Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

INISIATIF OBOR
Minggu, 14 Mei 2017 22:50 WIB

China Resmi Umumkan Puluhan Miliar Dolar Bagi Negara Yang Terlibat


Presiden China, Xi Jinping berbicara pada pembukaan Forum Belt and Road di Beijing, China, Minggu 14 Mei 2017. ((AP Photo/Ng Han Guan)

Bisnisnews.id - Presiden China, Xi Jinping pada hari Minggu 14 Mei 2017 menawarkan puluhan miliar dolar untuk proyek-proyek yang merupakan bagian dari inisiatif kebijakan luar negerinya, yang menghubungkan China dengan sebagian besar wilayah Asia, Eropa dan Afrika.

Xi membuat pengumuman tersebut dalam pidato pembukaannya pada konferensi dua hari "Belt and Road" di Beijing yang mempertemukan para pemimpin dari 29 negara. Ini adalah profil terbaru dari Xi yang berusaha menjadi pemimpin global dan perdagangan bebas.


"Kita harus membangun platform kerjasama terbuka, menjunjung tinggi serta menumbuhkan ekonomi dunia terbuka," kata Xi. Terlepas dari Beijing yang menghadapi keluhan bahwa pemerintahan menghambat atau mengurangi akses pasar ke perusahaan asing.

Xi mengatakan China akan menyumbangkan 100 miliar yuan (14,5 miliar dolar) ke Dana Jalan Sutera, yang didirikan pada tahun 2014 untuk membiayai proyek infrastruktur dan memberikan bantuan senilai 60 miliar yuan (8,7 miliar dolar) kepada negara-negara berkembang dan organisasi internasional yang turut dalam prakarsa menghidupkan kembali rute perdagangan kuno.

Dua bank China akan menyiapkan skema pinjaman senilai 380 miliar yuan (55 miliar dolar) untuk mendukung inisiatif tersebut, kata Xi.

Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Recep Tayyip Erdogan dari Turki juga berbicara pada upacara pembukaan.


Washington sendiri diwakili oleh delegasi junior Matt Pottinger, asisten khusus presiden dan direktur senior untuk Asia Timur di Dewan Keamanan Nasional.

Pemerintahan Washington sampai New Delhi khawatir bahwa Beijing menggunakan inisiatif tersebut untuk membangun pengaruh politiknya sendiri dan mengikis keberadaan mereka, atau China dapat merusak standar lingkungan atau membiarkan negara-negara ekonomi lemah dibebani hutang.

India menyampaikan sebuah kritik tersirat mengenai rencana China ini pada hari Sabtu (13/05/2017) dalam sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri yang mengatakan bahwa inisiatif semacam itu harus memenuhi norma internasional dan tidak menciptakan hutang berkelanjutan.

India juga telah menolak perusahaan-perusahaan milik negara China yang bekerja di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan mengingat wilayah Himalaya diklaim oleh kedua belah pihak.

"Tidak ada negara yang bisa menerima sebuah proyek yang mengabaikan kedaulatan dan integritas teritorial," kata pernyataan tersebut.

Beberapa diplomat dan analis politik mengatakan Beijing berusaha menciptakan jaringan politik dan ekonomi berpusat di China, mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut dan menulis peraturan baru mengenai perdagangan dan keamanan.

Dikutip dari The Associated Press, Xi berjanji untuk menghindari pembentukan kelompok kecil sekutu, yang menurutnya dapat membahayakan stabilitas regional. Sebaliknya, dia mengatakan, Beijing menginginkan kemitraan persahabatan dan "keluarga besar koeksistensi yang harmonis. (marloft)


Baca Juga

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Aktivitas Arus Balik di Bandara Adi Sutjipto dan Sumarmo Lancar

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan pemantauan atus balilboemydik di  Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan  Bandara Adi Sumarmo Solo. "Hari ini secara marathon saya mengunjungi dua bandara . . .
Selengkapnya