Rabu, 25 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

PERTUMBUHAN EKOOMI
Senin, 31 Juli 2017 09:25 WIB

Gubernur Sulsel:  Pelindo IV  Wujudkan Konektivitas KTI


Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama Dirut Pelindo IV Doso Agung saat meninjau lokasi pameran perdagangan (Foto:BN/Dwi)

Bisnisnews.id-Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV), saat ini bukan hanya berhasil wujudkan konektivitas di Kawasan Timur Indonesia (KTI) tapi membuka layanan ekspor langsung dari Pelabuhan Makassar ke 45 negara.

Kata Syahrul, keberhasilan ini ditandai dengan makin membaiknya angka pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Dia mencontohan, seperti menjelaanng lebaran 2017, yangn hiasanya terjadi inflasi tapi tahun ini malah deflasi.

"Biasanya mejelang Lebaran selalu terjadi inflasi tapi tahun ini di Sulsel kebalikannya malah deflasi karena pemprov bersama-sama bersinergi diantaranyan Pelindo IV telah berhasil membuka konektivitas di Kawasan Timur Indonesia dan ekspor langsung,"kata Syahrul saat membuka acara misi dagang dan pameran produk/komoditi unggulan di Maluku Minggu (30/7/2017).

Konektivitas Domestik pada semua pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) telah menakomodir kepentingan masyarakat. Kelancaran distribusi barang dan kemudahan pelayanan pda masyarakat, mendorong makin meningkatnya daya beli masyarakat.

Selain itu produksi petani dan pengrajin Sulsel dan kawasan Timur Indonesia dapat langsung dipasakan dari Makassar ke 45 negara. Sebaliknya impor bisa langsung tiba tanpa harus melalui Surabaya ataupun Tanjung Priok.

Syahrul menyebutkan sumber alam di Timur Indonesia sudah ada dan tinggal sumber daya manusianya saja yang perlu dikelola lebih baik lagi. Dia berharap dengan konektivitas yang telah dilakukan oleh Dirut Pelindo IV Doso Agung tidak ada lagi pengusaha di Sulawesi Selatan melakun ekspor dan impor dari pulau Jawa.

Dirut Pelindo IV Doso Agung dalam pemaparannya di acara misi perdagang memgatakan sebelumnya untuk melaksanakan ekspor langsung pengusaha harus lewat Surabaya dan Semarang.

Hal ini tentu mengakibatkan biaya tinggi karena barang berkali-kali dibongkar muat turun naik kapal dan terjadi antrian kapal serta jarak tempuh menjadi lama sebab harus singgah kebeberapa pelabuhan akibatnya dwelling time tingga

Dengan program BUMN hadir untuk negeri Pelindo IV lalu lalu berupaya membangun konektivitas domestik di KTI yang telah dia rintis selama 1 tahun ini kata Doso, telah memperkuat jalur ekspor langsung (direct export) maupun direct call.

"Awalya Pelindo IV melakukan pengiriman perdana ekspor langsung sebanyak 30 kontainer namun kini sudah mampu mengekapor lebih 500 kontainer melalui Pelabuhan Makassar ke 45 negara,"jelasnya.

Dengan direct call biaya logistik dari dan ke kawasan timur Indonesia kini telah dirasakan pengusaha hemat sekitar 40 persen . Selain itu, barang kebutuhan juga jadi cepat diterima oleh masyarakat karena adanya angkutan langsung ke daerah tujuan KTI.

"Bagi kami ingin menciptakan bagaimana agar harga barang itu tidak terjadi disparitas, tidak terjadi dengan wilayah lainnya, serta antara Barat dan Timur tidak lagi terjadi kesenjangan yang begitu lebar," ungkap Doso

Namun yang menjadi masalah saat ini bagaimana konsolidasi muatan di Timur Indonesia. ibarat anak sekolah tidak bisa dari SD.langsung ke S1 atau S2, tapi bertahap ke SMP, SMA dulu.

"Sama dengan yang kami lakukan sekarang untuk ekapor langsung dari Timur Indonesia tidak bisa langsung dari daerah masing-masing seperti Ambon, Maluku tapi kita kumpulkan dibawa ke Makassar dulu bertahap. Nanti bila sudah lancar baru bisa dilepas langsung dari daerah masing-masing," cerita Doso.

Dengan luas Wilaya indonesia Timur 50 persen dari luas keseluruhan wilayah indonesia kini ekspor langsung sudah bisa menuju 54 negara serta 65 produk disamping bisa menghemat biaya dari semula Rp4 juta per kontainer kini hanya Rp1,7 juta karena waktu tempuhnya menjadi cepat untuk ekspor ke China dari 24 hari kini hanya16 hari. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN
Maskapai Asing Kuasai 52 Persen Pasar Indonesia

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, harusnya penerbangan merah putih menjadi raja di Asia Tenggara (Asean). Mengingat jumlah penduduk Indonesia 41 persen dari total penduduk Asean dan pasar yang sangat . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
PERSAINGAN USAHA
AP II Hormati Putusan Majelis KPPU, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) menegaskan, pihaknya menghormati putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, Selasa (24/4/2018), terkait dugaan praktik monopoli dalam Pelayanan Kargo . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
BILATERAL
Indonesia Jadi Tuan Rumah SOMY ke-9 2018

Bisnisnews.id –  Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY) ke-9 pada 2-5 Mei 2018 di Hotel Grand Sahid, Jakarta.   Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 25 April 2018
KPPU
AP II Kembali Tersandung Praktek Monopoli di Bandara Kualanamu, Denda Rp 6,5 Miliar

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (AP II) kembali tersandung jeratan hukum praktek monopoli layanan kargo udara di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang Sumatera Utara, menyusul putusan Majelis Komisi Pengawas Persaingan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 25 April 2018
TINJU
Daud Kembali Masuk ke Jalur Perebutan Juara Dunia

Bisnisnews.id – Petinju kebanggan Indonesia Daud Yordan sukses menundukan petinju asal Rusia Pavel malikov di DIVS, Ekaterinburg, Minggu 22 April 2018. Atas kemenangan tersebut daud sukses meraih gelar juara kelas ringan . . .
Selengkapnya