Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

PENERBITAN BUKU
Selasa, 06 Februari 2018 22:22 WIB

Buku Kontroversi Invasi China Ke Australia Segera Diterbitkan


Prof Clive Hamilton mengatakan bahwa bukunya sangat kritis terhadap China (BBC)

Bisnisnews.id - Sebuah buku kontroversial yang menuduh campur tangan China di masyarakat Australia akan dirilis setelah menemukan penerbit.

Penulis Australia, Prof Clive Hamilton mengatakan tiga penerbit menolak menerbitkan bukunya karena khawatir akan pembalasan secara hukum dari Beijing.

Tahun lalu salah satu penerbit, Allen & Unwin, tidak jadi untuk meluncurkannya.

Diskusi luas di Australia tentang kemungkinan pengaruh China, telah ditolak oleh Beijing yang menganggap itu histeria.

Penerbit Hardie Grant mengatakan akan merilis buku tersebut, yang sekarang berjudul "Silent Invasion: China's Influence in Australia", yang telah ditulis ulang untuk meminimalkan risiko hukum.

Hamilton mengatakan kepada BBC bahwa dia sebelumnya telah menyerahkan buku tersebut kepada anggota parlemen Australia untuk mempublikasikannya di bawah hak istimewa parlementer. Langkah seperti itu akan memberikan perlindungan hukum.

Hal ini sedang dipertimbangkan secara serius oleh komite parlemen, Fairfax Media melaporkan.

Namun, Hardie Grant memastikan buku tersebut akan terbit pada bulan Maret.

Hamilton mengatakan bahwa buku tersebut berisi tuduhan tentang usaha rahasia China untuk mempengaruhi politik dan masyarakat Australia.

Dia tidak merinci tuduhan tersebut, atau apa yang telah ditulis ulang baru-baru ini.

"Saya sangat bersyukur bahwa Hardie Grant memiliki keberanian untuk berdiri dan tidak keluar dari penerbitan buku ini, tidak seperti penerbit lain," katanya pada hari Selasa 6 Februari.

Tahun lalu, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menyinggung laporan tentang pengaruh China saat mengumumkan undang-undang baru untuk melawan campur tangan asing dalam politik Australia.

Namun, dia menekankan bahwa undang-undang tersebut tidak ditujukan khusus ke China.

Cina telah berulang kali menolak pernyataan bahwa mereka telah berusaha untuk mempengaruhi masyarakat Australia dalam dunia politik dan pendidikan.

"Kami mendesak pihak Australia untuk melihat hubungan China-Australia dengan cara yang obyektif, adil dan rasional," kata juru bicara kedutaan China di Australia pada bulan Desember. (marloft)

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya