Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

PENERBANGAN
Rabu, 12 Juli 2017 11:54 WIB

Wanita Pelaku Pelecehan Seksual Di Pesawat Dihukum Tahanan Rumah


Heidi McKinney sudah menulis surat permintaan maaf kepada korban

Heidi McKinney sudah menulis surat permintaan maaf kepada korban

Bisnisnews.id - Seorang wanita Oregon yang menjilat, meraba-raba dan melecehkan secara verbal seorang penumpang wanita saat terbang dari Las Vegas ke Portland dijatuhi hukuman delapan bulan tahanan rumah.

Laporan OregonLive melansir, Heidi McKinney, 27, dari Banks, menolak untuk membuat pernyataan saat hukuman dijatuhkan Senin atau Selasa WIB di gedung pengadilan federal di Portland, Oregonian.

Selain tahanan rumah, McKinney divonis tiga tahun masa percobaan. Dia juga harus membayar ganti rugi  3.000 dolar Amerika Serikat dan menjauhkan diri dari alkohol.

McKinney ditangkap 8 Mei 2016, setelah penerbangan Alaska Airlines mendarat di Portland International Airport.

Korban berusia 19 tahun tersebut mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia telah disentuh tanpa izin.

Asisten Jaksa Agung Ravi Sinha menulis dalam tututan hukum minggu lalu bahwa pelecehan dimulai sebelum pesawat tersebut berangkat.

Sinha mengatakan McKinney, yang tampaknya telah minum, mencoba berbicara dengan wanita muda tersebut, namun korbannya enggan.

Jaksa mengatakan bahwa itu "sebagian karena cara Ms McKinney menyentuh dada korban dengan tidak tepat, dan sebagian karena obrolan kecil McKinney terdiri dari berulang kali menghina status ekonomi korban dan menyombongkan kekayaan  sendiri."

Saat pesawat lepas landas, keadaan semakin memburuk, dengan korban menabrak wajahnya untuk menghindari McKinney. Tapi McKinney bertahan.

Sinha mengatakan bahwa McKinney mencoba menekan wanita tersebut untuk minum alkohol yang telah diselundupkan di pesawat, dan menyebabkannya melakukan ejekan dan agresi fisik yang cabul.

Dia mengatakan bahwa McKinney menjilat telinga korban, memaksanya menyentuh payudaranya dan berulang kali meletakkan tangannya di selangkangan korban.

"Akhirnya - dan meskipun permintaan berulang korban untuk Ms McKinney dihentikan - pelecehan tersebut memuncak dengan  McKinney memanjat di atas korban dan mengatakan kepada korban bahwa dia ingin (umpatan)," tulis Sinha.

Pada saat itu, korban meminta awak pesawat untuk memindahkan ke tempat duduk lain.

Meskipun Mr Sinha menggambarkan perilaku McKinney sebagai kejutan, dia merekomendasikan sebuah kalimat dengan fokus pada perawatan.

McKinney mengaku dirinya berada di pusat perawatan rawat inap pada bulan April setelah diketahui tidak sadar di bar setempat. (Gungde Ariwangsa)



Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya