Sarana dan Prasarana Sudah Siap Menyambut Pemudik, Berikut Penjelasan Menhub
Rabu, 12 Maret 2025, 14:47 WIB
BISNISNEWS.id - Selama periode angkutan Lebaran 1446 H/2025, Kementerian Perhubungan telah menyiapan sarana dan orasarana untuk kelancaran para oemudik merayakan hari Raya Iedul Fitri fi kampung halamannya.
Sampai saat ini tercatat, sarana dan prasarana yang siap melayani para pemudik ialah. 30.451 unit bus yang tersedia di 115 terminal, 772 unit kapal laut yang tersedia di 264 pelabuhan, 404 unit pesawat di 60 bandar udara, 2.550 unit lokomotif dan kereta, baik antarkota maupun regional, serta 187 unit kapal penyeberangan di 14 lintas pelabuhan penyeberangan.
Dari sisi keselamatan, 21 Maret hingga 11 April 2025. Kemenhub juga terus menggencarkan uji kelaikan pada sarana transportasi tersebut. Hingga 8 Maret lalu, telah selesai dilakukan rampcheck/ujikelaikan terhadap 60,67 perseb atau 18.746 unit bus, terhadap 85,49 persen atau 660 unit kapal, 68,47persen pesawat, 60,66% atau 1.547 unit lokomotif dan kereta, serta terhadap 43 persen atau 70 unit kapal penyeberangan.
Baca Juga
ANGKUTAN LEBARAN
Penurunan Harga Tiket Pesawat Tidak Menggangu Pendapatan Maskapai, Tapi Menguntungkan, Ini Dasarnya.......
INFRASTRUKTUR PERKERETAAPIAN
Pemerintah Memberikan Ruang Investasi di Sektor Angkutan Umum Massal Berbasis Rel
PELAYANAN PUBLIK
Momen Mudik Lebaran dan PO.Bodong, Ini Penyataan Keras Ketua IPOMI
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan seluruh sarana dan prasarana transportasi sudah siap memberikan pelayana pada 21 Maret hingga 11 April 2025.
Puncak arus mudik kemungkinan terjadi pada tanggal 28 Maret 2024, namun demikian, ungkap Menhub Dudy, karena telah disetujuinya pemberlakukan work from anywhere (WFA), " maka kami juga mengantisipasi apabila terjadi kepadatan/kegiatan mudik yang mulai berlangsung pada Jumat, 21 Maret 2025," ungkapnya
Menhub menyampaikan sejumlah titik utama yang perlu diperhatikan adalah lokasi wisata di daerah-daerah tujuan mudik, pasar tumpah yang biasanya mulai dibuka menjelang arus mudik dan arus balik, perlintasan sebidang perkeretaapian. Kemudian yang juga perlu mendapat perhatian adalah pelabuhan penyeberangan yang berpotensi mengalami penumpukan, seperti Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Provinsi Banten, dan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk di Jawa Timur.
"Untuk menyikapi hal itu, kami juga telah bekerja sama dengan beberapa Pemda, khususnya untuk mengantisipasi titik titik padat tersebut. Kami juga meminta adanya pengamanan dari pihak Kepolisian dan Pemda setempat," ujar Menhub Dudy.
Terkait pengamanan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa akan dikerahkan sebanyak 164.268 personil gabungan Polri, TNI, dan lainnya untuk mengamankan selama masa Angkutan Lebaran. Sebanyak 39.358 personel berasal dari Polri, 66.714 personel dari TNI serta 58.096 personel dari berbagai instansi terkait lainnya akan berjaga pada 2.894 pos pengamanan dan titik-titik penting lainnya. (syam)