Rabu, 21 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

INISIATIF OBOR
Minggu, 14 Mei 2017 22:50 WIB

China Resmi Umumkan Puluhan Miliar Dolar Bagi Negara Yang Terlibat


Presiden China, Xi Jinping berbicara pada pembukaan Forum Belt and Road di Beijing, China, Minggu 14 Mei 2017. ((AP Photo/Ng Han Guan)

Bisnisnews.id - Presiden China, Xi Jinping pada hari Minggu 14 Mei 2017 menawarkan puluhan miliar dolar untuk proyek-proyek yang merupakan bagian dari inisiatif kebijakan luar negerinya, yang menghubungkan China dengan sebagian besar wilayah Asia, Eropa dan Afrika.

Xi membuat pengumuman tersebut dalam pidato pembukaannya pada konferensi dua hari "Belt and Road" di Beijing yang mempertemukan para pemimpin dari 29 negara. Ini adalah profil terbaru dari Xi yang berusaha menjadi pemimpin global dan perdagangan bebas.


"Kita harus membangun platform kerjasama terbuka, menjunjung tinggi serta menumbuhkan ekonomi dunia terbuka," kata Xi. Terlepas dari Beijing yang menghadapi keluhan bahwa pemerintahan menghambat atau mengurangi akses pasar ke perusahaan asing.

Xi mengatakan China akan menyumbangkan 100 miliar yuan (14,5 miliar dolar) ke Dana Jalan Sutera, yang didirikan pada tahun 2014 untuk membiayai proyek infrastruktur dan memberikan bantuan senilai 60 miliar yuan (8,7 miliar dolar) kepada negara-negara berkembang dan organisasi internasional yang turut dalam prakarsa menghidupkan kembali rute perdagangan kuno.

Dua bank China akan menyiapkan skema pinjaman senilai 380 miliar yuan (55 miliar dolar) untuk mendukung inisiatif tersebut, kata Xi.

Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Recep Tayyip Erdogan dari Turki juga berbicara pada upacara pembukaan.


Washington sendiri diwakili oleh delegasi junior Matt Pottinger, asisten khusus presiden dan direktur senior untuk Asia Timur di Dewan Keamanan Nasional.

Pemerintahan Washington sampai New Delhi khawatir bahwa Beijing menggunakan inisiatif tersebut untuk membangun pengaruh politiknya sendiri dan mengikis keberadaan mereka, atau China dapat merusak standar lingkungan atau membiarkan negara-negara ekonomi lemah dibebani hutang.

India menyampaikan sebuah kritik tersirat mengenai rencana China ini pada hari Sabtu (13/05/2017) dalam sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri yang mengatakan bahwa inisiatif semacam itu harus memenuhi norma internasional dan tidak menciptakan hutang berkelanjutan.

India juga telah menolak perusahaan-perusahaan milik negara China yang bekerja di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan mengingat wilayah Himalaya diklaim oleh kedua belah pihak.

"Tidak ada negara yang bisa menerima sebuah proyek yang mengabaikan kedaulatan dan integritas teritorial," kata pernyataan tersebut.

Beberapa diplomat dan analis politik mengatakan Beijing berusaha menciptakan jaringan politik dan ekonomi berpusat di China, mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut dan menulis peraturan baru mengenai perdagangan dan keamanan.

Dikutip dari The Associated Press, Xi berjanji untuk menghindari pembentukan kelompok kecil sekutu, yang menurutnya dapat membahayakan stabilitas regional. Sebaliknya, dia mengatakan, Beijing menginginkan kemitraan persahabatan dan "keluarga besar koeksistensi yang harmonis. (marloft)


Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 21 Februari 2018
STRATEGI BUMN
AP I Bebaskan Biaya Pendaratan dan Potongan 50 Persen, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnaws.id -  PT. Angkasa Pura I  tahun ini akan mengusung tiga  program pemasaran strategis dan kegiatan terkait customer relationship management.  Berupa insentif untuk maskapai, Collaborative Destination . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
SIDANG IMO
Selat Sunda dan Lombok Masuk Skejul Sidang NCSR - IMO

Bisnisnews.id - Selat Sunda dan Selat Lombok masuk skejul pembahasan dalam Sidang Sub-Committee on Navigation, Communication, Search & Rescue (NCSR) ke-5 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada 19 -  . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
INVESTASI
Pelindo IV Datangkan Dua Fix Crane ke Pelabuhan Merauke

Bisnisnews.id  -  PT Pelabuhan Indonesia IV datangkan dua unit Fix Crane untuk ditempatkan di Pelabuhan Merauke. Dua alat berat baru itu dijadwalkan sudah bisa dioperasikan pada minggu ke dua Maret 2018. Perangkat asal . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
LOGISTIK
Pemerintah Serahkan Enam Trayek Tol Laut Kepada PT Pelni

Bisnisnews.id - Pemerintah memberikan enam trayek tol laut dan kapal angkutan ternak rute Nusa Tenggara Timur (NTT) -  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kepada PT Pelni untuk tahun anggaran 2018. Barang prioritas pertama yang . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
KECELAKAAN KERJA
Seluruh Proyek Konstruksi Layang Dihentikan, Inilah Alasannya ....

Bisnisnews.id -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hentikan sementara seluruh proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang, memyusul ambruknya lengan gelagar tiang tumpuan (pier head) di . . .
Selengkapnya