Selasa, 26 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

KRISIS SEMENANJUNG KOREA
Rabu, 19 April 2017 03:01 WIB

Tantang Korut, Wapres AS Masuk Zona Penuh Ranjau


Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence secara mendadak mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) Korea yang penuh ranjau

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence secara mendadak mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) Korea Selatan yang berbatasan langsung dengan Korea Utara, Senin (17/4/2017). Kunjungan untuk menggertak Korut bahwa AS tidak main-main untuk mengakhiri situasi panas di Semenanjung Korea akibat ulah Korut terus melakukan penembakan rudal nuklir.

Pence menyambangi DMZ yang sarat ranjau di Paju, Korea Selatan sebagai bagian dari tur di empat negara Asia, termasuk Indonesia. Kunjungan itu dilakukan sehari setelah rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut menguji tembak rudal balistik, meskipun gagal.

Saat menyambangi DMZ, wakil Donald Trump itu mengatakan bahwa kesabaran strategis AS terhadap Pyongyang sudah habis. Pence, yang ayahnya bertugas dalam Perang Korea 1950-1953, mengatakan bahwa AS akan berdiri dengan “pakaian besi” untuk sekutunya, Korea Selatan. Menurutnya, Washington sedang mencari perdamaian melalui kekuatan.

"Semua opsi di atas meja untuk mencapai tujuan dan menjamin stabilitas rakyat negeri ini," katanya kepada wartawan, seperti dilansir Reuters.

Menurut Wapres Pence, Presiden AS Donald Trump telah membuat jelas bahwa dia tidak akan berbicara tentang taktik militer tertentu. "Ada periode kesabaran strategis, tapi era kesabaran strategis sudah habis," ujar Pence.

AS bersama para sekutunya sedang bekerjasama dengan China untuk mencari respons yang tepat atas uji tembak rudal balistik terbaru Korut yang gagal pada Sabtu pekan lalu. Penasihat Keamanan Nasional Presiden Trump, H.R. McMaster mengatakan, untuk saat ini Trump mempertimbangkan aksi militer, meskipun armada kapal induk tenaga nuklir USS Carl Vinson sedang berada di dekat Semenanjung Korea.

"Ini saatnya bagi kita untuk melakukan semua tindakan yang kita bisa, lebih kecil dari opsi militer untuk mencoba menyelesaikan ini dengan damai,” katanya dalam program “This Week” ABC News.

"Kami bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami, serta dengan pemimpin China untuk mengembangkan berbagai opsi,” lanjut dia.”Ada konsensus internasional sekarang, termasuk kepemimpinan China, bahwa ini adalah situasi yang tidak bisa dilanjutkan," papar McMaster. (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
AIMAG 2017
Andika Salut Pada Beatrice Dan Aldila

Bisnisnews.id -Sukses Beatrice Gumulya dan Aldila Sutjiadi mengamankan medali emas dan perak Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) di Asghabat, Turkmenistan 2017.mendapat pujian. Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
AIMAG 2017
Tundukkan Aldila, Beatrice Sumbang Emas Tenis

Bisnisnews.id - Beatrice Gumulya merebut medali emas setelah berhasil memenangkan "perang saudara" di partai final tunggal putri cabang olahraga tenis Asian Indoot Martial Art Games (AIMAG). Dalam pertandingan yang digelar di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
OTOMOTIF
Haridarma Semakin Dekat Dengan Gelar Juara Nasional

Bisnisnews.id - Pembalap Haridarma Manoppo dari Toyota Team Indonesia (TTI) tampil podium pertama mengungguli Alvin Bahar dalam balapan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul, Minggu (24/9).Di . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
KEBHINEKAAN
Kirab Pemuda 2017 Resmi Mulai Diselenggarakan

Bisnisnews.id - Pengukuhan Peserta Inti Kirab Pemuda 2017 dilaksanakan oleh Menpora Imam Nahrawi beserta Staf Khusus, Pejabat Eselon 1 dan 2 di Wisma Menpora, Jakarta, (25/9/2017)Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui kegiatan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 26 September 2017
WISATA
Airlines Nasional Berkontribusi Datangkan Wisman ke Tanah Air

Bisnisnews.id - Kementerian Pariwisata Arif Yahyah akui maskapai penerbangan Indonesia berkontribusi datangkan  datangkan  5 juta wisatawan. Dikatakan, kinerja dunia penerbangan ditanah air yang telah berhasil meraih . . .
Selengkapnya