Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

WONDERFUL INDONESIA
Selasa, 22 Agustus 2017 23:56 WIB

AP I : Biaya Pendaratan Gratis, Labuan Bajo Siap Diakuisisi



Bisnisnews.id - Operator bandara PT Angkasa Pura (AP) I telah mengeluarkan kebijakan baru, biaya pendaratan gratis untuk maskapai yang membuka atau menambahkan rute baru ke wilayah Jawa Timur. Selain itu, AP I berencana mengakuisisi Bandara Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur

Kebijakan baru tersebut muncul setelah perusahaan sejenis, PT Angkasa Pura (AP) II mengeluarkan kebijakan diskon untuk 12 bandara di Indonesia.

Direktur komersial dan pengembangan AP I, Moch. Asrori mengatakan bahwa kebijakan baru ini bertujuan untuk meningkatkan lalu lintas turis ke Jawa Timur dan terbukti berhasil dengan meningkatnya pergerakan lalu lintas dari 25 menjadi 27 per jam.

Tujuan lainnya adalah mengurangi lalu lintas padat yang terjadi saat musim ramai.

Asrori percaya bahwa perusahaan akan dapat mencapai target satu juta turis internasional ke Jawa Timur yang telah ditetapkan oleh kementerian pariwisata.

"Jumlah wisatawan mancanegara pada 2015 meningkat secara signifikan hingga 54 persen. Tahun lalu kami telah mencatat 612.412 kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur melalui Bandara Internasional Juanda, naik 32 persen dari 2015 yang mencapai 463.596 persen," kata Asrori.

Bandara Komodo

Selain itu, AP I berencana mengakuisisi Bandara Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Bandara itu saat ini dimiliki oleh Kementerian Perhubungan.

Direktur Utama AP I, Danang S Baskoro mengatakan bahwa mereka telah melakukan pembicaraan dengan menteri mengenai akuisisi tersebut, sebelum aset tersebut dirubah menjadi bandara internasional untuk melayani lebih banyak wisatawan.

"Akuisisi ditargetkan untuk tahun ini," katanya.

AP I dan Kementrian, lanjutnya, juga dalam negosiasi akuisisi empat bandara lagi yaitu Sentani di Papua; Juwata di Tarakan, Kalimantan Utara; Mutiara di Palu, Sulawesi Tengah; dan Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, Sulawesi Tengah.

Labuan Bajo adalah satu dari 10 destinasi yang diprioritaskan pemerintah untuk pengembangan pariwisata hingga 2019. Bandara Labuan Bajo perlu direnovasi dan diperluas untuk mendapat status bandara internasional.

Sembilan destinasi lainnya dalam prioritas pemerintah (10 Bali Baru) adalah Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Morotai di Maluku, Tanjung Lesung di Banten, Tanjung Kelayang di Belitung, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Kepulauan Seribu di Jakarta, Danau Toba di Utara Sumatra, Borobudur di Jawa Tengah dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Hanya 4 dari 10 destinasi yang berada dekat bandara internasional, yaitu Borobudur, Mandalika, Danau Toba dan Tanjung Kelayang. (syam s)

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya