Kamis, 24 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

CARGO VILAGE
Kamis, 08 Februari 2018 12:11 WIB

AP II Menjamin, Pelaku Usaha Cargo Udara Soetta Menjadi Mitra Strategis


ilustrasi: layanan cargo udara

Bisnisnews.id - Pembangunan cargo vilage di bandara Internasional Soekarno-Hatta dijamin tidak akan menggusur para pelaku usaha pergudangan (warhouse) yang selama ini menjadi mitra kerja PT Angkasa Pura II.

Kawasan pergudangan yang nantinya berada di selatan bandara, tepatnya kompleks perkantoran Soewarna itu, menurut President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin, justeru ingin mendorong pertumbuhan produksi cargo udara di Bandara Soekarno-Hatta.

Kekhawatiran yang sempat diletupkan sembila pengelola pergudangan di bandara paling padat itu, kata Awaludin terlalu berlebihan. "Mereka kan selama ini menjadi kitra kami, kenapa harus khawatir, karena kita sama-sama membutuhkan, kita jalankan bisnis ini bersama-sama," jelas Awaludin, menjawab petanyaan seputar kekhawatiran pelaku usaha cargo udara di bandara Soekarno-Hatta, Rabu (7/2/2018), saat berlangsungnya pemaparan kinerja perseroan 2017 dan proyeksi 2018 di Jakarta.

Pengelolaan pergudangan oleh PT Angkasa Pura II sebagai operator bersama anak usahanya, tdak akan mengganggu jalinan kontrak kerja antara masing-masing perusahaan pengelola cargu udara dengan airlines.

Swasta sebagai pelaku usaha yang selama ini membangun usaha bisnis cargo udara di bandara Soekano-Hatta, dipastikan menjadi mitra strategis perseroan dan anak-anak usahanya. Tentu, prosedur kemitraan tetap dijalankan sesuai ketentuan yang berlalu.

Perseroan, ungkap Awaludin akan menggenjot peningkatan produksi cargo udara di bandara internasional Soekarno-Hatta menjadi 1,5 juta ton per tahun. Saat ini kapasitas tersedia hanya 700 ribu ton atau ada peningkatan kapasitas isi dua kali lipat.

Tentunya, kata Awaludin, operator cargo udara, sesuai UU No.1/2009 adalah pemilik Badan Usaha Bandar Uara (BUBU). "Teman-teman kita yang sekarang ini mengelola pergudangan, tetap menjadi mitra kita, untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya di Bandara Soekarno-Hatta," kata Awaludin.

Pola kerjasa sama yang dibangun, dapat dibicarakan lebih lanjut. Diantaranya, dengan skema kontrak pengelolaan. Sedangkan operator, sesuai amanat UU saat ini tetap berada di tangan PT Angkasa Pura II.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan ada operator lain yang datang dari pelaku usaha yang ada saat ini di Bandara Soekarno-Hatta. Syaratnya, harus mengantongi izin BUBU. "Kalau mau jadi operator, harus ikutin aturan mainnya. Dalam UU No.1/2009 tentang Penerbangan jelas, operator adalah pemegang izin BUBU, penuhi aja aturan itu," jelas Awaludin.

Cargo vilage itu sendiri akan dibangun dalam dua tahap. Yakni, tahun 2018 dan tahun 2019 dengan luas area 90 hektar. Tahap awalpebangunan sudah mulai dilakukan berupa pembangunan appron seluas 18.000 meter persegi yang terhubung langsung ke lini satu warehouse cargo village.

Di lokasi pergudangan itu juga nantinya, akan dibangun terminal 4 Bandara Interasional Soekarno-Hatta. Artinya, akan ada keterhubungan antara cargo vilage dengan masing-masing terminal, sehingga kegiatan bongar - muat lebih efektif dan efisien.

Pembangunan cargo vilage yang diperkirakan bakal menyedot investasi sekitar Rp 2,2 trilun itu, nantinya akan menjadi salah satu pendukung pusat logistik berikat (PLB). "Kami juga butuh mitra kerja, swasta yang mau masuk, silahkan," jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum lama ini menyebutkan, cargo vilage nantinya akan dikelola langsung oleh sejumlah anak usaha milik PT Angkasa Pura II bersama mitranya sebagai strategic partner.

"Kita akan mencari strategic partner. Tentunya kita ingin sekali pergerakan kargo kita ke destinasi akhir itu memang terjadi. Jangan kita hanya ke negara-negara yang dekat sehingga kita tidak dapat memaksimalkan export kita," ujar Menhub. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 23 Mei 2018
SINERGI BUMN
AP II dan AirNav Indonesia Tandatangani Kerjasama Jasa Kebandarudaraan

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (Persero) agau AP II bersinergi dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding . . .
Selengkapnya

 

Info Pasar  -  Rabu, 23 Mei 2018
PERDAGANGAN
harga Minyak Mentah Menurun

Bisnisnews.id - Harga minyak AS melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga tahun di sesi sebelumnya. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 23 Mei 2018
NAVIGASI
Bandara Kertajati Majalengka Siap Melayani Angkutan Haji

Bisnisnews.id - Sisi udara Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka siap operasi. Dalam jangka pendek yang akan dilayani ialah angkutan mudik lebaran dan pelayanan haji 2018. Direktur Utama AirNav Indonesia Novie . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Mei 2018
MASTER
Games yang Melahirkan Seorang Utut Adianto

Bisnisnews.id – Buku pecatur legendaris Amerika Serikat, Bobby Fischer, yang berjudul My 60 Memorable Games ternyata memiliki sejarah dan cerita panjang yang melahirkan seorang atlet catur kebanggaaan Indonesia Utut Adianto.    Ada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Mei 2018
BOLA
Evan Dimas Berharap Kontrak Luis Milla Diperpanjang

Bisnisnews.id – Pemain timnas Indonesia U-23 Evan Dimas Darmono menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung Luis Milla Aspas terkait perpanjangan kontrak dirinya oleh PSSI. Seperti diketahui kontrak Milla akan habis setelah . . .
Selengkapnya