Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

TENAGA KERJA MIGRAN
Sabtu, 18 November 2017 08:56 WIB

Qatar Tetapkan Upah Minimum 200 Dolar


Para pekerja yang bekerja membangun kembali Stadion Internasional Khalifa Qatar. (AFP)

Bisnisnews.id - Qatar telah menetapkan upah minimum sementara untuk pekerja migran senilai sekitar 200 dolar per bulan, kata Menteri Tenaga Kerja, Kamis (16/11/2017)

Issa al-Nuaimi mengatakan kepada AFP bahwa upah minimum temporer 195 dolar per bulan akan segera berlaku, sementara pemerintah bekerja menetapkan tingkat suku bunga tetap.

Selain gaji baru, para pekerja akan menerima akomodasi gratis, makanan dan rencana perawatan kesehatan, yang dibayar oleh pengusaha, katanya.

Memperkenalkan upah minimum adalah satu di antara paket perubahan tenaga kerja yang diumumkan bulan lalu oleh Qatar, atas sorotan dan kritik global lanjutan atas perlakuannya terhadap sekitar dua juta pekerja migran.

Qatar belum pernah memiliki kebijakan upah minimum, dan pemerintah mengatakan bahwa angka tersebut dapat meningkat setelah ditinjau ulang.

"Kami tidak akan menyetujui kontrak kerja jika gaji di bawah 750 riyal Qatar per bulan. Semua kontrak sekarang harus disetujui oleh kementerian tenaga kerja," kata Nuaimi.

"Jika ada perubahan pada kontrak, kami akan menerapkan prosedur baru ini."

Dia menambahkan bahwa batas upah baru telah diberlakukan selama satu bulan terakhir.

Sejak terpilih secara kontroversial untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, Qatar yang menghabiskan 500 juta dolar seminggu di turnamen, telah secara rutin dituduh memaksa pekerja dalam kondisi yang disamakan dengan perbudakan modern.

Di antara reformasi utama lainnya adalah persyaratan untuk mengajukan kontrak kerja dengan pemerintah, mencegah perubahan dalam persyaratan kontrak setelah kedatangan pekerja di Qatar, dan mengakhiri hak pengusaha untuk menghentikan staf meninggalkan negara atau mengganti pekerjaan.

Paket itu sudah cukup untuk memenuhi syarat Organisasi Buruh Internasional PBB, yang pada tanggal 8 November mengatakan bahwa reformasi tersebut sesuai dengan harapannya untuk hak-hak buruh.

Akibatnya, PBB tidak jadi menyelidiki potensi memalukan Qatar terhadap pekerja. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya