Rabu, 21 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

JANJI KAMPANYE
Rabu, 06 Desember 2017 10:03 WIB

Trump Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel


Israel merebut sebagian besar wilayah timur Arab Yerusalem selama Perang Enam Hari, mengklaim seluruh kota sebagai abadi dan tak terbagi, namun Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibukota negara Palestina (AFP)

Bisnisnews.id - Presiden Donald Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada hari Rabu 6 Desember, meningkatkan kebijakan Amerika dan mengabaikan peringatan tentang kesalahan historis yang dapat memicu gelombang kekerasan di Timur Tengah.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan Trump dari Gedung Putih akan membuat pengumuman penting di tengah peringatan sekutu Amerika di seluruh wilayah dan dunia pada pukul 13:00 waktu setempat (1800 GMT).

"Dia akan mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel," kata seorang pejabat senior pemerintah itu dikutip dari AFP.

"Dia memandang ini sebagai pengakuan atas realitas, termasuk realitas sejarah dan modern," sumber itu menambahkan.

Menentang argumen lebih lanjut berabad-abad antara Yahudi, Muslim dan Kristen, Trump juga akan memerintahkan untuk mulai memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Perlu beberapa waktu untuk menemukan sebuah tempat untuk mengatasi masalah keamanan, merancang fasilitas baru, mendanai fasilitas baru dan membangunnya," kata pejabat tersebut, yang mengindikasikan bahwa langkah tersebut tidak akan segera dilakukan.

"Ini akan menjadi masalah beberapa tahun, bukan berbulan-bulan, itu akan memakan waktu."

Status Yerusalem merupakan isu sentral dalam konflik Israel-Palestina, dengan kedua belah pihak mengklaim kota itu sebagai ibukota mereka, dan pengumuman Trump telah menggoncang daerah yang mudah konflik itu.

Dalam serangkaian seruan panik pada malamnya, para pemimpin Arab Saudi, Mesir, Yordania, Uni Eropa, Prancis, Jerman dan Turki semua memperingatkan Trump untuk tidak bertindak.

Mengantisipasi demonstrasi yang meluas, pejabat pemerintah AS diperintahkan untuk menghindari Kota Tua Yerusalem dan Tepi Barat.

Tapi Trump bergerak untuk memenuhi janji kampanye dan itu menyenangkan para donor politiknya, basis konservatif dan evangelis yang sangat penting bagi presiden. Tidak ada presiden, Republikan atau Demokrat, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak negara itu didirikan pada tahun 1948. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 21 Februari 2018
STRATEGI BUMN
AP I Bebaskan Biaya Pendaratan dan Potongan 50 Persen, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnaws.id -  PT. Angkasa Pura I  tahun ini akan mengusung tiga  program pemasaran strategis dan kegiatan terkait customer relationship management.  Berupa insentif untuk maskapai, Collaborative Destination . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
SIDANG IMO
Selat Sunda dan Lombok Masuk Skejul Sidang NCSR - IMO

Bisnisnews.id - Selat Sunda dan Selat Lombok masuk skejul pembahasan dalam Sidang Sub-Committee on Navigation, Communication, Search & Rescue (NCSR) ke-5 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada 19 -  . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
INVESTASI
Pelindo IV Datangkan Dua Fix Crane ke Pelabuhan Merauke

Bisnisnews.id  -  PT Pelabuhan Indonesia IV datangkan dua unit Fix Crane untuk ditempatkan di Pelabuhan Merauke. Dua alat berat baru itu dijadwalkan sudah bisa dioperasikan pada minggu ke dua Maret 2018. Perangkat asal . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
LOGISTIK
Pemerintah Serahkan Enam Trayek Tol Laut Kepada PT Pelni

Bisnisnews.id - Pemerintah memberikan enam trayek tol laut dan kapal angkutan ternak rute Nusa Tenggara Timur (NTT) -  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kepada PT Pelni untuk tahun anggaran 2018. Barang prioritas pertama yang . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
KECELAKAAN KERJA
Seluruh Proyek Konstruksi Layang Dihentikan, Inilah Alasannya ....

Bisnisnews.id -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hentikan sementara seluruh proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang, memyusul ambruknya lengan gelagar tiang tumpuan (pier head) di . . .
Selengkapnya