Rabu, 23 Agustus 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

INISIATIF OBOR
Minggu, 14 Mei 2017 22:50 WIB

China Resmi Umumkan Puluhan Miliar Dolar Bagi Negara Yang Terlibat


Presiden China, Xi Jinping berbicara pada pembukaan Forum Belt and Road di Beijing, China, Minggu 14 Mei 2017. ((AP Photo/Ng Han Guan)

Bisnisnews.id - Presiden China, Xi Jinping pada hari Minggu 14 Mei 2017 menawarkan puluhan miliar dolar untuk proyek-proyek yang merupakan bagian dari inisiatif kebijakan luar negerinya, yang menghubungkan China dengan sebagian besar wilayah Asia, Eropa dan Afrika.

Xi membuat pengumuman tersebut dalam pidato pembukaannya pada konferensi dua hari "Belt and Road" di Beijing yang mempertemukan para pemimpin dari 29 negara. Ini adalah profil terbaru dari Xi yang berusaha menjadi pemimpin global dan perdagangan bebas.


"Kita harus membangun platform kerjasama terbuka, menjunjung tinggi serta menumbuhkan ekonomi dunia terbuka," kata Xi. Terlepas dari Beijing yang menghadapi keluhan bahwa pemerintahan menghambat atau mengurangi akses pasar ke perusahaan asing.

Xi mengatakan China akan menyumbangkan 100 miliar yuan (14,5 miliar dolar) ke Dana Jalan Sutera, yang didirikan pada tahun 2014 untuk membiayai proyek infrastruktur dan memberikan bantuan senilai 60 miliar yuan (8,7 miliar dolar) kepada negara-negara berkembang dan organisasi internasional yang turut dalam prakarsa menghidupkan kembali rute perdagangan kuno.

Dua bank China akan menyiapkan skema pinjaman senilai 380 miliar yuan (55 miliar dolar) untuk mendukung inisiatif tersebut, kata Xi.

Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Recep Tayyip Erdogan dari Turki juga berbicara pada upacara pembukaan.


Washington sendiri diwakili oleh delegasi junior Matt Pottinger, asisten khusus presiden dan direktur senior untuk Asia Timur di Dewan Keamanan Nasional.

Pemerintahan Washington sampai New Delhi khawatir bahwa Beijing menggunakan inisiatif tersebut untuk membangun pengaruh politiknya sendiri dan mengikis keberadaan mereka, atau China dapat merusak standar lingkungan atau membiarkan negara-negara ekonomi lemah dibebani hutang.

India menyampaikan sebuah kritik tersirat mengenai rencana China ini pada hari Sabtu (13/05/2017) dalam sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri yang mengatakan bahwa inisiatif semacam itu harus memenuhi norma internasional dan tidak menciptakan hutang berkelanjutan.

India juga telah menolak perusahaan-perusahaan milik negara China yang bekerja di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan mengingat wilayah Himalaya diklaim oleh kedua belah pihak.

"Tidak ada negara yang bisa menerima sebuah proyek yang mengabaikan kedaulatan dan integritas teritorial," kata pernyataan tersebut.

Beberapa diplomat dan analis politik mengatakan Beijing berusaha menciptakan jaringan politik dan ekonomi berpusat di China, mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut dan menulis peraturan baru mengenai perdagangan dan keamanan.

Dikutip dari The Associated Press, Xi berjanji untuk menghindari pembentukan kelompok kecil sekutu, yang menurutnya dapat membahayakan stabilitas regional. Sebaliknya, dia mengatakan, Beijing menginginkan kemitraan persahabatan dan "keluarga besar koeksistensi yang harmonis. (marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 22 Agustus 2017
WONDERFUL INDONESIA
AP I : Biaya Pendaratan Gratis, Labuan Bajo Siap Diakuisisi

Bisnisnews.id - Operator bandara PT Angkasa Pura (AP) I telah mengeluarkan kebijakan baru, biaya pendaratan gratis untuk maskapai yang membuka atau menambahkan rute baru ke wilayah Jawa Timur. Selain itu, AP I berencana mengakuisisi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 22 Agustus 2017
TAKSI ONLINE
Diputuskan Ilegal, MA Batalkan Peraturan Kenaikan Tarif

Bisnisnews.id - Mahkamah Agung telah memutuskan bahwa tarif yang diberlakukan oleh pemerintah bulan lalu atas layanan taksi online dinilai menghambat kompetisi. Kementerian Perhubungan memperkenalkan tarif minimum dan maksimum . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 22 Agustus 2017
KECELAKAAN KAPAL
Jenazah Marinir AS Ditemukan 

Bisnisnews.id - Jenazah telah ditemukan dalam pencarian 10 pelaut AS yang hilang setelah kapal mereka bertabrakan dengan sebuah kapal tanker di dekat Singapura, kata angkatan laut AS. Penemuan itu terjadi ketika para penyelam . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 22 Agustus 2017
AUSTRALIA
Rencana Pemboman Etihad Dengan Boneka Barbie Terbongkar

Bisnisnews.id - Menteri dalam negeri Libanon mengklaim teroris mencoba meledakkan penerbangan dari Australia dengan bom tersembunyi di boneka Barbie dan penggiling daging. Dia mengatakan Amer Khayyat berencana untuk meledakkan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 22 Agustus 2017
INAPORTNET
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terapkan Sistem Layanan Online

Bisnisnews.id-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah, hari ini (Selasa 22/8/2017) menerapkan sistem layanan kapal secara online melalui jaringan Inaportnet, yang sebelumnya juga telah dilakukan di  Pelabuhan Makassar, . . .
Selengkapnya