

Meskipun demikian, 11 dari 12 perusahaan pelayaran terbesar melaporkan kerugian besar tahun lalu, dengan banyak yang di ambang kebangkrutan.

Kepala kelautan AXA untuk Singapura, Sundeep Khera, menggambarkan keadaan industri saat ini sebagai badai yang sempurna, " Ketika perdagangan global meminta kapal membawa barang, sebagian besar pemilik kapal segera berinvestasi memesan kapal baru untuk mengalahkan pesaing dan mendapatkan pangsa pasar."

" Sementara kapal baru dengan kapasitas lebih besar sedang dipesan, perdagangan global merosot, maka penurunan terjadi secara bersamaan. Belum lagi pergeseran manufaktur di mana perusahaan-perusahaan multinasional memilih membangun pabrik di pasar lokal," jelas Khera.

Singkatnya, banyak kapal lebih besar, namun sedikit kargo yang perlu diangkut, " Perusahaan pelayaran tumbuh lebih cepat dari globalisasi," kata Khera.

Rata-rata ukuran kapal kontainer telah meningkat sebesar 90% dalam dua dekade terakhir dan total kapasitas armada di 2015 adalah empat kali dari tahun 2000, menurut OECD.

Penurunan harga minyak juga telah membuat kapal pasokan, rig dan galangan kapal tidak memiliki kontrak.

" Sektor terburuk yang menghantam di industri pelayaran saat ini adalah lepas pantai, kontainer dan curah kering, juga pasar tanker," kata Khera.

Semua ini berarti harga untuk mencarter kapal telah jatuh. Pada 2008/09, biaya carter bisa mencapai hingga 200 ribu dollar per hari. Beberapa bulan yang lalu, harganya sekitar 3,500 dollar, sehingga pemilik kapal tidak dapat membayar pinjaman mereka.

" Fokus pada manajemen risiko selama masa meresahkan ini menjadi pendorong utama dalam manajemen yang efektif dari kiriman strategis dan operasional bisnis," kata Ti-Pin, kepala bagian risiko dan perencanaan di perusahaan pelayaran EMAS Group. Dia juga menekankan pentingnya program asuransi yang solid.

Kepala broker kelautan untuk Asia, Peter Hulyer, mengatakan pasar asuransi memiliki produk yang tersedia untuk menutupi risiko di atas, tetapi penyerapan menjadi relatif lambat karena diperlukan rincian tertulis untuk menilai eksposur.

Dia mengatakan pemilik kapal memiliki 3 pilihan untuk pengadaan asuransi di pasar yang kompetitif ini. Pertama berfokus pada pengurangan premium, baik dari yang sudah ada atau asuransi baru. Kedua, memperluas produk asuransi, misalnya menambahkan asuransi delay.

Dan terakhir adalah kombinasi dari kedua hal tadi, yang akan bergantung pada catatan kerugian, profil risiko dan kemampuan broker asuransi.

" Tabungan premium sudah banyak dimiliki pemilik kapal saat ini, maka tugas pemilik memastikan perluasan asuransi, memiliki asuransi terpercaya dan keamanan tingkat pertama. Dividen bisa terbayar bila klaim serius muncul, dan menjamin kelangsungan hidup bagi mereka yang berada di jurang kebangkrutan," demikian Aon merekomendasikan. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
SEPAKBOLA
Anez Antar Suriah Kalahkan Timnas Senior Indonesia

Bisnisnews.id -  Tim nasional Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari tim nasional U-23 Suriah dalam laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu. Gol timnas U-23 dalam laga tersebut dicetak Mouhamad . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
BALAP SEPEDA
Deklarasi KOSTI Ngawi Tuntut Realisasi Hari Bersepeda Nasional

Bisnisnews.id - Pada hari Sabtu, tanggal 18 November 2017, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Ngawi mendeklarasikan dukungan secara penuh terwujudnya Hari Bersepeda Nasional. Dalam deklarasi yang dicetuskan bersamaan dengan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
LIGA INGGRIS
Mourinho Duetkan Ibrahimovic Dan Lukaku Hadapi Newcastle

Bisnisnews.id - Jose Mourinho berencana  menggunakan formasi 3-5-2 dengan menduetkan Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic saat menghadapi Newcastle United di Old Trafford. Mourinho yakin Romelu Lukaku dan Ibrahimovic bisa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
BALAP SEPEDA
GPN Etape Ngawi, Kuatkan Tekad Pecanangan Hari Bersepeda Nasional

Bisnisnews.id - Pelaksanaan Etape ke-88 perhelatan Gowes Pesona Nusantara (GPN) yang merupakan salahsatu program unggulan Kemenpora di bawah gerakan "Ayo Olahraga" makin menguatkan tekad pecanangan  Hari Bersepeda Nasional. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
ASIAN GAMES 2018
Tinjau Pelatnas Angkat Besi, Wapres JK Sinkronkan Tiga Aspek Persiapan

Bisnisnews.id -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan, panitia pelaksana Asian Games 2018 terus berusaha untuk menyingkronkan aspek sarana, penyelenggaraan dan prestasi demi mewujudkan sukses Indonesia dalam pesta olahraga . . .
Selengkapnya