Selasa, 20 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

PENERBITAN BUKU
Selasa, 06 Februari 2018 22:22 WIB

Buku Kontroversi Invasi China Ke Australia Segera Diterbitkan


Prof Clive Hamilton mengatakan bahwa bukunya sangat kritis terhadap China (BBC)

Bisnisnews.id - Sebuah buku kontroversial yang menuduh campur tangan China di masyarakat Australia akan dirilis setelah menemukan penerbit.

Penulis Australia, Prof Clive Hamilton mengatakan tiga penerbit menolak menerbitkan bukunya karena khawatir akan pembalasan secara hukum dari Beijing.

Tahun lalu salah satu penerbit, Allen & Unwin, tidak jadi untuk meluncurkannya.

Diskusi luas di Australia tentang kemungkinan pengaruh China, telah ditolak oleh Beijing yang menganggap itu histeria.

Penerbit Hardie Grant mengatakan akan merilis buku tersebut, yang sekarang berjudul "Silent Invasion: China's Influence in Australia", yang telah ditulis ulang untuk meminimalkan risiko hukum.

Hamilton mengatakan kepada BBC bahwa dia sebelumnya telah menyerahkan buku tersebut kepada anggota parlemen Australia untuk mempublikasikannya di bawah hak istimewa parlementer. Langkah seperti itu akan memberikan perlindungan hukum.

Hal ini sedang dipertimbangkan secara serius oleh komite parlemen, Fairfax Media melaporkan.

Namun, Hardie Grant memastikan buku tersebut akan terbit pada bulan Maret.

Hamilton mengatakan bahwa buku tersebut berisi tuduhan tentang usaha rahasia China untuk mempengaruhi politik dan masyarakat Australia.

Dia tidak merinci tuduhan tersebut, atau apa yang telah ditulis ulang baru-baru ini.

"Saya sangat bersyukur bahwa Hardie Grant memiliki keberanian untuk berdiri dan tidak keluar dari penerbitan buku ini, tidak seperti penerbit lain," katanya pada hari Selasa 6 Februari.

Tahun lalu, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menyinggung laporan tentang pengaruh China saat mengumumkan undang-undang baru untuk melawan campur tangan asing dalam politik Australia.

Namun, dia menekankan bahwa undang-undang tersebut tidak ditujukan khusus ke China.

Cina telah berulang kali menolak pernyataan bahwa mereka telah berusaha untuk mempengaruhi masyarakat Australia dalam dunia politik dan pendidikan.

"Kami mendesak pihak Australia untuk melihat hubungan China-Australia dengan cara yang obyektif, adil dan rasional," kata juru bicara kedutaan China di Australia pada bulan Desember. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 19 Februari 2018
PASCA LETUSAN
Penerbangan Garuda Dari dan Ke Bandara Kualanamu Normal

Bisnisnews.id -  Direktur Produksi Garuda Indonesia Puji Nur Handayani umumkan, letusan Gunung Sinabung di Karo Sumatera Utara tidak akan mengganggu pelayanan. Penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dan sekitarnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 19 Februari 2018
PASCA LETUSAN
Penerbangan Dilarang Melintas Di Kawasan Gunung Sinabung

Bisnisnews.id - Pasca letusan Gunung Api Sinabung Senin pagi (19/2/2018) ,  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (VPMBG) menaikkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari Orange menjadi Merah. Artinya penerbangan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 19 Februari 2018
PENERBANGAN
Bos AirAsia Group Usulkan PSC Diturunkan dan T2 Soetta Khusus LCC

Bisnisnews.id - CEO Air Asia Group Tony Fernandes mengusulkan agar tarif airport tax atau Passenger Service Charge (PSC)  diturunkan bagi penumpang  Low Cost Carrier (LCC) terkait rencananya membuka rute baru ke destinasi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 19 Februari 2018
PENERBANGAN
Transportasi Udara Menyumbang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnisnews.id - Sektor transportasi udara memiliki dampak ganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, baik makro maupun mikro. Secara makro diukur dari sumbangan nilai tambahnya dalam pembentukan Produk Domestik . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 19 Februari 2018
PELAYANAN
PTP Operasikan Billing Centre Terminal 1.2 dan 3

Bisnisnews.id - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) terus berbenah meningkatkan pelayanannya dengan memodernisasi fasilitas pusat layanan pembayaran jasa kepelabuhanan (billing centre) di terminal 1, terminal 2, dan terminal 3. . . .
Selengkapnya