Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Info Pasar / Berita

MATA UANG
Selasa, 10 April 2018 10:28 WIB

Rupiah Bertahan Ditengah Melemahnya Dolar dan Penurunan Ketegangan Perang Dagang


Ilustrasi mata uang Euro, dolar Hong Kong, Dolar A.S., Yen Jepang, Pounsterling Inggris, dan Yuan Cina.( REUTERS/Jason Lee)

Bisnisnews.id - Mulai meredahnya perseteruan dagang Amerika Serikat dengan China berpengaruh baik terhadap Rupiah atau lebih baik ketimbang sebelumnya, meskipun Dolar AS sedikit melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan, Senin (Selasa pagi WIB).

Para investor masih menunggu, ketegangan itu tidak terus terjadi dan berharap, ada titik temu dari keduanya (AS - Tiongkok). Dari dalam negeri, kurangnya sentimen negarif, membuat Rupiah makin terjaga. Rupiah hari ini duperkiarakan berada ada posisi support 13.766 dan resisten 13.753.

Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (10/4/2018) mengakui minimnya sentimen negatif dari dalam negeri membantu Rupiah untuk kembali menguat. Selain itu juga ada pengarh dari hubungan dagang Amerika serikat - China.

Kekhawatiran berlanjutnya perang dagang Amerika dan Tiongkok menyebabkan para investor sedikit meninngggalkan Dolar dan beralih ke mata uang utama lainnya. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 89,826 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2322 dolar AS dari 1,2285 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4132 dolar AS dari 1,4085 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7703 dolar AS dari 0,7670 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,77 yen Jepang, lebih rendah dari 106,87 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9563 franc Swiss dari 0,9587 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,2704 dolar Kanada dari 1,2778 dolar Kanada

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Minggu (8/4/2018) mengungkapkan harapannya, perang itu tidak perlu berlanjut, Ditegaskan, dirinya sangat tidak berharap terjadinyakekacauan it terus berlanjut.

Pekan lalu atau Kamis (5/4/2018), para investor sangat gelisah, ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan, telah meminta Perwakilan Perdagangan AS mempertimbangkan mengenakan tarif tambahan atas produk impor Tiongkok senilai 100 miliar dolar AS.

Ungkapan Trump itu langsung dibalas Tiongkok melalui Kementerian Perdagangannya, Jumat (6/4/2018). Dikatakan, Tiongkok siap melawan dengan 'biaya berapapun' dan akan mengamil tindakan pencegahan komprehensif jika Amerika benar0benar melakukan praktik proteksionis sepihak. (Syam S)

 

 

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya