Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

MEDSOS
Sabtu, 15 Juli 2017 13:26 WIB

Inilah 11 DNS Milik Telegram Yang Diblokir Kemenkominfo



Ilustrasi Telegram (Foto: Dado Ruvic/REUTERS)

 

Bisnisnews.id-Dinilai meresahkan masyarakat dan dapat merongrong kewibawaan negara, 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP) diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika.

11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta agar pemilik telegram membuat SOP untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme.

"Yang kami minta kepada Telegram adalah membuat SOP itu untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme," kata Menkominfo Rudi, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (14/7) malam.

Menurutnya, pembuatan SOP itu, menjadi salah satu syarat untuk membatalkan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP).

Pemblokiran ini, kata Rudi, terpaksa dilakukan, karena sebelumnya sudah berupaya menjalin komunikasi. Alasan pemblokiran 11 DNS milik Telegram tersebut dilakukan, karena banyak konten-kontennya yang berkaitan dengan radikalisme, dan mengarahkan kepada terorisme.

"Seperti bagaimana membuat bom atau bagaimana melakukan penyerangan. Tentunya ini bisa mempengaruhi masyarakat di Indonesia, makanya kita blokir,"tegas Rudi.

Sementara itu Pavel Durov, CEO Telegram, melalui cuitan mengungkapkan keheranannya mengapa layanan mereka diblokir di Indonesia.

"Aneh, kami tidak pernah mendapatkan permintaan/protes dari pemerintah Indonesia. Kami akan selidiki dan membuat pengumuman," kata @durov membalas cuitan seorang warga net.

Namun, pemblokiran menimbulkan kecaman masyarakat luas. Di twitter cuitan Telegram sempat menduduki puncak trending topik Indonesia, sekarang di sebuah kanal yang memungkinkan setiap orang untuk memobilisasi dukungan, change.org, muncul petisi 'Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram.'

Petisi tersebut, dari pengamatan tim AkuratTekno, Sabtu (15/7), dibuat oleh warganet bernama Dodi IR, sejak Jumat kemarin, dan telah meraih lebih dari 12 ribu dukungan. Kampanya ini ditujukan untuk Kominfo.

Di situs tersebut, Dodi berpendapat, ada baiknya pemerintah menunjukan upaya terlebih dulu dalam berkomunikasi dengan Telgram, menurutnya layanan ini aktif menanggapi laporan blokir grup pendukung terorisme (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Internasional  -  Kamis, 23 November 2017
CANBERRA
Paksa Pengungsi Pergi, Polisi PNG Masuki Kamp Manus

Bisnisnews.id - Polisi Papua Nugini masuk ke kamp pengungsian yang dikelola oleh Australia pada hari Kamis 23 November dan memaksa ratusan orang meninggalkan pusat penahanan di pulau tersebut. Pencari suaka, yang telah dibarikade . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya