Pangkas Jarak Tempuh, Penyeberangan Letung–Sedanau Akses ke Kawasan Terpncil dan Tertinggal
Senin, 10 November 2025, 11:46 WIB
BISNISNEWS.id - Pelabuhan penyeberangan Letung dan Pelabuhan Penyeberangan Sedanau, membuka akses sekaligus mendorong tumbuhnya mobilitas masyarakat pulau-pulau terluar dan tertinggal di Kepulauan Riau.
Perlintasan penyeberangan ini telah memangkas waktu tempuh yang jauh lebih pendek dibandingkan sebelum adanya lintasan ini.
Saat ini waktu tempuh di rute Tanjung Uban–Letung sejauh 283 km dapat ditempuh sekitar 15 jam, sementara Letung–Matak yang berjarak 85 km dapat ditempuh sekitar 5 jam.
Sebelum pelabuhan ini beroperasi, masyarakat harus singgah terlebih dahulu di Matak menggunakan kapal tradisional, sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan waktu lebih lama dan kondisi yang tidak selalu aman.
Di lintasan penyeberangan Letung - Sedanau yang baru saja diresmikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kinu menjadi penggerak perekonomian masyarakat lokal.
Lintasan penyeberangan andalan masyarakat di kepulauan terpencil tersebut dilayani kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Kini masyarakat yang berada di kawasan terpencil dapat lebih mudah melakukan perjalanan bisnis, mengangkut hasil pertanian dan kerajinan.
Menhub Dudy mengingatkan, kendati waktu tempuh lebih pendek, operator penyeberangan dan masyarakat calon penumpang untuk lebih mengutamakan keselamatan.
Pengoperasian lintasan penyeberangan ini juga mendongkrak pertumbuhan potensi yang ada.
Saat ini di sekitar Pelabuhan Letung ini juga memiliki ragam kekayaan, mulai dari hasil laut ikan yang menyegarkan, hingga panorama wisata yang memanjakan mata seperti Air Terjun Neraja dan pantai Kusik, menunjukan besarnya potensi daerah ini dalam menunjang perekonomian lokal dan pariwisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara teknis operasional, berdasarkan keterangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 berkapasitas 1.500 GT — dirancang untuk menjangkau lintasan panjang Tanjung Uban–Letung–Matak–Midai–Sedanau–Penagi–Subi–Serasan–Sintete.
Kapal ini mampu mengangkut hingga 296 penumpang dan 26 unit kendaraan, menjadikannya tulang punggung mobilitas baru yang diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal.
Menhub Dudy menjelaskan kehadiran lintasan ini berdampak langsung pada masyarakat sekitar kawasan Kepulauan Riau.
Kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 menurut Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin telah mulai beroperasi sejak Senin (02/11/2025) dari Tanjung Uban menuju Pelabuhan Letung.
Selama ini, ASDP menjadi penghubung vital di wilayah Kepulauan Riau melalui sejumlah lintasan seperti Telaga Punggur–Tanjung Uban, Mengkapan, Kuala Tungkal, Tanjung Balai Karimun, Dumai–Rupat, hingga Dabo–Kuala Tungkal. Tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terlihat jelas pada rute Telaga Punggur–Tanjung Uban yang telah melayani 217.257 penumpang dan 274.998 kendaraan sepanjang Januari–September 2025.
“Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap layanan penyeberangan. Karena itu, peresmian Pelabuhan Letung dan Sedanau adalah jawaban atas harapan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik,” tambah Shelvy.
Ke depan, ASDP berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas dari ujung barat hingga timur Nusantara — menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. (Syam)