Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Berita

MEDSOS
Sabtu, 20 Januari 2018 09:28 WIB

Atasi Hoax, Pengguna Facebook Dirujuk Memeringkat Berita Terpercaya


Facebook mengumumkan perubahan terbaru saat berusaha menangani tuduhan bahwa pihaknya telah gagal mencegah penyebaran berita palsu. (AFP)

Bisnisnews.id - Facebook mengumumkan pada hari Jum'at 19 Januari bahwa pihaknya akan meminta dua miliar pengguna memberi peringkat kepercayaan mereka pada sumber berita, dalam upaya terbarunya memerangi penyebaran informasi yang keliru pada jaringan sosial.

Perubahan pada umpan berita Facebook datang saat ia, Google dan Twitter dituduh gagal mencegah penyebaran berita palsu, yang paling mencolok menjelang pemiu AS 2016.

Dalam sebuah posting Facebook, pendiri dan CEO Mark Zuckerberg mengatakan bahwa jaringan tersebut akan berusaha memprioritaskan berita yang dapat dipercaya, informatif, dan lokal.

"Ada terlalu banyak sensasionalisme, kesalahan informasi dan polarisasi di dunia saat ini," kata Zuckerberg dikutip dari AFP. "Media sosial memungkinkan orang menyebarkan informasi lebih cepat dari sebelumnya, dan jika kita tidak secara khusus mengatasi masalah ini, maka kita akhirnya memperkuatnya."

Peringkat sumber informasi terpercaya yang dimulai minggu depan, bertujuan untuk "memastikan berita yang Anda lihat berkualitas tinggi dan membangun rasa kesamaan," kata Zuckerberg.

Untuk melakukannya, katanya, Facebook akan mengandalkan survei anggota sebagai cara yang paling obyektif untuk memberi peringkat kepercayaan pada sumber berita.

"Kami bisa mencoba membuat keputusan itu sendiri, tapi itu bukan sesuatu yang nyaman bagi kami," kata Zuckerberg. "Kami mempertimbangkan untuk meminta ahli dari luar, yang akan mengambil keputusan dari tangan kami tapi kemungkinan tidak akan menyelesaikan masalah objektivitas."

Sistem rangking yang baru, katanya, diharapkan bisa memisahkan organisasi berita yang hanya dipercaya oleh pembaca atau pengamat, daripada orang-orang yang dipercaya secara luas di seluruh masyarakat.

"Pembaruan ini tidak akan mengubah jumlah berita yang Anda lihat di Facebook," katanya. "Ini hanya akan menggeser jumlah berita yang Anda lihat ke arah sumber yang dipercaya masyarakat."

Langkah terakhir datang seminggu setelah Facebook mengumumkan update untuk umpan berita yang lebih menyoroti apa yang teman dan keluarga bagi di jaringan, di luar iklan, selebriti dan posting media.

Facebook melakukan perubahan tersebut sebagai bagian dari fokus ulang pada "komunitas" yang memprioritaskan interaksi sosial dan hubungan. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya