Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / Berita

ANALISIS TERORISME
Rabu, 10 Januari 2018 18:07 WIB

ISIS Beroperasi Bebas Di Kabul


Orang-orang Syiah Afghanistan membawa temannya yang terluka di dekat lokasi serangan bunuh diri oleh ISIS di sebuah masjid di Kabul pada Agustus lalu (AFP)

Bisnisnews.id - Warga  Afghanistan kelas menengah berubah menjadi jihadis yang membantu ekspansi kelompok ISIS dari kubu pertahanannya di Afghanistan Timur menuju Kabul, kata para analis.

ISIS telah mengklaim hampir 20 serangan di Kabul dalam 18 bulan, dengan pelajar, profesor dan pemilik toko menghindari pasukan keamanan Afghanistan dan AS.

Ini adalah perkembangan mengkhawatirkan bagi warga sipil di Kabul dan pasukan keamanan yang sudah berjuang mengalahkan Taliban serta misi kontra-terorisme AS di Afghanistan.

"Ini bukan hanya sebuah kelompok yang memiliki benteng di Afghanistan timur. Ini meningkatkan serangan visibilitas tinggi di ibu kota negara dan saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan," kata analis Michael Kugelman dari Wilson Center di Washington.

Negara Islam-Provinsi Khorasan (IS-K), afiliasi kelompok Timur Tengah di Afghanistan dan Pakistan, muncul di wilayah tersebut pada tahun 2014, sebagian besar terdiri dari pejuang yang tidak puas dengan Taliban dan kelompok jihad lainnya di Afghanistan, Pakistan dan Asia Tengah.

IS-K mengklaim serangan pertamanya di Kabul pada musim panas 2016. Sejak itu kelompok Sunni dan jaringannya menyerang pasukan keamanan dan orang Syiah dengan frekuensi yang meningkat.

Tidak ada rekrut yang berkurang, kata analis. ISIS telah berhasil memanfaatkan arus ekstremisme di Afghanistan yang telah ada selama beberapa dekade dan melintasi kelompok sosial ekonomi, dibantu akses internet yang berkembang di kalangan pemuda perkotaan.

"Kami berbicara tentang satu generasi yang telah didesas-desuskan terhadap berbagai jenis kekerasan dan ekstremisme," kata Borhan Osman, seorang analis senior dari International Crisis Group.

"Seharusnya tidak mengherankan bahwa beberapa pemuda yang menanamkan ideologi jihadisme menganut versi jihadisme berikutnya yang paling kejam."

Anggota dan pendukung ISIS di Kabul bersembunyi di tempat terbuka, tinggal dengan keluarga mereka dan pergi ke kelas atau bekerja setiap hari, kata Osman.

Militan bertemu di malam hari untuk membahas jihad, atau perang suci, dan merencanakan serangan terhadap sasaran di kota walau keamanan diperketat setelah sebuah bom truk besar di bulan Mei yang menewaskan sekitar 150 orang.

"Ini adalah struktur adaptif yang bereaksi terhadap tindakan balasan," kata seorang diplomat Barat kepada AFP.

"Dari bulan Mei sampai Desember, apa yang telah kita lihat adalah berbagai jenis serangan."

Sumber keamanan Afghanistan sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa 20 orang atau lebih pendukung IS-K beroperasi di dalam kota. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya