Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Maritim / Berita

MANAJEMEN RISIKO
Kamis, 09 Februari 2017 23:38 WIB

Masalah Terus Berlanjut Untuk Industri Pelayaran Global



Bisnisnews.id - Keadaan industri pelayaran global saat ini digambarkan sebagai badai sempurna. Sebelas dari 12 perusahaan pelayaran terbesar telah melaporkan kerugian besar tahun lalu, sebagian banyak yang di ambang kebangkrutan.

Ketika Hanjin Shipping mengajukan kebangkrutan pada bulan September tahun lalu, puluhan kapal, ribuan awak, dan miliaran dolar kargo terlantar di pelabuhan di seluruh dunia. Kegagalan pengirim kontainer ketujuh terbesar di dunia ini mempengaruhi korporat global yang bergantung pada kapal sebagai bagian dari rantai pasokan global mereka. kematian Hanjin dianggap sebagian orang sebagai tanda pertumpahan darah dalam industri pelayaran global.

Transportasi maritim adalah tulang punggung dari perdagangan internasional dan ekonomi global. Sekitar 80 persen dari volume perdagangan global dan lebih dari 70% nilai perdagangan dibawa lewat laut dan ditangani pelabuhan seluruh dunia.

Meskipun demikian, 11 dari 12 perusahaan pelayaran terbesar melaporkan kerugian besar tahun lalu, dengan banyak yang di ambang kebangkrutan.

Kepala kelautan AXA untuk Singapura, Sundeep Khera, menggambarkan keadaan industri saat ini sebagai badai yang sempurna, " Ketika perdagangan global meminta kapal membawa barang, sebagian besar pemilik kapal segera berinvestasi memesan kapal baru untuk mengalahkan pesaing dan mendapatkan pangsa pasar."

" Sementara kapal baru dengan kapasitas lebih besar sedang dipesan, perdagangan global merosot, maka penurunan terjadi secara bersamaan. Belum lagi pergeseran manufaktur di mana perusahaan-perusahaan multinasional memilih membangun pabrik di pasar lokal," jelas Khera.

Singkatnya, banyak kapal lebih besar, namun sedikit kargo yang perlu diangkut, " Perusahaan pelayaran tumbuh lebih cepat dari globalisasi," kata Khera.

Rata-rata ukuran kapal kontainer telah meningkat sebesar 90% dalam dua dekade terakhir dan total kapasitas armada di 2015 adalah empat kali dari tahun 2000, menurut OECD.

Penurunan harga minyak juga telah membuat kapal pasokan, rig dan galangan kapal tidak memiliki kontrak.

" Sektor terburuk yang menghantam di industri pelayaran saat ini adalah lepas pantai, kontainer dan curah kering, juga pasar tanker," kata Khera.

Semua ini berarti harga untuk mencarter kapal telah jatuh. Pada 2008/09, biaya carter bisa mencapai hingga 200 ribu dollar per hari. Beberapa bulan yang lalu, harganya sekitar 3,500 dollar, sehingga pemilik kapal tidak dapat membayar pinjaman mereka.

" Fokus pada manajemen risiko selama masa meresahkan ini menjadi pendorong utama dalam manajemen yang efektif dari kiriman strategis dan operasional bisnis," kata Ti-Pin, kepala bagian risiko dan perencanaan di perusahaan pelayaran EMAS Group. Dia juga menekankan pentingnya program asuransi yang solid.

Kepala broker kelautan untuk Asia, Peter Hulyer, mengatakan pasar asuransi memiliki produk yang tersedia untuk menutupi risiko di atas, tetapi penyerapan menjadi relatif lambat karena diperlukan rincian tertulis untuk menilai eksposur.

Dia mengatakan pemilik kapal memiliki 3 pilihan untuk pengadaan asuransi di pasar yang kompetitif ini. Pertama berfokus pada pengurangan premium, baik dari yang sudah ada atau asuransi baru. Kedua, memperluas produk asuransi, misalnya menambahkan asuransi delay.

Dan terakhir adalah kombinasi dari kedua hal tadi, yang akan bergantung pada catatan kerugian, profil risiko dan kemampuan broker asuransi.

" Tabungan premium sudah banyak dimiliki pemilik kapal saat ini, maka tugas pemilik memastikan perluasan asuransi, memiliki asuransi terpercaya dan keamanan tingkat pertama. Dividen bisa terbayar bila klaim serius muncul, dan menjamin kelangsungan hidup bagi mereka yang berada di jurang kebangkrutan," demikian Aon merekomendasikan. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya