Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

PILKADA DKI
Selasa, 18 April 2017 07:57 WIB

Tumpukan Sembako di DPC PPP Masih Diselidiki Panwaslu


sembaki di di DPC PPP yang disegel warga

Bisnisnews.id-Kantor DPC PPP di jagakarsa hingga kini masih disegel warga dan enam truk sembako diantaraya berisi beras yang akan disalurkan ke masyarakat terkait Pilkada untuk pasangan yang diusungnya masih ada di dalam kantor dan dijadikan barang bukti oleh Pnitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Ketua Panwaslu Jakarta Selatan, Ari Masyhuri berjanji akan memanggil dan meminta keterangan  pihak-pihak terkait.

"Sejauh yang kami ketahui sembako yang ada di sana tidak ada atribut bergambar Paslon dan memang tidak ada sama sekali yang menunjukan Paslon tertentu. Maka dari itu kami sedang kami dalami 3.000 paket tersebut untuk apa," tuturnya.

Bukan hanya itu, Panwaslu Jakarta Selatan juga mengaku tidak menerima laporan sama sekali terkait adanya kegiatan yang akan dilakukan di masa tenang ini. "Ini kegiatan tidak di informasikan. Tapi kemudian ada sembako, walaupun tidak ada atribut partai," kata Ari.

Diketahui Pemilihan Pemilihan Kepala Daerah Jakarta Putaran kedua akan dilangsungkan pada Rabu 19 April 2017. Saat ini, masyarakat maupun tim kemenangan dari kedua Paslon dilarang keras melakukan kegiatan politik. Namun demikian hingga saat ini Panwaslu Jakarta Selatan sudah menerima enam laporan pelanggaran di wilayah Jakarta Selatan.

MENGARAH

Bagi-bagi sembako dan uang pada sejumlah titik di Jakarta dan pasokan hewan (sapi potong) ke Kepulauan Seribu Jakarta Utara, diduga kuat berasal dari pasangan calo (paslon) nomor urut 2.

Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakara hingga kini belum bisa memastikan secara tegas  maraknya bagi-bagi uang dan sembako jelang pencoblosan berasal dari Paslon nomor urut 2 dan yang dilakukan saat ini baru sebatas mencurigai.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan, seluruh laporan akan diselidiki."Setelah kami meminta keterangan dari terlapor maupun pelapor, memang belum ada.

Tapi kan dugaan-dugaan tetap mengarah kepada paslon nomor 2. Karena motifnya sama, ada permintaan KTP dan permintaan KK,"kata Mimah.

Mimah menjelaskan, dugaan juga didasarkan dari pakaian terduga pelaku yang akan membagikan sembako. Karena itu, Bawaslu DKI masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk bisa memastikan pelaku yang sesungguhnya.

kata Mimah, dibutuhkan identifikasi  lebih lanjut, karena tida bisa sekadar menuduh. "Dibutuhkan identifikasi lebih lanjut karena kita enggak bisa menuduh, tapi pakaian yang digunakan mengarah kepada itu. Jadi kita akan klarifikasi lebih lanjut kepada pihak yang kita duga dia membagikan sembako tersebut,"jelasnya.(Adhitio)




Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Kedutaan Amerika Pindah Ke Yerusalem Akhir 2019

Bisnisnews.id - Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem pada akhir 2019 dalam sebuah pidato hari Senin 22 Januari ke parlemen Israel. Saat Pence berbicara, Presiden Palestina . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
EKONOMI GLOBAL
Terdorong Reformasi Pajak AS, IMF Revisi Prospek Ekonomi Dunia

Bisnisnews.id - Perekonomian global pulih secara bersamaan dengan kecepatan lebih kuat, dan akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari pemotongan pajak AS, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Senin 22 Januari. Dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 22 Januari 2018
UMKM
AP I Gelar Pameran dan Peragaan Busana Daerah

Bisnisnews.id – Manajemen PT Angkasa Pura I menggelar  peragaan busana  pakaian daerah yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peragaan  busana diselenggarakan di ruang tunggu domestik Bandara . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONGRES
Menhub Ajak Mahasiswa Membangun Indonesia

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
BPIH
Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Naik 2,58 Persen

Bisnisnews.id - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan bakal naik sebesar 2,58 persen. Usulan kenaikan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan . . .
Selengkapnya