Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

INISIATIF OBOR
Minggu, 14 Mei 2017 22:50 WIB

China Resmi Umumkan Puluhan Miliar Dolar Bagi Negara Yang Terlibat


Presiden China, Xi Jinping berbicara pada pembukaan Forum Belt and Road di Beijing, China, Minggu 14 Mei 2017. ((AP Photo/Ng Han Guan)

Bisnisnews.id - Presiden China, Xi Jinping pada hari Minggu 14 Mei 2017 menawarkan puluhan miliar dolar untuk proyek-proyek yang merupakan bagian dari inisiatif kebijakan luar negerinya, yang menghubungkan China dengan sebagian besar wilayah Asia, Eropa dan Afrika.

Xi membuat pengumuman tersebut dalam pidato pembukaannya pada konferensi dua hari "Belt and Road" di Beijing yang mempertemukan para pemimpin dari 29 negara. Ini adalah profil terbaru dari Xi yang berusaha menjadi pemimpin global dan perdagangan bebas.


"Kita harus membangun platform kerjasama terbuka, menjunjung tinggi serta menumbuhkan ekonomi dunia terbuka," kata Xi. Terlepas dari Beijing yang menghadapi keluhan bahwa pemerintahan menghambat atau mengurangi akses pasar ke perusahaan asing.

Xi mengatakan China akan menyumbangkan 100 miliar yuan (14,5 miliar dolar) ke Dana Jalan Sutera, yang didirikan pada tahun 2014 untuk membiayai proyek infrastruktur dan memberikan bantuan senilai 60 miliar yuan (8,7 miliar dolar) kepada negara-negara berkembang dan organisasi internasional yang turut dalam prakarsa menghidupkan kembali rute perdagangan kuno.

Dua bank China akan menyiapkan skema pinjaman senilai 380 miliar yuan (55 miliar dolar) untuk mendukung inisiatif tersebut, kata Xi.

Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Recep Tayyip Erdogan dari Turki juga berbicara pada upacara pembukaan.


Washington sendiri diwakili oleh delegasi junior Matt Pottinger, asisten khusus presiden dan direktur senior untuk Asia Timur di Dewan Keamanan Nasional.

Pemerintahan Washington sampai New Delhi khawatir bahwa Beijing menggunakan inisiatif tersebut untuk membangun pengaruh politiknya sendiri dan mengikis keberadaan mereka, atau China dapat merusak standar lingkungan atau membiarkan negara-negara ekonomi lemah dibebani hutang.

India menyampaikan sebuah kritik tersirat mengenai rencana China ini pada hari Sabtu (13/05/2017) dalam sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri yang mengatakan bahwa inisiatif semacam itu harus memenuhi norma internasional dan tidak menciptakan hutang berkelanjutan.

India juga telah menolak perusahaan-perusahaan milik negara China yang bekerja di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan mengingat wilayah Himalaya diklaim oleh kedua belah pihak.

"Tidak ada negara yang bisa menerima sebuah proyek yang mengabaikan kedaulatan dan integritas teritorial," kata pernyataan tersebut.

Beberapa diplomat dan analis politik mengatakan Beijing berusaha menciptakan jaringan politik dan ekonomi berpusat di China, mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut dan menulis peraturan baru mengenai perdagangan dan keamanan.

Dikutip dari The Associated Press, Xi berjanji untuk menghindari pembentukan kelompok kecil sekutu, yang menurutnya dapat membahayakan stabilitas regional. Sebaliknya, dia mengatakan, Beijing menginginkan kemitraan persahabatan dan "keluarga besar koeksistensi yang harmonis. (marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya