Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

EKSPOR
Sabtu, 08 April 2017 03:07 WIB

Tuna Kaleng Indonesia Geser Thailand di Arab Saudi


Ikan tuna Indonesia mulai digemari Arab Saudi

Bisnisnews.id - Ikan tuna Indonesia  mulai dilirik di Arab Saudi. Pembelian tahun ini dengan nilai 385.000 dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp 5 miliar sudah diraih.

Hal itu menunjukkan produk ikan olahan Indonesia ternyata cukup digemari di Arab Saudi. Bahkan perusahaan importir produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia asal Arab Saudi, Sami Al-Khatiri akan membeli langsung tuna kaleng Indonesia dengan nilai 385.000 dolar AS tahun ini.

Hal itu disampaikan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan dalam pertemuan Tim Ekonomi dan Perdagangan dengan Sami Al-Khatiri di Jeddah, beberapa waktu lalu.

"Tahun ini, Sami Al-Khatiri menghentikan impor tuna kaleng dari Thailand dan mengalihkan pembelian ke Indonesia dengan jenis berat 1,8 kg dan 80 gram. Nilai impornya sebesar 385 ribu dolar AS atau lebih dari Rp 5 miliar tahun ini," tambah Gunawan seusai pertemuan.

Konsul Jenderal RI di Jeddah Hery Saripudin menyatakan, keputusan tersebut merupakan peluang bagus bagi ikan tuna asal Indonesia sebab Sami Al-Khatiri sudah melakukan ekspansi ke pasar negara-negara Teluk lainnya, seperti Kuwait, Sudan, dan Uni Emirat Arab.

Popularitas ikan tuna semakin menanjak di Arab Saudi karena adanya kampanye gaya hidup sehat yang digaungkan oleh beberapa supermarket dan hipermarket seperti Lulu, Al-Madinah, dan Nesto di Jeddah. Sementara itu, hipermarket Otent mempromosikan konsumsi ikan tuna di Riyadh dan sekitarnya.

Berdasarkan data statistik BPS yang diolah oleh Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk perikanan dari Indonesia ke Arab Saudi menunjukkan adanya tren peningkatan yang menggembirakan. Pada 2012, Indonesia berhasil membukukan nilai transaksi ekspor produk ikan sebesar  886 ribu dolar AS. Pada 2013, meningkat menjadi  1,7 juta dolar AS. Pada 2014, nilai ekspor produk perikanan dari Indonesia ke Arab Saudi sempat menurun menjadi 1,48 juta dolar.

Pada 2015, Indonesia dapat meningkatkan ekspor produk perikanan ke Arab Saudi sebesar 2,74 juta dolar. Selanjutnya pada 2016, Indonesia berhasil membukukan nilai transaksi sebesar  5,34 juta dolar atau meningkat 95% dibanding pada 2015.

Selain tuna, ITPC Jeddah juga membicarakan pasar minuman jahe instan di Arab Saudi yang masih sangat terbuka. Hingga saat ini, Sami Al-Khatiri masih mengimpor minuman jahe instan dari Inggris yang bukan merupakan penghasil jahe dunia. Jahe asal Inggris tersebut diimpor 60 kontainer per tahun dengan nilai  1,34 juta dolar atau sekitar Rp 17, 87 miliar. (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya