Rabu, 26 Juli 2017

Home/ Industri / Maritim / Berita

Kamis, 09 Februari 2017 23:38 WIB

Masalah Terus Berlanjut Untuk Industri Pelayaran Global



Bisnisnews.id - Keadaan industri pelayaran global saat ini digambarkan sebagai badai sempurna. Sebelas dari 12 perusahaan pelayaran terbesar telah melaporkan kerugian besar tahun lalu, sebagian banyak yang di ambang kebangkrutan.

Ketika Hanjin Shipping mengajukan kebangkrutan pada bulan September tahun lalu, puluhan kapal, ribuan awak, dan miliaran dolar kargo terlantar di pelabuhan di seluruh dunia. Kegagalan pengirim kontainer ketujuh terbesar di dunia ini mempengaruhi korporat global yang bergantung pada kapal sebagai bagian dari rantai pasokan global mereka. kematian Hanjin dianggap sebagian orang sebagai tanda pertumpahan darah dalam industri pelayaran global.

Transportasi maritim adalah tulang punggung dari perdagangan internasional dan ekonomi global. Sekitar 80 persen dari volume perdagangan global dan lebih dari 70% nilai perdagangan dibawa lewat laut dan ditangani pelabuhan seluruh dunia.

Meskipun demikian, 11 dari 12 perusahaan pelayaran terbesar melaporkan kerugian besar tahun lalu, dengan banyak yang di ambang kebangkrutan.

Kepala kelautan AXA untuk Singapura, Sundeep Khera, menggambarkan keadaan industri saat ini sebagai badai yang sempurna, " Ketika perdagangan global meminta kapal membawa barang, sebagian besar pemilik kapal segera berinvestasi memesan kapal baru untuk mengalahkan pesaing dan mendapatkan pangsa pasar."

" Sementara kapal baru dengan kapasitas lebih besar sedang dipesan, perdagangan global merosot, maka penurunan terjadi secara bersamaan. Belum lagi pergeseran manufaktur di mana perusahaan-perusahaan multinasional memilih membangun pabrik di pasar lokal," jelas Khera.

Singkatnya, banyak kapal lebih besar, namun sedikit kargo yang perlu diangkut, " Perusahaan pelayaran tumbuh lebih cepat dari globalisasi," kata Khera.

Rata-rata ukuran kapal kontainer telah meningkat sebesar 90% dalam dua dekade terakhir dan total kapasitas armada di 2015 adalah empat kali dari tahun 2000, menurut OECD.

Penurunan harga minyak juga telah membuat kapal pasokan, rig dan galangan kapal tidak memiliki kontrak.

" Sektor terburuk yang menghantam di industri pelayaran saat ini adalah lepas pantai, kontainer dan curah kering, juga pasar tanker," kata Khera.

Semua ini berarti harga untuk mencarter kapal telah jatuh. Pada 2008/09, biaya carter bisa mencapai hingga 200 ribu dollar per hari. Beberapa bulan yang lalu, harganya sekitar 3,500 dollar, sehingga pemilik kapal tidak dapat membayar pinjaman mereka.

" Fokus pada manajemen risiko selama masa meresahkan ini menjadi pendorong utama dalam manajemen yang efektif dari kiriman strategis dan operasional bisnis," kata Ti-Pin, kepala bagian risiko dan perencanaan di perusahaan pelayaran EMAS Group. Dia juga menekankan pentingnya program asuransi yang solid.

Kepala broker kelautan untuk Asia, Peter Hulyer, mengatakan pasar asuransi memiliki produk yang tersedia untuk menutupi risiko di atas, tetapi penyerapan menjadi relatif lambat karena diperlukan rincian tertulis untuk menilai eksposur.

Dia mengatakan pemilik kapal memiliki 3 pilihan untuk pengadaan asuransi di pasar yang kompetitif ini. Pertama berfokus pada pengurangan premium, baik dari yang sudah ada atau asuransi baru. Kedua, memperluas produk asuransi, misalnya menambahkan asuransi delay.

Dan terakhir adalah kombinasi dari kedua hal tadi, yang akan bergantung pada catatan kerugian, profil risiko dan kemampuan broker asuransi.

" Tabungan premium sudah banyak dimiliki pemilik kapal saat ini, maka tugas pemilik memastikan perluasan asuransi, memiliki asuransi terpercaya dan keamanan tingkat pertama. Dividen bisa terbayar bila klaim serius muncul, dan menjamin kelangsungan hidup bagi mereka yang berada di jurang kebangkrutan," demikian Aon merekomendasikan. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
IKLIM INVESTASI
Bank Dunia Minta Pemerintah Kurangi Hak Istimewa BUMN 

Bisnisnews.id - Bank Dunia meminta Indonesia memperbaiki iklim investasinya untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Saran yang diberikan bagi pemerintah cukup banyak, salah satunya adalah mengurangi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
INDUSTRIAL
Regulator dan Pengguna Jasa Gelisah Hadapi Rencana Aksi Mogok SP JICT

Bisnisnews.id-Ancaman mogok massal para pekerja pelabuhan di Tanjung Priok yang diinisiasi Serikat Pekerja Jakarta International Countainer terminal (SP-JICT) membuat gundah para pelaku usaha dan pemerintah. Pasalnya, bila benar . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 26 Juli 2017
NILAI TUKAR
Rupiah Makin Tersudut di Level 13. 322 dan Resisten 13.297

Bisnisnews.id-Nilai tukar Rupiah makin tersudut dengan terus menguatnya dolar AS. Prgerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan berada pada level support 13.322 dan resisten 13.297. Walau terlihat masih lebih baik dari sebelumnya, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 26 Juli 2017
ASIAN GAMES 2018
 Komisi X  DPR RI Tetap Minta INASGOC Transparan

Bisnisnews.id - Komisi X DPR-RI menyetujui usulan anggaran dana triwulan kedua sebesar Rp1,5 triliun yang diajukan panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) untuk persiapan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Ya, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 26 Juli 2017
KERJA SAMA
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara

49th SEAMEO Council Conference membahas tujuh prioritas bidang pendidikan Bisnisnews.id – Kemendikbud Indonesia menjadi tuan rumah dalam Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan Asia Tenggara ke-49 atau 49th SEAMEO Council . . .
Selengkapnya